Minggu, 19 Juni 2016

Zia

Heihooooo, jadi saya lagi ngapusin beberapa draft postingan yang nggak jadi saya posting gara-gara tulisannya ngambang atau ceritanya sudah keburu kurang gregetz, huhuhuhu T^T

Tapi tau-taunya saya nemu tulisan ini. Tadinya sih pengen dihapus, tapi sayang nih…Soalnya kayanya saya udah selesai jadi sebuah postingan yang lumayan utuh dibandingan sama deleted-post lainnya.

Eh, eh, eh baca ceritanya sambil dengerin lagu yang lagi terus-terus saya puter dua hari terakhir ini yaaaa….







***

Udara senja saat itu terasa terlalu dingin dibandingkan hari-hari sebelumnya. Zia menyandarkan pundaknya di tiang penyangga halte bus. Tas coklat berisikan tumpukan sketsa gambar kerja interior ruangan yang sedang dikerjakan, dipegang erat.

Sesekali tangan kanan Zia memainkan tali dari jaket kulitnya, mengecangkan ikatannya, berharap dapat membuatnya hangat sesaat. Tak seperti biasanya, bus yang Zia tumpangi belum tiba juga. Waktu sudah menunjukan hampir pukul tujuh.

Beberapa mobil tampak lalu lalang dengan cepat di hadapan Zia. Dalam rasa penuh ragu, Zia menengok ke kiri dan ke kanan. 

Terlihat seorang pemuda dan pemudi sedang berbincang penuh canda. Si pemuda melakukan beberapa tingkah laku yang menyerupai pelawak kenamaan di televisi dan si pemudi bereaksi dengan tepuk tangan diselangi derai tawa. Zia ikut menebak-nebak gerakan yang dilakukan si pemuda dalam hati. Dulu Zia pernah melakukan hal yang sama seperti pasangan tersebut. 

Suara petir dari kejauhan Zia dari lamunannya. Menurut perkiraan cuaca yang ia baca di koran tadi pagi, malam akan turun hujan dengan lebat di Ibu Kota. Pantas saja, seharian ini sinar matahari tak terlihat.

Zia kembali melirik jam tangan berwarna hitam yang sudah ia pakai setahun terakhir ini. Jarum panjangnya sudah mendekati angka tiga, berarti sudah hampir satu jam, Zia berdiri di tempat perberhentian tersebut. Dulu Zia pernah menunggu di tempat yang sama.

Seorang pria paruh baya berlari kecil ke arah Zia. Kaus bergaris hitam-putihnya tampak sedikit basah kuyup di bagian punggunnya. Celana jeans dengan warna biru pudar dipadukan dengan sneakers berwarna putih yang dikenakan pria itu mengingatkan Zia akan seseorang yang pernah ia temui dulu. Zia menghela napasnya. 

Sekali lagi terdengar suara langit bergemuruh pelan. Akankan turun hujan? Pikir Zia. Seperti waktu itu.  Zia memejamkan matanya selama satu menit sambil berbisik pelan mantra penahan hujan. Konon katanya kalau dia mengucapkan kata-kata khusus itu, awan gelap akan hilang seketika ketika dia membuka matanya, seperti yang pernah dia lakukan dulu.

Tiba-tiba pria paruh baya yang kini berdiri di dekat Zia mengeluarkan telepon selularnya, terlihat ia memeriksa jadwal kedatangan bus di halte tersebut. "Telat lagi ya?" ujarnya sambil melirik Zia. Zia menjawabnya dengan anggukan.

Semenjak perluasan jalan utama sepanjang Taman Kota, sudah hampir setahun jadwal kedatangan bus itu kacau balau. Perlu kesabaran tingkat tinggi memang, karena tak ada pilihan transportasi lain yang bisa mengantarkan Zia ke rumahnya. Setahun yang lalu Zia selalu mengeluhkan hal ini, tapi sekarang dia sudah bisa menikmatinya.

Kegiatan menunggu yang banyak dibenci orang, malah menimbulkan ketagihan tersendiri bagi Zia. Setahun yang lalu, sesaat setelah membaca pesan singkat di telepon selularnya, Zia terburu-buru datang ke taman kota dengan perasaan yang tak karuan dia berlari menembus derasnya hujan saat itu. Dengan bus yang biasa dia naiki, sambil memejamkan matanya erat, mulut Zia menggumamkan berbagai macam doa yang dia hapal, tak luput juga doa mantra penangkal hujan yang diajarkan Fio.

Sepasang pemuda dan pemudi yang duduk di kursi sebrang Zia tertawa pelan melihat keanehan Zia. Mereka saling berbisik mengomentari  tingkah laku Zia.

"Next destination, Central Park. Next destination, Central Park." Suara supir bus terdengar dari pengeras suara bus, Zia berdiri dari kursinya cepat dan mengecangkan ikatan tali jaket kulitnya. Suara petir bersaut-sautan di luar. Cerahnya langit ketika pagi sudah tidak terlihat lagi, walaupun waktu masih menunjukan pukul enam sore. Padahal biasanya matahari baru terbenam di atas pukul delapan. 

Namun, Zia tak sempat memikirkan keanehan gejala alam saat itu. Dengan tergesa Zia menuruni bus dan berlari mendekati area pusat Taman Kota.

Di taman itu, Zia mendengar teriakan banyak orang dan raungan suara sirine ambulan dan mobil polisi saling bergantian memecah kesunyian waktu senja. Asap tebal berwarna abu tua mengepul di mana-mana.

Zia melihat penjaja es krim keliling yang biasa Zia dan Fio beli terduduk lemas di salah satu kursi kayu yang sudah mulai rapuh. Zia mengikuti arah telunjuk dari si penjual eskrim itu namun setelah beberapa langkah besar, Zia tiba-tiba berhenti. 

Badan Zia menggigil kencang, bukan dikarenakan tubuhnya yang sudah separuh lebih basah kuyup, tapi lebih dikarenakan pemandangan yang ia lihat saat ini. 

Zia hanya bisa menyandarkan pundaknya kepada salah seorang polisi wanita yang berusaha mencegahnya untuk mendekati tubuh Fio menggunakan celana jeans biru lusuh dan sepatu sneakers putih yang tampak terbujur kaku di bawah tiang lampu taman.

Sudah sepuluh menit terakhir, layar telepon Zia berkedip beberapa kali pertanda sebuah pesan masuk, nama Fio tertera di sana.

'This is our anniversary. Telat lagi ya?'


***



FYI, cerita di atas dibuat ketika saya lagi sediiiiiih banget, ketika saya baru aja nyelesein nongton episode terakhirnya Daehan, Minguk, Manse di The Superman Returns T^T 





Sabtu, 18 Juni 2016

Chef & My Fridge

Jadiiiii, seperti yang sudah dituliskan di postingan-postingan sebelumnya, saya lagi keranjingan nonton acara variety show masak-masakan ala Korea, 'Chef & My Fridge', sekarang ditambah sama 'Global Chef Wars'.

Nonton dua acara ini bener-bener bikin saya bernostalgia sama sebuah acara kartun kegemaran saya jaman dulu yang ditayangin Indosiar, judulnya, 'I was born to cook' atau 'Yoichi si Anak Cita Rasa'. Masih ada yang inget sama anime yang satu ini kah?






"Impiaaaan, cita-citaaaaaa, semangat dan ambisiiiiiih, tangaku selalu mencari sesuatuuuuuuh!!!!!"

Uwooooooh, semua itu terjadi sebelum para produser TV yang berikon ikan sapu terbang itu, nayangin acara kontes nyanyi, yang nanyinya 3 menit, komentarnya 30 menit itu T^T

Salah satu scene yang paling saya inget adalah waktu salah satu juri nyobain mie buatan si Yoichi, terus saking mie itu enak banget, langsung muncul bunga-bunga mawar bertebaran di mana-mana. Nah, si acara 'Chef & My Fridge' ini tampak 'me-manusia'-kan adegan-adegan yang saya tonton hanya sebagai gambar dua dimensi ketika masih kecil dulu.

Semenjak nonton acara perlombaan masak-masakan ini pun, kesukaan saya terhadap dedek-dedek gemesh berbadan six-pack tapi nggak bisa keluar rumah kalau nggak pake BB cream pun berubah, jadi sama koki-koki yang emang jadi panelist tetap di dalam acara tersebut yang ditayangkan di saluran JTBC tersebut. 

Dulu saya, nge-fans abis sama G Dragon, si Bigbang leader….






Sekarang, jadi Choi Hyun Seok, koki asal Korea yang restorannya menjadi salah satu 50 restoran terbaik di dunia.





Dulu, saya punya cita-cita pengen nikah sama Wooyoung oppa, si anggota 2 PM….





Sekarang, jadi selalu menanti-nantikan menu apa yang bakal dibuat sama Sam Kim, chef yang jago banget masak-masakan Italia.





Sebagai seorang wanita yang masih motong bawang daun pake gunting, ngeliat cowok yang jago masak itu bener-bener bikin deg-deg-an. Apalagi di acara 'Chef & My Fridge', di mana mereka harus bisa buat hidangan super lezat dari isi kulkas seadanya dalam waktu 15 menit aja….

Acara ini bener-bener inspiring banget buat saya buat nolak ajakan bukber dari temen-temen yang nggak begitu deket, ahahahaha…..Karena masak buat keluarga dan orang-orang terdekat itu tampak lebih menyenangkan daripada ngumpul tapi asik sendiri sama hape masing-masing, ehehehe….






Jumat, 17 Juni 2016

Menu Sahur Hari Ini

Hai-hai teman-temang kelompok PENgamat CeritA-cerita VIERa! semuanyaaaa…..

Seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya, kalau saya lagi keranjingan sama variety show masak-masakan asal Korea, 'Chef & My Fridge', tapi ada juga beberapa portal berita yang nulis kalau judul acaranya  'Please Take Care My Refrigerator'.

Semenjak nonton acara ini, ke-nge-fans-an saya terhadap dedek-dedek gemesh Korea pake celak dan bisa nyanyi sambil jumpalitan pun berubah ke pria-pria paruh baya Korea bercelemek yang bisa motong bawang bombay tipis-tipis tapi cepet sampe talenannnya bunyi tok-tok-tok.

Maka terinspirasi dari para koki yang ada di dalam acara tersebut,  saya mau buat sop daging super simple untuk menu sahur kali ini.

Caranya gampang banget, tinggal masukin daging, lengkuas, bawang putih, ulekan cabe rawit, garem plus lada ke dalem panci, tambah aer, terus tunggu sekitar empat jam. Huhuhuhu…

Nah, biar suasana acara 'Chef & My Fridge' nya sedikit berasa, saya suka masak sambil dengerin lagu-lagu boiben-boiben Korea yang lagi sering diputer di youtube playlist saya, seperti:



Block B - Toy



Dengerin lagu Block B yang satu ini tuh paling enak pas lagi nunggu air mendidih sambil motongin lengkuas sama daging kecil-kecil.



Got7 - Just Right



Kalau lagu yang satu ini saya dengerin sambil nakar garem sama lada sambil dikocek-kocek di atas pancinya.



iKon - #WYD



Kalau lagu ini paling demen saya puter sambil icip-icip kuah sop nya, apa kurang asin atau kurang gurih...



Bigbang - Bang Bang Bang



Lagi ngulek cabe rawit???? Nggak ada lagu yang lebih cocok dari lagu akang-akang Taeyang, Jidih, Ti-O-Pi, Daesung, Seungri yang satu ini. Kayanya setiap di teriakan; "Bang! Bang! Bang!" itu semangat buat ngulek cabenya langsung berasa mau jihad ke Suriah!



Busker Busker - Cherry Blossom Ending



Nah, dengerin lagu ini saya lakuin pas lagi plating….Beuuu, 'plating' apaan deng, bisa masukin sop ke mangkok nggak tumpah di sana dan di mari aja udah bikin saya seneng T^T



Cuma saya mau minta maaf nih, karena keburu laper, jadi saya keburu makan dan saya lupa moto sopnya T^T Saya cuma sempet moto ini…..






Dikira daging, eh taunya lengkuas T^T



Rabu, 15 Juni 2016

Menu buka instant

Heihoooo, assalamualaikum semuanyaaaa!

Gimana puasa hari ini??? Lancar? Gimana buka bersamanya? Udah ditanya kapan lulus? Udah ditanya kapan nikah? Udah ditanya kapan punya momongan?

Huwooooh, semoga segala hasrat ingin membolak-balikan fakta yang ada ketutup sama pahala menahan emosi terpendam eaaaaa, hehehehe.

Sambil nunggu sahur, saya mau share menu buka puasa saya malam ini…..






Hohohoho, indomie pake telor pake cabe rawit T^T Udah mulai tanggal-tanggal di mana mie instant jadi makanan mewah nih….

Bai de wei, sambil sehah-sehah gegara kepedesan makan indomie pake rawit, saya nongton berita di tipi kalau di Korea Selatan baru aja dilaksanain pameran mie instant. Jadiiiii, seluruh produsen mie instant kenamaan di dunia ngumpul di sana untuk menunjukan kebolehan produk-produk mereka dan tentu aja, indomie nggak ketinggalan doooong.






Konon katanya, kemunculan booth mie instant asal Indonesia menimbulkan antrian terpanjang di dalam acara tersebut. Wiiiih, emang nih kalau masalah makanan, Indonesia jawara banget, makanan instantnya aja bikin nagih.

Pariwisata Indonesia mah emang paling cocok nonjolin kulinernya, atuh dari seluruh hasil wawancara singkat saya sama temen-temen Indonesia yang lagi berkesempatan ke luar negri, pasti hal yang pengen bikin mereka balik ke Indonesia téh makanannya…..





Jumat, 10 Juni 2016

My Potato Potata

Assalamualaikum sadayana???

Buat yang lagi puasa, gimana lancar djaya abadi kah? Masih ada yang suka pura-pura nggak sengaja nelen aer wudhu pas mau shalat dzuhur???

Bai de wei, Tuhan punya cara sendiri buat membangunkan umatNya untuk sahur, seperti yang saya alami sekarang, melalui tukang dipidi yang nyetel lagu Dewi Yul jam 2 pagi pake suara dolby surrender T^T

Di postingan kali ini, saya mau share menu sahur saya hari ini….







ENG ING EEEENG~

Iyuuuuh, wat is det???? Geleuh ya ngeliatnya???? Ahahahaha, biar fotonya kaya gitu, tapi inshAllah eat-able.

Jadiiiiiiiii, udah sekitar sebulan ini saya kepincut sama korean variety show, 'Chef and The Refrigerator'. Di mana, setiap episodenya kita bakal ditayangin apa isi kulkas dari para selebriti Korea terus nanti ada beberapa chef terpilih yang harus membuat makanan dari isi kulkas tersebut selama 15 menit saja!







Maka dari itu, terilhami dari serial tersebut, semenjak sahur day-1, saya jadi suka eksperimen sama menu sahur saya.

Nama menu sahur di atas adalah…..My Potato Potata, yang dimasak nggak lebih dari 5 menit, tapi persiapannya hampir sejam, ahahahaha.

Sebenernya yang bikin lama itu adalah waktu saya untuk merebus si kentang, biar gampang ngupas kulitnya, saya harus merebus kentang tersebut sekitar 30-40 menit di air mendidih, terus saya dinginkan sekitar 20 menit-an.

Abis itu mah, tinggal masukin ini itu.

Yang penting kalian punya:

- Kentang
- Bawang Bombay
- Cabe Rawit
- Garem
- Gula
- Bawang Putih
- Mentega
- MSG
- Keripik, kerupuk, atau apapun yang bisa buat masakannya crunchy

Semuanya bahan dalam takaran secukupnya. Yang suka pedes, boleh pake cabe rawit sebanyak mungkin, yang suka gurih-gurih nyoi, bisa banyakin MSG, dan seterusnya.

Cara masaknya???

Pertama-tama, baca bismillah.

Kedua, masukin semuanya jadi satu di dalam wajan.

Ketiga, ucapkan hamdalah.

That's it! Ahahahaha,

Urutan masukinnya; mentega - bawang putih - bawang bombay - cabe rawit - kentang - MSG - gula - garem - taburin keripik di atasnya and voilaaaaa, jadilah menu makan sahur yang sakinah, mawadah, dan warahmah :)


Selasa, 07 Juni 2016

Top 5 K-Pop 05/06/2016

Sekarang, pas saya nulis di blog ini (yang entah kapan bakal diposting-nya), waktu menunjukan jam 2 pagi di jam dinding kamar saya dan tiba-tiba aja terdengar jelas di kuping saya……..

"TANPA UNDANGAAAAAN…..DIRIKUUU KAU LUPAKAAAAAN….."

Astagfirullah T^T

Etaaaaaaa, kenapa suara Teteh Desih Ratnasarih terdengar dolby surround di daerah Cibinong dan sekitarnyah????

Tukang dipidi yang sering mangkal di depan rumah saya berulah lagi nih. Kemaren, dia sempet muterin  muterin lagu Novia Kolopaking jam 11 malem, Baby-nya Justin Bieber jam 12 malem, sampe lagunya ST 12 pagi-pagi buta.

HUAAAAAAAAAA T^T

Kalau mau belajar toleransi kagak usah jauh-jauh ya ke daerah konflik, noh tinggal nengok di depan rumah saya aja T^T

Well, emang sih saya punya hak untuk istirahat jam segitu, tapi mereka juga punya hak untuk mendapatkan penghasilan. Ma meeeeeen, jarang lho ada tukang dipidi 24 jam di kawasan Cibinong.

Ngggg, sebenernya sih saya nggak terlalu mempermasalahkan sama suaranya Teteh Desih Ratnasarih, sebenernya sih, nggggggg….Saya malah pengen request lagu gitu ke tukang dipidi…..

"Bang lagu Big Bang ada Bang Bang Bang?"

Kemudian ku bernyanyi lagu Bang Bang Bang-nya Big Bang….

Huehehehehehehehehe….Atulaaaaaah, kapan lagi bisa denger suara T.O.P Oppa  di sepertiga malam di kawasan Cibinong dan sekitarnya, itu gimana ya kalau T.O.P adzan shubuh????  Lemeeeeees kaaaaakaaaaaaak T^T

Yes! Once you k-pop, you'll never stop!

Jadi, di postingan kali ini saya mau bagi-bagi top 5 lagu oppa-oppa Korea sono yang lagi saya dengerin akhir-akhir ini, huhuhuhuhu, hanaaaa, dul, seeees….



1. You & Me by Kisum feat. Jooyoung



Aduuuuuh Oppaaaa Jooyoung, sarangeyoooo to the moooon. Rapping nya Teteh Kisum juga, endes banget. Kan biasanya yah, lagu-lagu Korea sono, yang nyanyinya teh cewek terus yang yang nge rap-nya cowok, ini mah kebalik, tapi seimbang banget. Ditambah lagu video klipnya kyeoptaaaaaa bangeeeeeeedz. Pernah dulu deket sama samwan-samwer-autder, setiap si samwan-samwer-autder telepon, ringtone nya lagu ini, hihihihihi…..


2. Ordinary Love by Kyung Park feat. Park Boram




Ini sebenernya tipikal lagu-lagu K-pop featuring jaman sekarang yang sering diputer di cafe-cafe gitu, tapi, tapi, tapi, Oppa Kyung Park iniiii subhanallah gimana ya ngomongnya yaaaah, kasep pisan, suaranya juga saya suka T^T


3. Turned of The TV by Leessang feat. Yoon Mi Rae & Kwong Jungyeol



Sebelum kenal Running Man, saya keburu jatuh cinta sama Garry Oppa dari lagu ini. Pertama kali denger lagu ini, langsung nyari-nyari di youtube, dengan kemampuan bahasa Korea yang minus 7, sedableg-dableg nya saya nulis "nona nona saya ngesot, nan tivi di kosok…." di kolom keyword, ya wassalam ya baru nemu videonya pas mulai nonton running man, pas Song Ji Hyo suka bilang ke Garry kalau dia suka banget sama lagu ini, uh oh uh oh…..


4. Officially Missing You by Geeks




Ini teh sebenernya covernya lagu si Tamia dengan judul yang sama nu tersohor tea, tapi entah kenapa beat yang dibuat sama orang Korea ini lebih, hmmmmm, kalau kata tukang tahu bulat digoreng dadakan mah, versi Korea ini lebih gurih-gurih-nyoi, hihihihihi.


5. Letting Go by Day6



Ah ini mah, udah lah, die-you-die moment banget! Kalian harus liat si band ini cover lagu-lagu Korea kenamaan, aaaaah meleleh hati Yang Mulia Teteh Viera, nggak kuaaaaat T^T Suara vocalist-nya aduduuuuuuuuh, ibarat kata mah kaya sop buah Pak Ewok, pas banget!


Nah sekiranya segitu top 5 lagu-lagu Korea yang lagi sering saya dengerin akhir-akhir ini, kalau kalian kumaha? Ada lagu K pop yang lagi diapalin nggak dance-nya? Atau lagi dengerin lagu Korea yang mau segimana nggak enakeun lagunya, tapi sehubungan yang nyanyinya oppa-oppa ganteng, jadi we didengerin?







Senin, 30 Mei 2016

Ssupp buddy from Hendra in Australia

Beberapa waktu yang lalu, saya ketemu sama my old partner in crime di peluncuran buku karya dia tentang jalan-jalan keliling ASEAN.

Kenalin, namanya Hendra, saya biasa panggil dia Hendrot. Buat yang mikir kalau Hendrot adalah singkatan dari Hendra Gembrot, kalian salah besar! Saya sudah memanggil nama itu, ketika badan Hendra masih ideal,  jauuuuuuuuh sebelum badannya sebesar sekarang. Emang ya nama panggilan itu sebagian daripada doa T^T

Buku yang berjudul 'ASEAN Escape' merupakan kumpulan traveling story seorang Hendra selama berkeliling ASEAN beberapa waktu yang lalu, yang bisa temen-temen kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) baca juga di blog beliau: http://letsescape.me 









Pertama kali ketemu Hendra, ketika saya kuliah di sebuah universitas di kawasan Salemba. Dia teman sekelas saya di kelas Kajian Wilayah Eropa. Dulu kami bercita-cita ingin jalan-jalan ke Eropa dan alhamdulillah a couple years ago, cita-cita kami terwujud dengan caranya masing-masing. Saya pake program beasiswa, beliau pake program backpacker sambil nulis buku.

Buat kalian yang baru baru pengen jalan-jalan keliling ASEAN murah meriah, saya highly recommended banget bukunya Hendra. Gaya bahasa dan cara memaparkan penulisannya mudah banget dimengerti ditambah detail harga dan tempat-tempat yang wajib dikunjungi.


***


Viera fabulous nan gorgeous (V): "Heeeeen, apa kabar?"
Hendrooot (H): "Baik banget Viera…"







V: "First of all, kenapa milih Ostralih? While some people attend to go to Europe right now?"
H: "Karena that's the only country yang ngebolehin orang Indonesia untuk ambil program work and holiday. Selain itu…Udah nyerah cari cara buat stay di Eropa, karena gagal mulu ngejer beasiswa, hahaha….."







V: "Hoooo….Sekarang di Ostralih di bagian mana?"
H: "Rencananya, bakal tinggal setengah tahun pertama di Sydney. Saya tinggal di salah satu suburb yang cukup tenang, bernama Arncliffe, 20 menit naik kereta dari city. Ibarat kata, Arncliffe itu semacam Serpong-nya Jakarta, hihihihi…."







V: "Emang rencananya bakal tinggal berapa lama di Ostralih?"
H: "Saya bakalan stay satu tahun…..Rencananya…."







V: "Ok, dan enam bulan berikutnya bakal tinggal di?"
H: "Lagi dipikirin, either di Perth atau di Darwin. Lagi menentukan kota mana yang income-nya bagus dan bisa sekalian outback ke taman nasional yang kece-kece…."







V: "Nggg….Outback?"
H: "Apa ya bahasa Indonesianya??? Bertualang ke alam liar gitu, jalan ke pinggiran Aussy yang masih wild."







V: "Wiiiih, sekarang udah berapa lama tinggal di Ostralih?"
H: "Ini mau masuk bulan ke tiga."







V: "Udah dapet apa aja di sana?"
H: "Dapet apa aja ya??? Duit udah pasti, hahaha. Terus, mungkin dapet pengalaman 'disiksa' kerja rodi ya…..Ritme kerja bule dan kita kan beda banget. Jadi, awalnya agak shock. Tapi, lama lama ya terbiasa, lebih belajar efisiensi waktu saat kerja."








V: "Emang diapain aja Hen di sana?"
H: "Duh panjang ceritanya, hahahaha! Pokoknya tuh semacam kerjaan dua-tiga orang dikerjain sendirian. Pernah, nyuci piring tujuh jam nggak berhenti-berhenti. Atau naik turun tangga bawa 20kg karung seprai sama handuk hotel, hahahaha…."







V: "Kyaaaaa, pulang ke Indo langsung keker ya????? Gue manggil lu Henkar, Hendra Kekar!
H: "Ini udah turun 10kg lho! Dua bulan aja! Dulu pake celana ukuran 38, sekarang pake 36, kedodoran….."








V: "By the way, kalau misalnya gue nyebutin kata Sydney, tiga kata yang terlintas di otak pertama kali apa?"
H: "Teratur, megapolitan, yet natural. Kenapa? Walau kota besar dan megah ini, semuanya serba teratur dan terikat macam-macam regulasi, tapi kita masih bisa dengan gampang menjumpai habitat-habita ketjeh, seperti burung-burung camar di tepian dermaga dan burung-burung warna-warni di setiap pepohonan. Kalau beruntung, bisa nemu ular atau bahkan buaya di selokan, hahahahaha! Jarang kan nemu binatang-binatang lucu ini di ibukota negara yang modern???"







V: "Anjiiiiir! Buaya di solokaaaaaan! Meeeen, di Jakarta mah di solokan adanya kulit kabel!"
H: "Iya, hahahahaha, temen gue pernah liat ada moncong buaya keluar dari celah paritan. Kampret banget!"







V: "Heeeeeen, nggak jadi ke Ostralih ah kalau kaya gini ceritanya…."
H: "Hahahahaha, jarang kok buaya kalau di kota besar. Kalau di Darwin, nah banyaaak…."







V: "Itu buaya Ostrali sodaraan sama buaya di Kebon Binatang Surabaya nggak ya??? Kayanya mereka bakal balas dendam….'Dulu sodara gue disiksa di Surabaya, sekarang saatnya pembalasan! Okay, next question, Selama di Sydney ada pengalaman tak terlupakan nggak?"
H: "Hmmmm, let me think…..Oh! Pas awal kerja, kan gue dapet kerjaan sehari 10 jam, kerja di resto sushi. Karena itu pertama kalinya kerja rodi, jadi setiap malem, pulang ke rumah, badan rontok banget. Kaki nyut-nyut-an dan selalu rendam air hangat. Sebelum tidur selalu dipastikan sekujur kaki udah ditempel 3-4 lembar koyo, saking pegal dan sakitnya. Setiap kelar kerja, selalu mikir, kerja kok ngoyo amat ya? Makanya, abis terima gaji, langsung berhenti dan nyari kerjaan yang lebih manusiawi dan jam kerjanya lebih sedikit, hahahaha!"








V: "Hoooo, dan sekarang lo kerja di?"
H: "Sekarang kerja di restoran bule gitu, nyuci piring, hahahaha. Ada yang sehari, empat jam, ada yang sehari, tujuh jam. Yang penting, nggak ngoyo lagi, kaya yang pertama dulu, hahahaha!"







V: "Eh, jadi pas pertama kali ke Ostralih tuh, lo belum tau bakal kerja di mana?"
H: "Belom sama sekali. Karena di sini, sistemnya tinggal dateng ke toko, bawa resume atau apply online dari salah satu situs terkenal di Aussie…."








V: "Waaaaaah, challenging pisan ya??? Berarti, ada kemungkinan pas lo sampe sana, lo nggak langsung kerja gitu dong?"
H: "Kemarin sih untungnya, dua hari nyampe, langsung dapet kerja. Rezeki anak soleh, tapi ya gitu….Kerja rodi, ahahahaha!"







V: "Oh gitu. Eh, selama lo di Sydney pernah ke mana aja?"
H: "Standard aja sih. Ke pantai-pantai kece, kaya Bondi, Manlu, sama Cronulla. Terus ke Opera House, ke Newton (semacam suburb yang banyak penginggalan bangunan 1900-an)."







V: "Wiiiih, sekarang jadi Hendra Kekar si Penjaga Pantai….Udah mulai ngerasa kangen sama Indonesia nggak Hen?"
H: "Wiiiiih, bulan pertama aja udah kangen banget. Suka homsik dan kangen masakan Indonesia….."







V: "Ini ya, dari pengalaman pertama kali gue mulai wawancara temen-temen gue yang lagi bertualan di luar Indo, pasti deh satu hal yang paling dikangenin dari Indonesia, ya makanannnya…."
H: "Kayanya not the place to be nih di sini…."







V: "Why Hen? Kayanya Ostralih tampak kece tuh for living…."
H: "Nggak tau sih, belom dapet swag-nya aja, hahahahaha. Taun lalu, gue kemari juga nggak kepengen stay for good di sini. Mungkin nggak ada jodoh atau gimana, hahahaha. Yang jelas kaya, I dont feel like living here for longer. Beda sama beberapa negara atau kota lain yang pernah gue kunjungi, ada yangpengen bisa stay lebih lama. Kerja di sini sih tampak terdengar kece, but wait until you experience it, ahahahaha."







V: "Kota apa yang pengen buat lo stay any longer Hen?"
H: "Bangkok! Hahahaha! Good food, good ambience, gue suka banger. Terus, pengen juga stay di Roma, nggak tau kenapa, rasanya Rome and its classic ambience blows my mind away…"







V: "Let's go to Rome for another trip ya! Somehow, gue jadi kangen sama kota yang satu itu…Hehehe.
H: "Gue, Juli besok balik ke Rome sama keluarga, ahahaha. Kangen ngeteh cantik di depan Pantheon, wkwkwkwkw…."







V: "Dari seluruh jenis makanan Indonesia yang lo kangenin, yang paling super duper lo kangenin apa Hen?"
H: "Gue kangen siomai sama bakso, hiiiks. Notning compares to these delicacy T_T"







V: "Dulu waktu gue stay di Italia, gue pernah mimpi dengerin suara tok-tok abang tukang bakso, pas bangun, langsung buka jendela gitu, dan langsung disapa sama salju. Lah kali, ada abang tukang bakso lewat pas salju????"
H: "Wkwkwkwkwkw, gue juga kadang suka ngarep lagi jalan di trotoar ada tukang siomay mangkal, ahahaha!"







V: "Eh Hen, jadi kapan lo berencana balik ke Indonesia?"
H: "Gue mau balik bentar bulan Mei besok. Mau ngurus proyek kedua yang hampir kelar, terus mau siap liburan bareng keluarga, hihihihi. Abis itu Agustus balik Aussy lagi deh….Ngebabu lagi…."







V: "Aaaah, what a life! Eh Hen, dari sejibun tempt yang pengen lo datengin, ada nggak kota yang bikin penasaran banget?"
H: "Hidup itu kudu dinikmati Pe…Buruan resign. Terus keliling dunia setaun! Gue pengen banget ke Rio de Janeiro, mau nonton karnaval sama mau napak tilas film Rio-nya Anry Bird, hahahaha. Gue juga pengen banget ke Nagomo Karabakh, the unrecognized city. Nggak tau, somehow I found the name is so sexy, ahahaha. Kalau di Indo, gue pengen banget balik lagi ke Flores, it's my second home banget, kangen sama kearifan lokal dan alamnya…"







V: "Ahahahaha, tapi abis resign terus apply kerja lagi, dan begitu seterusnya. Harus bersuhu sama lo nih Hen…."
H: "Hahahaha, ijazah lo bagus. Track kerja lo juga ok. Mana tau, abis ini lo minat stay di sini dan kerja di sini kan lebih kece. Income lebih kenceng ketimbang di Indo."







V: "Eh, bentar-bentar, Karabakh itu di mana ya?"
H: "Karabakh itu di Ajerbizan. Kayanya, pas kuliah pernah disebut-sebut deh…"







V: "Eh Hen, ada do and dont's yang bisa lo share kalau misalnya ada orang yang mau pergi ke Aussie?"
H: "Do and donts' sebagai turis yaaah….Do, cari kenalan, stay di Sydney itu muwahal hotel atau hostelnya. Minimal bisa hemat ongkos penginapan kalau numpang. Soal makan mah, bisa masak sendiri, hihihi. Donts, nggak usah kelamaan di Sydney. It's just like another big capital, tiga atau empat hari aja udah lebih dari cukup. Aussie punya banyak spot-spot nature yang super kece lainnya, hehehe."






V: "Kalau yang untuk orang-orang yang mau long stay?"
H: "Do, alert sama semua regulasi. Australia itu full of rules, untuk tiny little thing banyak banger aturan dan papan peringatannya. Don't, jangan takut kelimpungan cari makanan yang pas selera kita, hihihi. Bumbu-bumbu Asia, terutama Indonesia, melimpah ruah di mari, bahkan kalau tempe sama kerupuk aja bisa ditemuin di sini, hihihi…."







V: "Hen, the most uncomfortable rules yang pernah lu hadepin di Ostralih apa?"
H: "Nyebrang! Hahahaha. Riweh banget, walaup jalan sepi kaya kuburan, tapi kalau lampu masih merah dan bermenit-menit ya nunggu aja gitu. Soalnya biasa ada CCTV. Terus juga, kalau biar dikata rumah tinggal nyebrang, kalau zebra cross-nya di ujung sono, ya kudu ke ujung sono. Malesin nggak sih?"






V: "Ahahahaha, beda ye sama nyebrang di Margonda, hajar aja gitu! Kalau ketabrak, dianggap takdir."
H: "Hahahaha, Margona biar dikate angkot berjejer juga tinggal angkat magic hand, pada berhenti, ngasih jalan. Macem tongkat Nabi Musa laut Merah."







V: "Oh iya Hen, selama di Aussie ada lagu yang menggambarkan lo banget nggak?"
H: "Ada banyak sebenernya. Soalnya, di tempat kerjaan selalu diputer radio top forty gitu. Tapi yang bener-bener ngebekas adalah 'Secret Love Song'-nya Little mix feat. Derulo. Karena gue emang suka banget sama ini lagu dan hafal. Gue selalu nyanyi sampe abis dan gara-gara itu temen-temen satu cafe selalu ngomong 'it's your song!' setiap kali lagunya diputer di radio atau di TV. Lagunya udah tercap 'Hendra's song' gara-gara itu. Jadi, begitu sampai di Indonesia, setiap denger lagu itu kebayang deh muka temen-temen yang selalu nyeletuk 'lagu elo tuh!' Hihihihi!"







V: "Eh Hen, last question nih, dari segala hal yang terjadi sama lo, sampe lo terdampar di beua Aborigin sekarang, hal apa yang paling lo syukurin banget?"
H: "Gue bersyukur passport gue masih ijo, hahahaha. Biar dikata, mau ngetrip sampe Afrika, kerja sampe Australia, elo nggak pernah bisa bohong kalau the best feeling adalah ketika lo teriak nyetopin mamang bakso di pinggir jalan atau ketika lo tinggal angkat tangan tiap mau nyebrang di mana aja, kapan aja. Sometimes, gue sangat kangen dengan ketidakaturan Indonesia, hahahaha!"



Sekiranya segitulah chit-chat saya sama Hendra dan dikit bocoran nih, sebentar lagi Hendra bakal ngeluarin buku keduanya, yang saya jamin ciamiiiiik banget. Buat yang penasaran sama gimana caranya dapetin cara holiday visa di Aussie, bisa juga langsung kunjungi blog-nya Hendroot ini.






Cant wait to see your next books Hen ;) Buku yang pertama udah out of stock aja nih T^T





Sumber foto: Dokumen pribadi Hendra

Jangan lupa cebok yang bersih yak!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...