Jumat, 26 November 2010

Wahai, anak muda….

"Wahai anak muda……"

Jaman dulu, satu-satunya kemungkinan saya bisa denger kata 'anak muda' itu cuma di sinetron Mak Lampir, biasanya yang ngomong phrase itu adalah Ki Sanak.

Kalau sekarang??? Boro-boro. Frase 'anak-muda' lebih sering digantikan dengan frase 'ABG' yang merupakan singkatan dari Ababil Banget Gituuuu…..

Entah kenapa, akhir-akhir ini saya jadi sering berpikir tentang motivation letter yang pernah saya submit untuk program beasiswa saya yang sedang ditempuh saat ini. Di situ saya nulis kalau saya ingin membangun negara saya. Bukan pake batako atau semen Holcim, tapi dengan pemikiran yang saya dapatkan selama saya tinggal di sini.

Temen-temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) pasti udah tau doooong, selain galau dalam masalah percintaan, Teteh Pierah juga sering merasakah galau sampai kacau balau kalau mikirin tentang pekerjaan masa depan. Bisa tanya langsung ke Donskih si Penari Ular, cita-cita saya yang setiap seminggu sekali berubah, mulai dari VJ MTV China (sumpah, saya pernah mikir pengen nyaingin si Sumi Yang, penyiar metro Xin Wen) sampai…..Yang terakhir, saya lagi pengen jadi mentri pendidikan di Indonesia.

Huahahahaha! Dasar anak muda!

Ho-oh! Saya harus bangga jadi anak muda Indonesia! Kaya si Ridwan Kamil ini! Huehehehe, siapa sih Ridwan Kamil? Bukaaaaaan, dia bukan tukang cebok saya. Tapiiiiiiiiii, dia itu:







Arsitek muda berbakat. Arsitek? Sumuhun. Berbakat? Pastinya. Muda? Ngggg…..Beliau itu umurnya udah 39 tahun! Dan dia dibilang masih muda! Terusssssssssssssss, Teteh Pierah yang baru 22 tahun ini disebut apa????? Saya mah disebut…..Sebut sih begitu….Oooh unyuuuu banget.

Balik lagi ke masalah motivation letter yang pernah saya buat. Jaman waktu ngelamar beasiswa sana-sini, nggak pernah terbersit di pikiran saya untuk merealisasikan si motivation letter. Waktu itu motivasi saya cuma, gimana caranya biaar saya dapet beasiswa? That's it-that's all.

Tapi, sekarang??? Setelah dapet beasiswa dan berdiri di depan pintu gerbang kegalauan akan masa depan. Saya jadi berpendapat, bahwa mungkin apa yang saya tulis dulu di motivation letter itu bisa jadi salah satu jenjang karir yang harus saya capai nanti. Orang lain boleh bilang; "Mulutmu, harimaumu", tapi, kalau Teteh Piera sih lebih percaya; "Tulisanmu, takdirmu."

Saya jadi berpikir apa sih yang bisa kontribusikan buat NKRI? Saya nggak boleh kalah dari Obama! Lahir di Indonesia? Kagak. Tapi ujug-ujug patungnya udah nemplok aje tuh di daerah Menteng. Jadi, Teteh Piera pengen dibuatin patung juga di kawasan Cibinong?

Kalau bisa, sekalian aja tuh tugu kujang diganti jadi patung saya! *Langsung disambit suporter PERSIKABO.

Demi mewujudkan dibuatnya patung Teteh Piera di Bogor, tentu saja saya harus punya visi dan misi tentang peradaban Indonesia masa depan. Lebih singkatnya sih, mimpi. Sebagai anak muda saya harus punya mimpi yang bisa ditawarkan untuk bangsa ini. Kaya Oom Ridwan Kamil, dia menawarkan apa yang akan dia berikan kepada Indonesia melalui profesi yang sedang dia tekuni sekarang.

Sebagai anak muda, saya tidak bisa menawarkan masa lalu, karena saya nggak punya masa lalu. Oke, masa lalu yang saya punya sekarang ini cuma, masa-masa ketika saya menganggap bahwa ketua Osis yang juga anak basket, kepalanya botak, jago maen gitar dan tak pernah lupa shalat, itu bener-bener bisa buat Teteh Piera boker sambil sikap lilin lalu bersiul, "suiiiit wiiiiiiw, si kasep lewat euy!"

Si Papap bisa ngomong, "ini yang udah Papap kerjakan selama setengah abad ini….." Tapi, kalau Teteh Piera mah mana bisa ngomong kaya gitu, seperempat abad aja belum tercapai. Tetapi, sebenernya, mimpi jugalah yang ditawarkan pertama kali, ketika republik ini baru dibentuk. Alm. Bung Hatta and the gank dihadapkan dengan rakyat yang miskin, tidak cerdas, negara yang tidak punya dana, dan infrastruktur yang tidak jelas. Apa yang bisa mereka perbuat? Selain bermimpi.

Lalu, apa yang membuat semua orang, kala itu, mau bersama-sama mengikuti apa yang dikatakan oleh Alm. Ir. Soekarno and the gank? Mereka berpikir bahwa kemerdekaan merupakan jalan emas menuju kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur. Mereka punya mimpi untuk memiliki sebuah penghidupan yang jauh lebih baik daripada ketika mereka masih terjajah. Dan dengan kerennya, mimpi-mimpi tersebut mereka realisasikan dengan cara yang sangat baik sekali, mereka menggunakan seluruh sumber daya yang ada, termasuk SDA (bukan Sumber Daya Alam, tapi Sumber Daya Anak-muda.)

Saat merdeka, jumlah penduduk Indonesia itu cuma sekitar 70-an juta. Tapi sekarang???? Ya Allah, itu mah ya, emang program KB ketutup sama mitos 'banyak anak banyak rezeki'. Bukan sulap, bukan sihir, jumlah WNI sekarang itu bertambah 3,5 kali lipat cuma dalam 65 tahun saja! Maka, dari teks proklamasi sampai sumpah pemuda yang jaman dahulu hanya disetujui oleh 70 juta-an orang itu harus direalisasikan kepada 240 juta juta orang. Bayangin, gimana caranya coba ngeyakinin 170 juta orang sisanya???

Dibutuhkan sebuah bacaan akan masa depan dan keberhasilannya tidak semata-mata bergantung pada regenerasi usia saja, tapi dibutuhkan juga sebuah generasi baru yang dapat melihat masa depan Indonesia dalam perspektif jangka panjang. Kita harus bisa melihat bahwa Indonesia itu akan eksis ratusan tahun. Jadi, perlu ada usaha-usaha serius untuk menata keinginan-keinginan kita ini di dalam setiap fasenya.

Fase si Papap and the gank itu udah selesai. Mimpi-mimpi generasi si Papap ini sudah tidak bisa diteruskan, karena manusia itu punya batasan umur, tetapi tidak dengan bangsa Indonesia, bangsa yang satu ini harus tetap bisa menunjukan kejayaannya di masa mendatang, di masa-masa ketika si Papap sudah tidak ada. Maka, regenerasi itu menjadi suatu kepetingan mutlak.

Saat ini, yang menjadi isu utama, bukan ada atau tidak adanya generasi muda, namun lebih kepada opportunities yang tersedia. Apakah memungkinkan bagi para anak muda untuk mewujudkan peran mereka dan untuk mendorong kemajuan bangsa ini? Dari segi intelektual, saya bisa bilang kalau kemampuan intelektual teman-teman kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) ini nggak kalah sama apa yang dimiliki oleh para the founding fathers dan temen-temen juga bisa menjadi pemain global yang bisa menerangkan siapa itu Indonesia di dunia internasional, dan bukan jadi jago kandang saja.

Dengan segala penjelasan di atas, menurut saya, sudah saatnya masa depan bangsa Indonesia itu dipegang oleh kita, Teteh Piera and the gank. Berkontribusi melalui caranya tersendiri. Nggak harus duduk di kursi pemerintahan untuk bisa memerintah bangsa ini. God created us differently beautiful.

Eniwei- bai de wei, baswei, sebagai teman-teman kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) yang setia, pasti tau dong, kalau moto saya selama kuliah di sini tuh adalah menjadi mahasiswa yang KEREATIP, alias, biar KERE tapi kudu teteup AkTIP! Then, guess what??? Atas pemberitahuan Madame Futrih 'Atut 'Atit 'Ati, saya menemukan bahwa motto yang sudah saya pakai sejak lama ini juga dipakai oleh seorang Ridwan Kamil! Sedaaaaaaaaaaaaaaaaaap! Apakah Ridwan Kamil juga merupakan anggota kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!)???? Hanya Tuhan yang tahu.







Eh, udah dulu ya, saya mau semedi di gunung lagi sama Ki Sanak. Tring-tring-tring….*Ceritanya téh saya langsung terbang ke kerajaan langit, itu lhoooo kaya efek suara yang biasa muncul di shit-netron laga indosiar yang di-dubbing téa.


PS: *Maaf, tulisan ini dibuat ketika penyakit sarap Teteh Piera lagi kambuh. Huehehehehehe, jadi maunya Teteh Piera téh apa atuh????? Masih pengen jadi VJ MTV China? Nope. Saya ingin lebih berkontribusi kepada bangsa ini! Jadi, sekarang, saya mau jadi……VJ MTV Indonesia aja kalau bagitu! Huahahahaha! Mari kita lihat cita-cita Teteh Piera berikutnya…...

4 komentar:

  1. ihhhh suka tulisan iniii...
    terutama bagian frase "tulisanmu, takdirmu" :D
    kalo inget2 lagi jaman berburu beasiswa keluar itu (dan gak dapet2, hiks), pikir2 motivation letter emang 'cerminan' impian kita kok. sedikit banyak pasti ada harapan dalem hati untuk nantinya bisa mewujudkan si impian itu. jadi, ayo Pe..berangkat dari situ :D

    btw Pe, Ridwan Kamil itu dulu dosenku loh :p *terus kenapaa*

    BalasHapus
  2. huehehehehe, iya nih, tulisan yg satu ini Pea buat abis Pea mabok susu.

    Huehehehe. Iya nih Buwid, kayanya Pea harus mewujudkan apa yg pernah Pea tulis di motivation letter. Let's build Indonesia in different way!

    Huehehehe. Iya tuh, dulu juga Pea sering ketemu di Bang Ed, sekarang mah udah masuk tipi aje gitu…..Kapan ya Pea bisa masup tipi????

    BalasHapus
  3. panjang amat nih tulisan.. sampe gw komen ini, gw blm kelar bacanya hoho

    BalasHapus
  4. huehehehehehe, satu2nya tulisan yg gue buat pas gue lagi eling nih win….huehehehe!

    BalasHapus