Minggu, 22 Mei 2016

The real demonstration

Kemarin sore saya being trapped di tengah-tengah demonstran di depan gedung KPK. Saya kaget sebingitz-bingitz-nya, lagi enak-enaknya bergossip bersama teman lama di sebuah mini market kekinian, eh tiba-tiba terlihat kepulan asap putih di sekitar 10 meter-an tempat kami nongkrong…

Nggak lama setelah itu, terdengar suara tembak-tembakan…

"Aku suka kamu!"

"Aku juga!"

"Nggak! Aku yang suka kamu!"

"Nggak! Aku yang suka!"

Dan begitulah seterusnya sampai Lee Min Ho naek kereta di Citayem.

Ngggg, bukan tembak-tembakan yang kaya gitu sih…..Ini mah literally suara pistol. Sebagai pecinta serial CSI dan penonton sejati Siap 86, bukannya takut, saya malah seneng liat situasi yang kaya begini. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para korban yang terluka di setiap acara huru-hara, tapi kayanya kayanya kebanyakan orang Indonesia udah males ya nonton drama Oom Ahmad Dhani yang cuma bisa menghujat di dunia maya….Estianti T^T Tapi, saya tetep maklumi beberapa kicauan ngawur Oom Ahmad Dhani, karena DNA super beliau lah, saya bisa liat para mahluk tampan si Al dan El berseliweran di tipi…

Al dan El aja nih yang disebut???

Ngggg, he-euh. Kayanya wajah Dul belum keliatan gantengnya nih…Mari kita liat beberapa tahun ke depan lagi, apakah Dul bisa meluluhkan hati teteh-teteh pulang kerja dari Ibu Kota terus naek kereta dengan tatapan hampa???? We'll see...

Oh iya, balk lagi ke cerita saya kejebak di dalam demonstrasi yang ternyata berawal dari kumpulan orang-orang yang merasa kurang puas atas kinerja bapak Ahok yang berunjuk rasa secara brutal di depan gedung KPK.

Hmmmm….Nggak ada yang salah sih yah sama punya rasa uneg-uneg yang pengen dikeluarin. Cuma, terkadang, saya teh suka mikir is there any method that we can use to express our opinions without damaging public facilities?

Meeeeeen, atulaaaaah udah 2016 masih aja tembak-tembakan…..Woooy, langsung ajak ke pelaminan kek???

By the way, saya nemuin sebuah video kece banger yang saya bayangin bakal jadi super duper brilliant kalau dilakukan sama orang-orang yang demo pengen nurunin Ahok, nurunin Jokowi….Hiiiiiish! Nurunin berat badan aja susah sist~







Resume dari video tersebut adalah, ketika para artist di Brazil tidak menyukai keputusan wakil presiden Brazil, Michael Temer, meleburkan kementrian kebudayaan yang tadinya berdiri sendiri, disatukan dengan kementrian pendidikan. Lalu apa yang mereka lakukan?

1. Pergi ke gedung pemerintah

2. Main orkestra di sana dibubuhi lirik nyindir pemerintahan

Terlepas dari setuju atau tidaknya saya dengan kemauan para demonstran, tapi cara yang mereka pilih itu lhooooooo yang buat saya setuju banget, walaupun keinginan mereka belum terlaksana, setidaknya they got people's attention ya? Bukannya itu serendah-rendahnya tujuan dari sebuah unjuk rasa dilakukan? Untuk mendapatkan sebuah perhatian.

Kalau menurut kalian gimana gengs? Apakah ada cara demonstrasi unik lainnya yang pengen dilakuin?








Rabu, 04 Mei 2016

Zdarsti from Ega in Bulgaria!

Meet Ega!






Well, nama panjangnya sih Endang Ghani Ashfiya, disingkat E.G.A.

Dipanggil Endang, katanya namanya kurang kekinian.

Disebut Ghani, nanti takut ketuker sama pemenang Asian Next Top Model Cycle 3 T^T

Kalau Ashfiya, kaya nama TK islam di sekitar kawasan ibu kota.

Jadi, mari kita panggil dia EGA.

Kenal sama seorang Ega, bener-bener such a blessed buat saya. Orangnya mah kecil kaya upil bison, tapi pengalaman hidupnya super duper guede banget. Terlalu banyak hal yang bisa saya pelajari dari pria kelahiran Singaparka ini. Wohoooo! Orang asik, pasti dari Tasik!

Emang sih setiap orang punya pengalaman hidup masing-masing, tapi Ega's one, saya bilang sangat menarik. Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari perjalanan Ega sampai berada di kawasan Eropa Timur saat ini.

Salah satu cerita yang paling bikin saya wanna slap my own face adalah sebuah kenyataan kalau keinginan Ega  untuk melanjutkan pendidikannya di tingkat universitas sempat terjanggal cukup lama, dikarenakan ia lebih memilih uang yang dikumpulkan sebelumnya dipergunakan untuk membiayai adiknya bersekolah.

Sebagai anak tunggal, yang menggangap semua anggota boyband Korea kelahiran tahun 90-an sebagai adik, cerita ini cukup menyentuk hati kalbu saya yang lembut bagaikan jajanan manisan kapas koala. Anak 90-an mah dijamin tau makanan yang satu ini yah??? Di SD saya dulu harganya 500 rupiah per bungkus, kesukaan saya yang pink, yang rasa strawberry.

Alih-alih dihujani rasa iba, si Ega malah berjuang dan berhasil mendapatkan beasiswa pada program undergraduate di salah satu universitas di Jakarta. Satu hal yang saya sangat hormati dari si Ega ini adalah dia nggak sungkan cerita tentang masa lalu nya and how he has to survive until now dengan rasa penuh bangga.

Kadang nih ya, kalau saya lagi mewek kembang tengah malam gara-gara ditinggal kecengan, saya suka berkali-kali ngomong sama diri sendiri, "malu ateuuuuh sama si Ega…" tapi yang ada saya malah makin nangis gara-gara nggak kuat liat cahaya kekerenan di balik kepala si Ega.

Saya ini orang yang gampang banget iri hati ya, jadi kalau misalnya ada orang yang sukses, saya suka ngedumel sendiri, "kok bisa sih dia kaya gitu????"

Tapi, dengan segala yang didapatkan oleh si Ega ini sekarang, saya bener-bener nggak berani iri sama cowok yang satu ini. Perjuangan hidupnya terlalu sulit dilalui sama saya. Mulai dari kehilangan sosok ayah di usia yang masih muda sampai menjadi buruh kasar di pabrikan pinggiran ibu kota, wohooooo, he deserves what he has right now!

Asal tau aja, dengan pengalaman bahasa Inggris yang ketika itu sangat minim, si Ega udah bisa plesiran ke beberapa negara tanpa menggunakan biaya. Uh ooooh! Sebagai warga jalan Mitrabatik di Tasik, sangat bangga lah saya sama pria satu ini.

Di postingan ini, saya mau sedikit membagi semangat seorang Ega ke teman-teman PENgamat CeritA-cerita VIERa semuanya. Yuk kita simak what has he been up to?

Ketika banyak teman saya memilih kawasan Eropa Barat sebagai tujuan utama untuk menimba ilmu, sebagai salah satu penerima beasiswa Erasmus, si Ega malah nyasar di Bulgaria. He euh! Bulgaria, bukan Belgia~






Viera si wanita imut dari Cilebut (V): "Egaaaaaaaaa! Kumaha damang?????"
Ega si pria kece dari Singaparna (E): "Ya Allah, pertanyaan pertamanya basa basi bangeeet…Alhamdulillah, sehat, pangestu. Neng Viera, damang?"

V: "Uh oh, aku mah damang selalu….Langsung nih ya Ga, kenapa milih Bulgaria?"
E: "Oh, jadi gini….Kan beasiswa Erasmus itu terdiri dari beberapa project ya. Gue kan Erasmus+ Action 2 dari SmartLink Project. Kebetulan di project itu, hanya Burgas Free University yang menawarkan jurusan yang sesuai dengan jurusan kuliah gue di Jakarta, yaitu komunikasi. Jadinya, gua ke Bulgaria. Tapi, waktu itu juga mikirnya pengen nyobain aja hidup di negara yang orang-orang di Indonesia umumnya nggak pernah ke sana. Erasmus itu enaknya, kita nggak cuma belajar di kampus, tapi punya cukup waktu buat berinteraksi dengan masyarakat lokal."






V: "Sekarang tinggal di mana Ga?"
E: "Sekarang gue tinggal di Burgas. Sebuah kota di bagian timur Bulgaria, Black Sea Coast. Kota kecil dengan penduduk sekitar 300 ribu jiwa. Burgas ini kota terbesar ke empat di Bulgaria, setelah Sofia, Plovdiv, dan Varna."






V: "Hoooo, tampak seruuu kotanya…"
E: "Burgas ini kota summer, karena punya pantai, jadi cuma rame pas summer. Gua dateng ke sini pas Autumn dan itu kaya nggak ada orang. Jam 6 sore udah sepi. Nggak ada tukang nasi goreng apalagi tukang siomay lewat. Tapi, nanti pas summer katanya jalanan di mana-mana penuh, susah gerak, saking banyaknya turis. Di Burgas ini ada pantai Sunny Beach, yang jadi destinasi orang-orang Eropa dan Amerika buat liburan pas summer. Karena di sini murah sekali biaya hidupnya, dibandingkan dengan negara Eropa lainnya."




V: "Kang Ega udah berapa lama di Burgas?"
E: "Udah hampir enam bulan. Sampai di Burgas itu 2 Oktober 2015."






V: "Cieeee, happy half anniversary-an yaaaah…..sama dedaunan T^T"
E: "He euh sama dedaunan…Dedaunan yang belum juga tumbuh padahal ceunah udah spring?!"







V: "Eh Ga, kalau misalnya lo denger kata 'Bulgaria', tiga hal pertama yang muncul di otak lu apa?"
E: "Sebelum ke sini, gua pikir Bulgaria itu identik sama komunis, yoghurt, dan mirip-mirip Russia. Setelah tinggal di sini, tiga hal pertama yang pertama kali muncul adalah; kalau 'yes' geleng-geleng, kalau 'no' ngangguk-ngangguk, sama kenyataan kalau orang-orang Bulgaria itu baiiiiiiik sekali. Bulgaria nggak sekomunis dan tidak seburuk yang Anda pikirkan sodara-sodara."






V: "Hmmm, tunggu-tunggu, kenapa yoghurt? Di sana Cimory buka pabrik?"
E: "Karena eh karena…lo tau nama bakteri untuk yoghurt? Lactobacillius Bulgariacus…Hanya ditemukan di Bulgaria."






V: "Aaaaah, yang suka disebut-sebut di iklan Yakult????"
E: "Jadi, yoghurt yang original itu cuma dari Bulgaria. Makanya di Jepang, mereka import bakteri dari Bulgaria aja. Kata ilmuwannya sih gitu…."






V: "Berarti yoghurt di luar Bulgaria, bohong dong? Uuuurgh, aku kira hanya lelaki saja yang bisa membohongiku, ternyata perusahaan yoghurt juga bisa…."
E: "Bukan bohong sih, cuma tidak otentik aja bakterinya…"







V: "Okay, kata lu, orang Bulgaria itu baik banget, itu maksudnya apa ya? Lu pernah dikasih uang PP Burgas - Singaparna - Burgas sama orang Bulgaria?"
E: "Bukan, kalau ada yang kasih tiket Burgas- Singaparna- Burgas mah bukan baik lagi, langsung diangkat sodara. Mereka itu helpful. Gua sebagai orang asing di sini, nggak pernah ngerasa ketakutan. Pemilik apartment di sini rata-rata baik sekali. Mau nolong kalau kita ada masalah. Mau minta tambahan fasilitas, mereka kasih. Bukan pengalaman gua aja, tapi teman-teman internasional yang di sini juga ngalamin. Terus ya, mereka itu, meskipun yang nggak bisa bahasa inggris, kalau kita nanya, mau niat bantuin banget dengan kosa kata yang terbatas. Terus, kalau di restoran, waitress itu nggak ngarepin tips, bahkan pernah waktu itu lagi ada instalasi internet di apartment, biasanya kan kita kasih uang tips gitu ya, eh dia malah nolak. Apalagi di Burgas, angka kriminalitasnya sangat-sangat rendah…."







V: "Nggak ada acara 86 gitu atuh Ga?"
E: "Nggak ada…Euweuh kasusna."






V: "By the way Ga, ada pengalama tai terlupakan selama tinggal di Bulgaria?"
E: "Waaaah, banyak sih! Tapi yang paling seru, mungkin pas mengunjungi Shipka National Monument di pegunungan daerah Gabrovo. Itu tempatnya kereeeeeeen banget, meskipun naik gunungnya (walaupun pake tangga) capek sekali, tapi pas udah di atas itu kereeeeeeen. Ituuuu seruuuuuuu! Terus, setiap ikut festival hari-hari besar di sini seru juga, salah satunya Student's day. Di Indonesia nggak ada ya, di sini diperingati setiap tanggal 8 Desember. Acaranya sih biasa, makan-makan, party-party, ngumpul sampe pagi, tersu excursion ke tempat seru di sekitar Burgas. Tapi, ya seru aja, di sini student punya hari spesial."







V: "Wooot Ega partyyyy di sana???? While gua lagi berusaha meng-khatamkan quran di sini????"
E: "Party di sini itu artinya ngumpul-ngumpul aja di apartment siapa gitu, bukan ke club…."







V: "Iiih dikira ke club…."
E: "Club Tai Chi!"







V: "Tah eta! Eh Ga, apa aja yang udah lu dapetin dari Bulgaria selama ini?"
E: "Dapet ilmu baru karena di kampus ini gue sengaja ambil mata kuliah yang nggak diajarkan di jurusan komunikasi pada umumnya di Indonesia. Dapet, sahabat-sahabat bari, dengan beragam background, yang kadang bikin seru, bikin kesel, bikin males, tapi ujung-ujungnya ya mereka orang-orang terdekat selama ini. Dapet kesempatan untuk jadi orang lokal, itu seru sih! Kalau kita tinggal di paris atau Amsterdam gitu ya, dijamin deh nggak bakal berinteraksi sama penduduk lokal."







V: "Hooooo…"
E: "Tentang mata kuliah yang gua ambil, ada namanya democracy and human rights semester lalu. Si professor ini senior sekali. Keselnya, dis mengerti banger sama sejarah Indonesia dan tau UU di Indonesia yang bahkan gua aja nggak tau. Jadi, selama mata kuliah itu, gua baca lagi UUD 1945 secara detail dan baca sejarah Indonesia lagi. Karena gua bikin perbandingan mengenai pers dan demokrasi di Indonesia dan Bulgaria. Ada juga cerita tentang teman-teman internasional, yang serunya karena beragam budaya lah ya, kita kalau makan di luar suka agak ribet karena gua dan temen dari Maldives ini nggak makan babi, jadi harus milih-milih restoran. Terus kalau janjian, temen-temen dari beberapa negara ternyata tukang ngaret, apalagi yang dari Spanyol, mereka lebih ngaret dari orang Indonesia!"






V: "Ga, kangen nggak sama Indonesia?"
E: "Kangen bangeeeeetttt! Kalau nggak ada bumbu-bumbu instant makanan tradisional Indonesia, nggak tau deh bertahan hidup di sini gimana. Jujur, gua kangen banget sama makanannya, terutama pecel ayam, bubur ayam, sama martabak, karena kalau kangen sama orang-orang, misalnya keluarga, masih bisa video call kan? Coba, kalau makanan??? Nggak bisa video call untuk nyicipin rasanya."






V: "Di Bulgaria nggak ada restoran yang jualan makanan Indonesia Ga?"
E: "Nggak ada, bahkan di Sofia (ibu kota), nggak nemu. Tapi masih untung, ada supermarket Jerman yang jual beragam Thai sauce dan beberapa mirip lah sama sambal di Indonesia. Gua bawa sambel belibis tiga botol, abis dalam tiga bulan."







V: "Ega, kapan balik ke Indonesia?"
E: "InshAllah Agustus."







V: "Ada kota-kota yang masih pengen lu kunjungi Ga di dunia ini?"
E: "Kalau di Bulgaria, pengen ke Plovdiv. Plovdiv itu ditetapkan oleh UNESCO sebagai kota budaya, terus katanya 2017 apa 2016 gitu ya bakal jadi ibu kota budaya nya Uni Eropa. Di Plovdiv, mereka punya sisa peninggalan Thracian, udah gitu sisa-sisa Ottoman Empire juga masih ada, ada masjid yang berfungsi di sana. FYI nih, Bulgaria itu salah satu negara tertua di dunia, hampir barengan punya sejarah kaya Yunani gitu, meskipun detailnya gue nggak hafal sih, tapi pas waktu kunjungan ke museum, si guide cerita kaya gitu."







V: "Wiiih, peradaban kuno gitu ya…"
E: "Kalau di luar Bulgaria, pengen ke negara-negara Eropa Tengah. Standar aja sih, ke kota-kota tujuan turis, kaya Budapest, Vienna, Prague. Alasannya biar melengkapi aja perjalanan di Eropa, hehehehe….Kalau ada waktu dan budget lebih, pengen ke kota-kota kecilnya juga, tapi belum menentukan mau ke mana. Mudah-mudahan semuanya bisa dikunjungi pas summer holiday, sebelum pulang nanti."







V: "Hoooo…"
E: "Kalau di Indonesia, pengen ke Belitong sama Aceh. Aceh itu provinsi paling unik se Indonesia dengan keislamannya. Terus liat foto-foto temen yang orang Aceh, banyak banget tempat-tempat bagus buat dikunjungi. Kalau Belitong, karena pantainya. Well, gue sampai saat ini belum terlalu punya keinginan untuk ke Amerika, takut ditembak….Soalnya belum siap pacaran lagi, eh ini apa ya?"






V: "Huwooooh itu kalimat terakhir, kudu di highlight…….di forum yang berbeda! Eh Ga, lu punya lagu yang biasa lu denger selama di Bulgaria?"
E: "Gua nggak tau lagu-lagu Bulgaria, I mean, hafal liriknya atau penyanyinya. Tapi, musik yang bakalan mengingatkan gua akan Bulgaria, pasti musik 'Chalga'. Jenis musiknya kalalu di denger-denger itu agak campuran, Arabic sama India, jadi kalau denger-denger jenis musik kaya gitu pasti inget Bulgaria."







V: "Chalga itu nama penyanyi?"
E: "Chalga nama aliran musik. Orang-orang sini banyak yang benci, kaya dangdut di Indonesia gitu, ada fans garis keras, ada juga yang nggak suka banget kan? Terus, video klipnya biasnaya seksi-seksi kaya dangdut gitu. Ooooh, gue juga suka banget lagu I'm Yours-nya Jason Mraz…."







V: "Kenapa?"
E: "Karena suatu waktu, lagi di dalam mobil temen, diputarlah lagu I'm Yours lalu gue nyanyi. Terus pas kita ke karoke dalam rangka perpisahan sama beberapa temen di sini, gue diminta nyanyi lagu itu. Jadi, temen-temen di sini selalu mengingat gue dengan lagu I'm Yours."







V: "Okeh, pas lu balik ke Indonesia, gue tentant lu nyanyi I'm Yours…..versi chalga! Terus nih Ga, ada do & dont's buat orang-orang yang pengen ke Bulgaria?"
E: "Harus selalu diingat, kalau geleng-geleng di sini tandanya iya, sedangkan ngangguk-ngangguk itu artinya tidak. Terus, minumlah yoghurt asli sini, plus mungkin dengan mulai tau huruf-huruf cyrillique, kaya huruf-huruf Russia gitu,  akan cukup membantu."








V: "Ga, rencana setahun ke depan apa?"
E: "Pengen segera lulus kuliah."







V: "AMIIIIIN YA RAB! Eh Ga, dari segala hal yang pernah lu lalui, hal apa yang paling lu syukuri?"
E: "Hmmm, sesimple gua mensyukuri kalau bisa masak telor sebanyak apapun gua mau. Dulu jaman SMA, tinggal nebeng sama Bibi, kalau sarapan makan telor satu, harus dibagi dua sama sepupu, sekarang bisa makan telor tiga biji sekaligus, alhamdulillah banget, uang beasiswa sangat cukup buat beli telor di sini….."







V: "Howalah…."
E: "Sebelumnya, gua doa sama Allah itu cuma pengen kuliah, setelah lima tahun baru dikabul, eh ternyata dikasih bonus kuliah di luar negri, jadi itu yang paling disyukuri."
V: "Kyaaaaa, Egaaaaa nuhuuuun atas waktunyaaaa…."




Yuhuuuu, semoga ceritanya Ega ini bisa memberikan sedikit-banyak insight untuk teman-teman kelompok PENgamat CeritA-cerita VIERa semuanya!


Sumber foto: dokumen pribadi Ega.





Kamis, 31 Maret 2016

Jajakut!

Jajakut????

Yup, alias jalan-jalan ke Jakarta Utara….

Heihoooo, sekarang saya lagi ada di sebuah hotel di kawasan Ancol nih….

Ngapain seorang Yang Mulia Teteh Viera ke daerah Jakarta Utara???

Lagi boring nih, lagi kepengen ngasih makan lumba-lumba di sekitaran sini…..

Sebagai penduduk Kabupaten Bogor yang yang nge hits, saya cuma biasa maen ke mal di daerah Jakarta Selatan atau Pusat, huhuhuhu…..Soalnya ya kalau maen ke selain dua wilayah Jakarta yang saya sebutkan sebelumnya, saya suka nyasar T^T

Lah, kalau tersesat di Jakarta Selatan, paling banter nyasarnya ke daerah Depok atawa Bogor, masih daerah kekuasaan saya lah itu. Atau, kalau ilang di Jakarta Pusat, menurut warga kota sejuta angkot, transportasi umum di daerah Pusat itu punya banyak pilihan, inshAllah masih bisa pulang ke Bogor dengan selamat.

Lah nyasar di Jakarta Utara, udah unreachable nih, bisa-bisa sampe Tanjung Priok, disangka intel kasus PELINDO nanti, hehehehehe…..

Eh balik lagi ke cerita, pada awalnya saya mengira kalau daerah ibu kota bagian utara itu 'dikuasai' oleh etnis Tionghoa. Hal ini dibuktikan dengan letaknya yang berdekatan dengan banyak pusat perbelanjaan dari gadget, yang agak identik dengan kaum Chinese.

Tapi, di hotel yang saya tempati sekarang, kebanyakan tamu yang datang dari kawasan Timur Tengah. Hmmm, mungkin emang lagi waktu liburan masyarakat Teluk ya? Tapi, menurut Mita, temen saya yang pakar dunia per-bule-an, daerah Jakarta Utara itu terkenal dengan kawasan disko-asik-asik-ulala-nya, yang menjadi daya tarik tersendiri buat daerah tujuan wisata para pria bertubuh kekar ini.

Berasa kaya lagi umroh gini, cuma kalau di Arab Saudi mah, pas buka tirai teh langsung disapa sama pemandangan Kabah, kalau di sini mah, pas buka gorden…..







Pemandangan kaya gini yang saya terima T^T

Bai de wei, saya mau share sedikit cerita mengenai pengalaman saya dengan sesama tamu hotel namun berhidung jauh lebih mancung dari saya ini….Jadi, tadi saya sempat terjebak di lift bersama dua orang pria asal Arabic.

Yang Mulia Teteh Viera merasa ketakutan?

Nggak tuh, saya sih yakin 200% dengan badan saya yang kuntet kaya gini, daripada dijadiin istri muda, mereka lebih tertarik buat adopsi saya jadi anak T^T

Sambil membuang waktu, mereka mengajak saya ngobrol. Awalnya mereka menanyakan apakah saya tamu hotel sini atau bukan, dateng ke hotel ini dalam rangka apa, dan yang terakhir….."are you coming from Jakarta or Puncak?"

Beuuuuuuuuuu!!!!!!

"Do you know Puncak?" Tanya mereka.

"We will go to Puncak…" Lanjut mereka lagi.

Puncak Pas? Puncak Asmara? Menuju Puncak….Gemilang Cahayaaa~

Eh buat temen-temen kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa) yang kurang ngerti apa korelasinya antara Puncak sama Arab, silahkan googling sendiri ya T^T saran saya, bisa masukin keyword: 'Arab di Puncak' dan taraaaaaaaa???

………….. (isilah titik-titik di bawah ini)

Rabu, 30 Maret 2016

First time

"Jadi, kita?"

Suara gemericik air hujan menemani untaian kalimat tersebut.

Dinding ruangan kedai kopi kecil berwarna putih yang dihiasi beberapa tulisan kutipan penyemangat dari orang-orang terkenal di dalam bingkai besi berwarna coklat muda.

Dua tanganku mulai memutar-mutar tanpa arah gelas berisi teh yang kian dingin.

Hembusan uap dari mulutnya menjadi jawaban tersendiri dari pertanyaanku barusan.

Lima belas menit berlalu dan tidak ada pergerakan berarti dari tubuhnya. Sesekali dia menyeruput american latte-nya. Terkadang kumainkan sendok kecil yang ada di pinggir gelas keramik berwarna hijau itu. Aku yakin rasa latte-nya semakin pahit, sedangkan rasa teh ku semakin hambar.

Beberapa pelayan terlihat hilir mudik di hadapan kami. Beberapa pengunjung kedai itu mulai berdatangan. Terdengar suara kamera dari telepon seluler mereka. Interior kedai kopi itu memang menjadi sasaran empuk media sosial para anak anak muda di Ibu Kota.

"Kamu…."

Akhirnya dia buka suara. Kutenggakan kepalaku yang sedari tadi dalam posisi setengah menunduk. Kedua mataku melihatnya dengan tatapan kosong.

Peristiwa itu sudah beralangsung terlalu lama. Rasa amarah bercampur kecewa sudah ada di dalam benaknya. Ketidakpedulianku terhadap apa yang terjadi. Kelelahan berlebihan yang dialaminya. Namun, anehnya rasa sedih itu tidak muncul sama sekali.

Mati rasa.

"Ya?" Tanyaku.

Jari telunjuknya mengarah padaku. Kusempat mengintip bahwa kedua kakinya digerakan pelan berkali-berkali, pertanda dia tidak yakin dengan apa yang dilakukannya. Sudah cukup lama aku mengenal kebiasaannya yang satu ini.

Mulutnya terbuka lebar, tampak seperti ingin meneriakan sesuatu. Mataku mendelik tajam. Dia dekatkan jari telunjuknya ke tubuhku.

Sekelibat, rasa sakit itu muncul kembali. Derasnya suara hujan mengaburkan ucapan yang keluar dari mulutnya. Mulutku tersenyum sinis.

Terdengar kata mimpi dan ego dia ucapkan secara bersamaan. Dia memalingkan mukanya. Kupejamkan mata ini secara perlakan.

"Nggak ada yang salah dari orang punya mimpi…" Kataku.

"Nggak ada yang salah dari orang punya ego…" Ujarnya.

Aku memanggil pelayan, memberikan dua lembar uang seratus ribuan.

"Mbak, ambil kembaliannya…." Aku beranjak dari kursi kayu tempat kami duduk selama ini di pojokan kedai kopi itu.

Aku terdiam sebentar dan mengarahkan jari telunjuk ke arahnya, "kamu? Ambil egonya…"



****



Kyaaaaaaaa…..Finally I'm bacccccccck!!! Feels like it's just the first time nulls di blog ini :( Deg-deg-an  takut ada yang baca dan ngerasa kesindir atau malah deg-deg-ser nggak ada yang baca sama sekali, hehehehe...

Gimana kabar temen-temen semuanyaaaa???? Semoga selalu dalam lindungan-Nya. Lagi sering banyak berita bom bunuh diri di mana-mana nih. Uuurgh, emang bener ya apa yang ada di kitab suci, yang akan menghancurkan peradaban sebuah bangsa itu ya manusianya sendiri T^T

Ah sudahlah, peradaban boleh hancur, tapi perilaku baik dan optimis mah jangan ya…Atuh, buat apa kita dikasih hati sama Tuhan, kalau cuma buat dihancurkan para mantan, azeeeeeek~

By the way, akhir-akhir ini lagi kesengsem sama lagu 'First Time'-nya Day6, sebuah boiben Korea. Sekiranya lagunya kaya gini:







Uo-oh, nggak typical lagu boiben Korea yang jijingkrakan ke sana ke mari yaaah???

Terus pas ngulik-ngulik liriknya, di bagian refrain; "For the first time, I go having a different dream, I say goodbye to you, these words will be the last…."

Ulalala, langsung kepikiran buat cerita ini, kyaaaaa~ Kenapa ya saya teh kalau buat cerpen suka yang sedih-sedih melulu???? Nanti mah harus dengerin lagunya Justin Bieber kali ya??? Biar bisa buat cerita yang lebih hepi.

Oke deh, tunggu tulisan-tulisan berikutnya ya guys ;)









Sabtu, 20 Juni 2015

#SKSC: The Walk

Semenjak pindah kantor, jarak tempuh yang harus saya lalui dari Stasiun terdekat menuju gedung kantor semakin menjauh.

Biasnya saya cuma harus jalan kaki 15 menit, sekarang bisa sampe 45 menit. Wohoooo~ Tuhan mah tau aja ya ngasih cara biar mahluknya lebih banyak olah raga, kekekeke.

Sebenernya sih, saya bisa aja naik kendaraan umum tambahan dari stasiun ke kantor, misalnya; bemo, kopaja, metromini, taxi, sampe ojek.

Tapiiiii, buat saya, kayanya sayaaaang banget buat memperpendek waktu saya untuk bersyukur dan mengeceng.

Bersyukur dan mengeceng?

Yup, bersyukur. Selama 45 menit itu saya selalu disuguhi pola tingkah laku manusia yang bikin saya suka nyesel kenapa waktu kuliah dulu ambil jurusan desain interior bukan psikologi. Hiks!

Jadi, selama di perjalanan back and fort from the office to the rail station itu saya selalu dikasih berbagai madam cerita seru.

Ada mbak-mbak dan mas-mas yang lagi berantem. Bukan salah bunda mengandung ya, walaupun kuping ini udah disumbat sama earphone dengan lagu kekinian, tapi saura pasangan muda yang lagi cek-cok masuk tanpa permisi aja gitu ke telinga. Konon katanya sih, si mas-mas-nya ketauan selingkuh. Weeew~

Ada nenek-nenek sama cucu perempuannya yang suka jualan tisu.

Ada mas-mas kuli bangunan MRT yang suka kongkow-kongkow di kursi kayu yang disediakan oleh PEMKOT DKI, sambil godain teteh-teteh kantoran yang suka pake baju seksi.

Ada bapak-bapak…..yang nanya arah ke Bandung, soalnya dia mau jalan kaki. Ma Lord~ Terus cerita kalau dia dari Sulawesi, kecopetan 1,5 juta di Kopaja, sekarang mau nyusul temen-temennya ke Bandung. Minta duit ke saya. Helllllllaw~ Be carefull ya teman-teman kalau ketemu sama tipe orang kaya gini. Banyak-banyak dzikir. Curiganya takut dihipnotis.

Eh kali aja emang dia bener-bener butuh uang buat ke Bandung???

Well, well, well. Jadilah pejalan kaki yang cerdas. Yang nggak cuma gunain otot, tapi otak juga. Saya ngecek kejujuran si bapak-bapak ini dengan menanyakan, "kalau bapak memang mau ke Bandung, mari jalan bareng saya sampai travel terdekat, nanti di sana saya bayarkan ongkosnya?"

Namun, si bapak tetap menolak tuh. Fix, such a liar! Ya udah deh, akhirnya saya tunjukin aja si bapak itu jalan kaki ke Bandung. "Dari sini, bapak jalan terus, belok kanan di persimpangan, dari situ bapak ikutin aja jalan tol."

Tapi, selain pengalaman mendebarkan jiwa seperti ketemu bapak-bapak nyeremin di atas. Selama perjalanan kaki ke kantor itu, saya juga mengalami pengalaman mendebarkan di hati.

Yuhuuuu~ Mengenceng. Sambil dengerin lagu:



Banyak para pekerja Jepang di sepanjang jalan yang saya tempuh berseliweran. Aduuuuh~ Ini mah rahasia kita berdua ya, saya itu paling meleleh ngeliat kaum urban Jepang yang tampan aduhai. Lemes deh lutut. Yaaa, anggep ajalah saya bersyukur akan salah satu ras ciptaan Tuhan yang satu ini~

Jumat, 05 Juni 2015

#SKSC: Westlife

Perjalanan pulang kantor dari business district di  kawasan Sudirman lalu ke Stasiun Duri sampai Stasiun Cilebut kali ini disponsori oleh lagu Westlife se-album!

Yup! Siapa yang nggak kenal sama Westlife. Sebelum saya pengen punya suara kaya Arina Mocca, punya pacar seperti Julian Casablanca-nya The Strokes, dan punye temen nongkrong selayaknya G Dragon, suara seorang Markus Feehily lah yang menjadi sumber inspirasi saya….*bera sekebon*

Jadi, perjalanan selama dua jam tadi, saya bener-bener flash back, sama beberapa peristiwa yang pernah terjadi antara saya sama Westlife.

Berikut ini adalah delapan bukti nyata, betapa seorang Viera tak akan sekuat sekarang kalau nggak sering-sering dengerin lagu if I let you go -nya Westlife dahulu.


1. Konser Westlife adalah pertunjukan musik live pertama yang pernah saya datangi.

2. Kemunculan saya di layar TV untuk pertama kalinya, adalah di acara Clear Top 10, ketika saya sedang antri di GBK mau nonton konser Westlife.

3. Lagu bahasa Inggris pertama yang saya artikan ke dalam bahasa Indonesia adalah 'if I let you go'-nya Westlife.

4. Pernah nelepon majalah Kawanku sampe 10 kali, cuma buat nanya majalah mereka yang edisi khusus Westlife bakal terbit kapan.

5. Punya koleksi pin up Westlife yang disimpen rapi sampe sekarang.

6. Di antara semua lagu Westlife, paling disukai adalah Fool Again.







7. Saya fans garis kerasnya Mark dan sempet nangis waktu dia ngaku homo di publik.

8. Salah satu motivasi pengen banget ke luar negri waktu masih SMP adalah ketemu sama keluarganya Nicky Westlife yang konon katanya mantan atlit sepak bola di Leeds United dan pacaran sama anaknya perdana mentri Irlandia.


Kalau kamu gimana? Suka Westlife juga? Lagu kesukaannya apa? Personil favorite nya siapa?






Jumat, 22 Mei 2015

#SKSC: My Bitter Heart

Beberapa hari terakhir ini, hati dan pikiran saya sedang terkoyak, iyah, terkoyak, kaya bajunya Pangeran Endimion, si cinta sejatinya Usag Tsukino, yang ditarik paksa sama Queen Veril, sang ratu kejahatan T^T

Banyak hal terjadi yang di luar perkiraan, di luar rencana, di luar dingin, enaknya makan sakoteng nih….Aaaaah, tuh kan nulis blog nya pun ga pokus T^T

Pokoknya ya, terlepas dari baik ataupun buruk, satu hal yang pasti, saya nggak siap buat ngadepin semua kejadian ini. Tapi ya gitu deh, when unprepared is part of prepartion itself.

Tak terhitung air mata ini beberapa kali turun. Mulai dari air mata rasa senang yang luar biasa, air mata rasa putus asa,  air mata nahan kencing di dalem kereta gerbong wanita, sampai air mata tak terkira ketika tahu kalau bebeb 1 sedang update status berduaan bersama si mantan, bebeb 2 lagi listening song di path bersama gebetannya, bebeb 3 baru upload foto liburan bareng wanita lain T^T O Ma Lord, mana baygon??? MANAAA???  Ini kamar saya banyak nyamuk….

Sambil dengerin lagu Teteh Zee Avi,







Saya nyanyi bagian "Bittteeeeer heaaaaaart, my bitter heaaaaaaaart is getting just a little fragile…." sambil ceurik gogoakan.

Sampai suatu di Senin pagi, ketika sedang menunggu keberangkatan kereta ke Sudirman dari Stasiun Bogor. Seorang bapak-bapak necis, berkumis, dan berambut klimis, terduduk manis, di dekat saya.

Terlihat di seluruh jarinya yang sebelah kiri, batu akik warna-warni tertata cukup rapi. Tadinya pengen saya poto, tapi demi rasa gengsi  berlebih, ya udahlah yah, bairkan moment ini terekam dengan baik saja di mata saya.

Sebuah pemikiran menggemaskan pun terlewat begitu saja di otak saya. "Hmmmm, lu pikir idup lu ribet??? Tuh liat bapak-bapak sebelah lu, ada cincin 5 biji di tangan kirinya, buat cebok aje dia udah ribet, apalagi jalanin idup sehari-harinye…"

Abis mikir itu, saya langsung berasa nggak pantes buat ngerasa ngejelimet buat ngadepin masalah yang sedang saya alami. Meeeeen, si bapak-bapak itu aja masih bisa percaya diri pake batu akik lima biji di tangan kiri, masa saya yang febeleus, merveleus, dan udah dikarunia berbagai macam kesempatan sama Tuhan buat ngerasain beberapa hal kece ini, kalah sama sekumpulan batu bacan dan kecubung itu!










Jangan lupa cebok yang bersih yak!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...