Kamis, 18 Januari 2018

Me, my dad, my mom, & her stroke: ComroXCombro

What was your last conversation with your parents?

Waktu saya lagi gantiin pampers si Mamah, kami berdiskusi tentang asal muasal nama comro.

Viera Si Kembaran Zooey Deschanel (VSKZD): "Mam yang bener itu combro atau comro?"
Bu Evie: "Bisa comro, bisa combro. Kalau comro kan onCOM di jeRO…"
VSKZD: "Kalau combro?"
Bu Evie: "OnCOM di jero BRO!"

Ya begitulah percakapan kami sehari-hari setelah si Mamah terkena stroke ini. A simple conversation but it could be meant a lot ya qaqa~

Kalau kamu, gimana? Kapan kamu terakhir kali ngobrol sama Ibu kamu?

Selasa, 16 Januari 2018

Me, my dad, my mom, & her stroke: Pampers Dewasa Termurah di Bogor

Alhamdulillah kondisi si Mamah terus membaik.

Saya juga banyak mendapatkan bantuan, entah itu doa, sampai makanan yang nggak abis-abis. Makasiiiih buanyak lhooooo!

Mamah tinggal harus sering di nebulizer, ngggg, ini bener nggak sih nulisnya? Itu lhoo mulutnya dikasih mesin uap yang di mana uapnya sendiri sudah diberi obat serbuk dan dilarutkan bersama airnya, sehingga Mamah mengkonsumsi obatnya dengan cara menghirup si uap air yang sudah bersatu dengan obat.

Hmmm, bingung?

Itu lhooo kaya fotonya Setnov waktu nabrak tiang listrik, terus dibawa ke rumah sakit dan dikasih alat bantu bernafas di mulutnya. Persis kaya gitu!

Jadi, ternyata selain terjadi hambatan di syaraf otaknya, paru-paru mamah itu kotor, dampaknya Mamah sulit untuk menelan karena tenggorokannya ketutup sama dahak, makanya si Mamah kalau makan masih harus dari selang. Nah, menurut si suster sih, setelah di-nebulizing, dahaknya akan mencair dan si Mamah bisa makan dengan cara normal kembali.

Saya juga kedatangan nenek saya dari Texas a.k.a Tasik, hehehe. Beliau pernah mengurus kakek saya yang juga terkena stroke selama sepuluh tahunan. Jadi, beliau mengajari saya cara bersihin bekas poop sama pipis-nya si Mamah, gimana cara memasang pampers, melatih gerakan-gerakan sederhana untuk merangsang kembali otot-otot kaki dan lengan si Mamah yang selama dua minggu terakhir terkulai lemas, dan masih banyak lagi.

Kalau dulu setiap saya pergi ke supermarket, yang saya lihat itu harga nutriboost rasa strawberry plus sandwich krim keju-nya sari roti, sekarang mah berubah, saya langsung pergi ke section pampers untuk dewasa.

Saya baru tau kalau beli pampers itu jangan dilihat dari ukuran M, L, atau XL-nya, tapi dari ukuran lingkar pinggang yang tertera di bungkusnya. Misalnya ukuran XL merk Oto sama XL merk Dr. P itu bisa beda 10-15 cm untuk lingkar pinggangnya.

Sebenarnya ukuran pampersnya itu lebih dari XL, tapi biasanya harus pesan langsung dari distributornya.

Buat temen-temen kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) yang berdomisili di Bogor dan sedang membutuhkan pampers dewasa dalam jumlah banyak, seperti si Mamah. Setelah berkeliling ke Lotte Mart, Giant, Carrefour, Alfamart, Indomaret, Superindo, Lulu Shop, ternyata harga pampers dewasa yang paling murah adalah di Ngesti, either yang di Baranang Siang atau di Jalan Suryakenacana.

Selisih harganya bisa sampai 50% lebih murah dan itu harga normal. Misalnya nih ya, harga pampers merk confindence ukuran XL di Giant itu bisa 150ribu-an untuk isi 12. Sedangkan di Ngesti cuma 80ribu-an aja sist…

Waktu saya tau harganya cuma 80ribu, saya sampai kalap beli 12 packs! Berangkatnya pake gojek, pulangnya pake go-car! Saya sampai disangka reseller yang mau jualan pampers sama mbak-mbak SPGnya, hehehehe. Maklum, si Mamah belum bisa jalan ke WC sekarang, jadi untuk segala urusan buang hajat masih harus menggunakan pampers.

Oke deh, sekian dulu update kondisi Bu Evie terkini. Minta doanya ya, kalau memang penyakit stroke ini merupakan nikmat terselubung dari Allah SWT, semoga si Mamah selalu diberikan kelapangan untuk menerimanya dan kesabaran dalam proses pemulihannya. Kalau diizinkan Allah SWT untuk bisa sehat seperti sebelumnya atau bahkan mungkin jauuuuuh lebih sehat lagi dari sebelumnya, inshAllah Mamah bisa menjadi sebuah pribadi yang baru, yang lebih baik dari sebelumnya, di mana setiap langkahnya dipenuhi oleh ridha Allah SWT.

Amin YRA.




Senin, 15 Januari 2018

Me, my dad, my mom, & her stroke: The best medicine

Beberarapa waktu yang lalu, dokter syaraf yang menangani Mamah datang visit ke ruang rawat inap. Setelah diperiksa sana sini, terus lutut mamah dipukul pake somewhat kaya palu gitu….Aaaargh buat temen-temen kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) yang tau nama alatnya, please let me know ya, hatnuh a.k.a hatur nuhun!

Alhamdulillah, kondisi Mamah dibilang semakin membaik, walaupun belum boleh dizinkan pulang ke rumah. Tapi, sekarang selain minum susu, si Mamah udah boleh makan bubur.

Kadang si Mamah suka minta ditemenin makan tuh, jadi saya makan ayam bakar yang dijual di sebrang rumah sakit, pake nasi sama sambelnya yung super yummy itu. Terus pas Mamah makan bubur dia ngeliatin saya makan ayam bakar, kata Mamah sih, tiba-tiba aja beliau berasa lagi makan ayam bakar juga, hihihihi! Persis saya banget nih, kalau lagi kelaperan terus cuma ada telor, tinggal masak telor diceplok terus pasang channel NatGeo People bagian acara masak-memasak, makan telor ceplok pun berasa makan bouchee a la reine~

Si ibu dokter syaraf ini juga sempat bilang sesuatu yang selalu saya ingat sampai sekarang, "obatnya terus diminum ya, tapi jangan lupa harus tetep senang, jangan sedih. Soalnya obat paling mujarab itu optimisme dan positive thinking."

Intinya mah kata si dokter teh, mau dikasih obat seampuh apapun, nggak bakal sehat, kalau si pasiennya sedih melulu. Karena segala penyakit itu datangnya dari pikiran.

Selain pola makan, pola emosi juga harus dijaga.

Bener juga sih, apalagi kalau si Mamah abis sedih terus nangis, duh Gusti Nu Agung, itu tensi bisa up to 160-170 T^T

Oh iya, saya mau share gimana cara saya menenangkan si Mamah kalau emosinya lagi turun drastis. Instead of saying, "mam baca istigfhar…." atau beberapa kalimat pengingat kepada Allah SWT, saya lebih suka menyuruh beliau untuk menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan selama tiga kali berturut-turut. Baru setelah sedikit lebih tenang, beliau dibimbing mengucapkan beberapa kalimat dzikir dan diakhiri dengan minum air putih secukupnya, kalau bisa yang hangat, tapi yang biasa juga nggak apa-apa, asalkan jangan yang dingin kaya yang baru disimpan di kulkas. Lalu setelah minum, si Mamah boleh melanjutkan berdzikir, mengobrol biasa, tidur atau beristirahat sejenak sambil memejamkan mata selama minimal 15-30 detik.

Saya mempraktikan ini dari kebiasaan yang saya lihat dari beberapa pasien di ruang ICU lainnya. Ketika penyakit pasien tersebut kambuh, entah kejang-kejang, teriak, nafasnya tidak teratur, atau detak jantung yang tiba-tiba naik atau turun drastis, banyak dari para pengunjung pasien menyarankan untuk segera berdoa atau menyebut nama-nama besar dari Tuhan YME.

Jujur, waktu itu saya agak gimana gitu ngeliatnya. Kasarnya sih gini, buat buka mata aja udah makan banyak tenaga, ini disuruh ngomong lagi. Buat kita yang nggak sedang sakit aja, ngomong itu capek lho, apalagi mereka yang lagi sakit stroke.

Saya nggak tau sih, cara yang saya share di atas itu benar atau nggak. Terserah mau diikutin atau nggak juga. Da saya téh ngelakuin itu based on my experience kalau emosi lagi tidak terkendali, pasti saya ngelakuin itu.

Biasanya kalau lagi kesel atau sedih kebangetan, otak pasti nggak bisa mikir jernih tuh, otak jadi ngebul dan asupan oksigen pun jadi berkurang. The easiest thing to do for getting the oxygen ya melakukan tarik nafas dalam-dalam itu.

Ada juga teman saya, yang melakukan hal hampir serupa. Jadi, kalau anaknya yang masih bayi lagi nangis tanpa sebab (bukan karena lapar atau pipis) di siang hari, dia bakal membawa anak tersebut ke bawah pohon rindang dan menenangkannya di sana, katanya sih biar si anak bisa mendapatkan asupan oksigen yang cukup dan lebih mudah menenangkannya.

Semoga jadi tambahan insight ya :)


Minggu, 14 Januari 2018

Me, my dad, my mom, & her stroke: Datang buru-buru, pergi siram dulu

Jadi gini, Tuhan itu punya cara tersendiri untuk menghibur umat-Nya. Setelah perasaan ini 'dijungkir-balikkan' dengan keadaan si Mamah terkini, Tuhan memberikan saya sebuah perasaan penuh kebingungan nan penuh tawa.

Maksudnya?

Well, karena HIV…Waiiit!!!! HIV?????? HIV di sini tuh Hasrat Ingin Vivis, hihihihi~

Di saat saya akan membelikan tissue basah buat si Mamah di Alfamart, saya numpang pipis dulu di toiletnya.

Sebenernya nggak ada yang berbeda dari toilet Alfamart tersebut, hanya sebuah WC jongkok dengan sebungkus produk pembersih lantai WC yang saya curiga produk retur dari produk-produk yang dipajang di dalam toko.

Ketika saya pipis….

"Suuuur…." Ini ceritanya suara pipis yah.

Kedua mata saya tertuju pada suatu kertas putih kusam yang ditempel di dinding toilet, tepat di depan kloset tempat saya buang hajat, tertulis; TATA TERTIB TOILET.

Biasanya sih, Tata Tertib Toilet itu standard yah; 'Jagalah Kebersihan', atau 'Buanglah Sampah pada Tempatnya. Nah, di toilet alfamart ini mah berbeda kawan, terlampir di bawah ini tulisan cara penggunaan toilet yang terletak di salah satu Alfamart di Bogor.






TATA TERTIB TOILET

- Pipislah secukupnya

Kembaran Isyana Sarasvati a.k.a Yang Dipertuan Agung Viera Kece Sekali (KISYDAVKS): "Subhanallah, berasa pipis aku hanya satu sampai dua sendok teh saja yah…"

- Dilarang menyanyi lebih daru dua judul lagu di dalam toilet, karena ini bukan dapur rekaman.

KISYDAVKS: "Lain perkara kalau yang dinyanyiin lagunya The Devil Glitch yang satu lagu aja lamanya 69 menit!"

- Dilarang membuang putung rokok ke dalam toilet, karena akan meenyababkan rokok menjadi basah dan sulit dinyalakan kembali."

KISYDAVKS: "Ah aku jadi naksir sama mas-mas yang nulis tata tertib toilet Alfamart inih…Eits, tunggu dulu, gimana kalau yang nulis ini mbak-mbak????"

- Demi kenyamanan bersama, toilet ini tidak dilengkapi kamera CCTV.

KISYDAVKS: "Tapi kamera DSLR????"

- Dilarang menganagisi masa lalu di dalam toilet.

KISYDAVKS: "Aku wanita kuat Mas!!!! Kuat nangis 2 jam berturut-turut pas lagi nonton drama korea!"

- Setelah digunakan, siram toilet sampai bersih, kalau rajin sekalian bak airnya kuras.

KISYDAVKS: "Jangankan bak mandi, hartamu juga siap aku kuras Mas!"

- Ingat!!! Ini misi rahasia jangan tinggalkan jejak apapun di toilet!"

KISYDAVKS: "Siap komandan!"

- Apapun yang Anda tinggalkan, merupakan jati diri Anda sendiri

KISYDAVKS: "Berarti kalau yang nggak ninggalin apa-apa, dia nggak punya jati diri dong????"

Terimakasih

KISYDAVKS: "Terima debit Mandiri ga Mas?"

Datang buru-buru, pergi siram dulu

KISYDAVKS: "Walau udah ada yang baru, tapi aku masih sayang kamu selalu. Eh, ini pantun bukan ya qa???"



Yak sekiranya begitulah Tata Tertib Toilet ala Alfamart Bogor. Last but not least, saya punya pertanyaan, kira-kira nih menurut teman-teman sadayana, di manakah lokasi pasti dari Alfamart tersebut?

Tulis jawaban kalian di facebook group nya kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) yah...



Sabtu, 13 Januari 2018

Me, my dad, my mom, & her stroke: Neng Viera juga yang sehat yah...

Banyak penjenguk Mamah yang bilang ke saya, "Neng Viera juga yang sehat yah…"

Hohohoho, alhamdulillah nih guys, atlas seizin Allah saya ini sehat, malah bisa dibilang kebangetan. Why?

Karena seluruh makanan yang dibawa penjenguk si Mamah, saya yang makan. Ahahahaha!

Banyak dari teman si Mamah, kurang tau kali ya kalau Bu Evie cuma punya anak satu. Saya pun yang terus-terusan stay di rumah sakit nungguin si Mamah. Sedangkan si Papah bolak-balik ke rumah, karena masih harus bed rest dikarenakan darah tinggi yang dideritanya beberapa saat yang lalu.

Jadi, ya siapa lagi coba yang makan seluruh makanan itu selain akooooh??????? Hihihihihi.

Akhirnya bapak-bapak di tutup kaleng kue monde bisa bersatu dengan istri dan anak-anaknya di tutup kue khong guan, hihihi~ Entah sudah berapa kue monde dan wafer khong guan yang saya makan. Ditambah jus buah-buahan yang beragam setiap saat.

Maklum si Mamah kan makannya masih bubur susu dan harus dimasukan dari selang, beliau belum bisa makan buah. Nah, saya mah suka nitip ke suster yang ngasih makan Mamah, buat nge-jus buah-buah-an yang dibawa sama para penjenguk Mamah. Makasih yah Oom dan Tante atas buah tangannya!

Ya beginilah nikmat menjadi anak tunggal, selain melimpah ruah kasih sayang dari orang tua, melimpah ruah juga makanan dari orang-orang yang ngejenguk si Mamah.

Alhamdulillah, si Mamah udah bisa dijenguk. Temen-temennya buanyaaaq sekaleeee! Ya bayangin aja, grup whatsapp-nya ada sekitar 30. Waktu si Mamah lagi parah-parahnya, saya sampe ketiduran buat balesin chatnya. Malah, saya sempat mimpi nge-reply message whatsapp-nya temen-temen si Mamah di seluruh grup.

Misalnya nih yah, pernah dalam satu hari, si Mamah kedatangan penjenguk sampai sekitar 100 orang in total, subhanallah! Pantesan si Mamah nggak suka waktu saya bilang pengen ngadain private wedding untuk tamu yang datang paling 50-100 orang.

Mungkin dalam hati, si Mamah berujar; "kalau mau ngundang 100 tamu doang mah, kamu nggak usah nikah. Tuh, jagain aja pintu kamar Mamah."

Iya juga sih…

Saya sampai hapal kata per kata tentang cerita gimana si Mamah bisa sampai dirawat di rumah sakit. Atulah dalam sehari saya hampir ditanya 100 orang tentang pertanyaan yang sama, "kok si mamah bisa kaya gini?"

Udah berasa artis lagi klarifikasi di IG story gara-gara terciduk melakukan hal kurang baik sama admin akun lambe turah.

Dan, terimakasih banyak juga buat teman-teman kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) yang ssdah mengirimkan ucapan dan doa-nya yang secara pribadi maupun melalui aplikasi social media lainnya.

Semoga nanti Bu Evie bisa ketemu teman-teman semua yah!

Kamis, 11 Januari 2018

Me, my dad, my mom & her stroke: God punished Pharaoh by giving him dunya and He rewarded Prophet Ayyub with calamity

Ada satu quote dari Shaykh Azhar Nasser yang saya pengen share di sini;

"Never equate your situation with your spiritual status. God punished Pharaoh by giving him dunya and He rewarded Prophet Ayyub with calamity. 

If the dunya had value, God would have given the treasures of this world to His Prophets."

Kira-kira artinya gini…..

Jangan pernah menyamakan situasi yang terjadi pada kamu saat ini dengan kadar keimananmu. Tuhan menghukum Firaun dengan cara memberinya (kenikmatan) dunia dan Dia menghadiahi Nabi Ayyub A.S dengan bala bencana.

Jika (nikmat) dunia sangatlah berarti, sudah barang tentu Tuhan akan memberikan seluruh isi (harta) dunia kepada para Nabi-Nya.

JENG-JENG! Keren banget yah???

Iiiih, saya téh sampai merinding pas baca quote ini. Tak terasa pipi saya basah….Soalnya saya baca quote setelah cuci muka, ahahahaha~

Jadi, kita tau kan kalau Firaun itu adalah orang terkuat di dunia, tapi karena sombong luar biasa, akhirnya dia dihukum oleh Tuhan. Sedangkan Nabi Ayyub, setelah 11 anaknya meninggal, seluruh hartanya terbakar, ditambah menderita penyakit kulit sampai ditinggal istrinya, tapi dari situ beliau belajar bersabar.

Awalnya, saya selalu berdoa agar Mamah segera disembuhkan dan kembali seperti sedia kala. Tak lupa ketika mengantar tamu yang menjenguk Mamah sampai ke pintu ruang rawat inap, selalu terbersit sebuah kalimat, "doain Mamah biar sembuh ya Tante, Om, Uwa, Teteh, Aa…."

Tapi, setelah membaca quotenya Bapak Azhar Nasser, saya pun berpikir. Mungkin nggak sih, kalau penyakit stroke yang diderita si Mamah sekarang itu merupakan salah satu reward dari Tuhan?

Mungkin waktu Mamah se-bugar Vicky Burki kemarin, ada banyak hal kurang baik yang Mamah lakukan dan Tuhan memberikan penyakit ini sebagai penggugur dosa-dosa yang Mamah pernah lakukan. Alhamdulillah 'diperingati'-nya itu masih di dunia, masih bisa intropeksi, kalau 'dibalas'-nya di akherat? Boro-boro mau intropeksi.

Di beberapa postingan sebelumnya, saya bercerita bahwa semenjak didiagnosa stroke si Mamah sering menangis. Awalnya saya merasa kasihan, helllaw siapa yang nggak sedih melihat ibunya sendiri menangis??? Terus, mening tau ya alasannya kenapa. Misalnya si Mamah nangis gara-gara pengen makan ayam bakar di depan rumah sakit, walaupun sebenernya belum boleh makan selain bubur, tapi ya kita jadi tau, biar mamah nggak nangis lagi, tinggal kita beliin ayam bakar.

Nah, akhir-akhir ini si Mamah sering nangis tanpa sebab. Sampai saya tanya ke Mamah di saat berduaan, apakah ada hal yang Mamah khawatirkan sampai nangis gogoakan begitu? Mungkin kalau ada orang banyak, beliau malu menceritakan alasannya. Tapi, si Mamah tetep bilang, "nggak ada, nggak tau ya, kenapa Mamah jadi sering nangis sendiri begini…"

Nah, saya yang ngerawat si Mamah juga bingung. Di lain sisi, kalau nangisnya nggak dikeluarkan sakit ulu hatinya, tapi kalau setelah nangis, sakit dadanya, karena sesak.

Sampai suatu saat saya teringat kalau duluuuu banget, waktu Mamah masih sehat, beliau pernah bilang alangkah baiknya kalau kita sedang beribadah itu sampai menangis semampunya, tapi nangisnya harus karena Tuhan jangan gara-gara pas lagi shalat inget Lee Dong Wok Oppa yang ditinggalin pacarnya begitu saja di drakor Goblin.

Ya, mungkin ini cara Tuhan supaya si Mamah inget Dia terus. Menangis tanpa sebab. Saya mah yang sehat gini kalau mau shalat sampe nangis téh, kadang-kadang harus dicubit sampai meringis dulu. Lah, si Mamah gampang banget nangisnya, tinggal setelah nangis si Mamah dibimbing untuk berdzikir. Ya, inshAllah, nangisnya karena inget Tuhan.

Semenjak si Mamah sakit juga, saya jadi lebih bersyukur akan hal-hal kecil. Misalnya kalau dulu mah si Mamah teh bisa tiba-tiba hilang, bukan karena si Mamah punya ilmu kanuragan ya, tapi karena si Mamah suka pepergian begitu saja, kadang belanja ke Thamcit, kadang ke pengajian di Blok M, kadang main ke rumah temennya, dan lain-lain.

Dulu mah asa kesel banget, ini téh si Mamah ujag-ijig wae….Nggg, what is ujag-ijig in bahasa atulah yah??? Hmmm, suka plesiran?

Nah, sekarang mah, bisa melangkah satu langkah dari tempat tidur aja saya sudah bersyukur banget. Bener-bener kebalikan.

Atau mungkin dulu, banyak tingkah laku si Mamah yang tampak sombong di depan banyak orang, sekarang mah aduh, makan sama pipis aja harus pake selang.

Meeen, iblis disuruh turun ke bumi itu bukan karena berbuat zina, minum beralkohol, tapi lebih kepada sifat sombongnya.

Jadi, saya berpikir mungkin penyakit ini merupakan peringatan dari Tuhan, supaya Mamah tidak bersifat sombong.

So, now instead of saying; "doain Mamah biar sembuh ya…" saya lebih suka ngomong, "maafin kalau Mamah pernah sombong ya…" kepada orang-orang yang jenguk si Mamah.

Karena saya yakin banget sih, mau se-ngedrop apapun kondisi si Mamah sekarang, itu pasti kondisi terbaik yang diberikan oleh Tuhan padanya. Mungkin kalau si Mamah dikasih sembuh cepat-cepat, Mamah bakal melakukan hal yang kurang baik. Tapi dengan sakitnya yang sekarang, Tuhan lagi nyuruh Mamah belajar sabar, menghargai proses, karena tanpa satu langkah dari tempat tidur Mamah nggak mungkin bisa pergi ke Tanah Abang buat belanja lagi, hehehehe~




Rabu, 10 Januari 2018

Me, my dad, my mom & her stroke: Semangat 75!

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, setelah Mamah saya didiagnosa terkena penyakit stroke, saya banyak melakukan riset kecil-kecil-an mengenai penyakit satu ini. Konon katanya kalau ada salah satu keluarga kita yang kena stroke, sebagai keluarga inti, kita ada kemungkinan besar mengalami hal yang sama. Walaupun faktor dari gaya hidup dan pola makanan juga berperan sangat penting.

Setelah membaca beberapa artikel dan juga menonton beberapa video mengenai penjelasan penyakit stroke, ada satu video yang menurut saya menarik sekali untuk ditelaah lebih jauh oleh teman-teman kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!).

Pembicara dalam video ini berbicara dalam bahasa Inggris yang sangat pelan, sehingga menurut saya sangat mudah untuk dipahami. Lumayan nih buat yang mau latihan listening buat IELTS test nanti, hehehehe~

So, here we go…







Singkat cerita, ada seorang wanita bernama Jill Bolte Taylor…

Kira-kira dari namanya udah pada bisa nebak dong si Jill ini berasal dari mana?

a. Citayam
b. Gunung Cupu
c. Rawa Belong
d. Indiana

Gampang banget lah ya….

Si Jill ini  adalah seorang doktor dalam bidang anatomi saraf dan otak di Harvard University. Dia memutuskan untuk menjadi ahli saraf dikarenakan saudara kandungnya mengalami schizophrenia, sebuah penyakit yang secara singkat tidak dapat membedakan dunia nyata dan alam mimpi. Tapi, pada suatu pagi di tahun 1996, si Jill ini malah mengalami gangguan di otaknya, salah satu pembuluh darahnya di otak bagian kiri pecah.

Menurut yang saya tonton dari speech-nya Jill selama 20 menit ini, otak manusia itu terdiri dari dua bagian yang sangat berbeda, otak bagian kiri dan otak bagian kanan. Otak bagian kanan biasanya berpikir tentang sesuatu yang terjadi saat ini juga. Sedangkan otak bagian kiri berpikir mengenai masa lalu dan masa datang.

Jill juga menjelaskan bagaimana rasanya mengalami gejala awal stroke. Dia merasakan rasa nyeri di mata kirinya, dia terbangun dan melakukan rutinitas olah raga paginya. Tapi, kemudian dia merasakan dia melihat tubuhnya sendiri melakukan gerakan olah raga, mungkin kalau saya gambarkan, seperti roh-nya terbang gitu kali ya?

Ini persis banget apa yang dialami oleh Bu Evie. Sesaat setelah beliau menjatuhkan diri di atas tempat tidur ketika selesai shalat tahajud, beliau sempat bilang kalau dia merasakan bahwa dia seperti terbang dan melihat diri dia sendiri sedang terkapar di atas tempat tidur.

Lanjut lagi dari cerita si Jill, dia merasakan sakit kepala yang sangat parah. Dan lagi-lagi inilah yang dirasakan si Mamah saat tubuhnya lemas dan berada di dekapan saya dan si Papah pagi itu.

Di dalam ceritanya Jill meminta bantuan kepada salah seorang temannya melalui telepon di antara kesadarannya yang tiba-tiba menghilang. Sama seperti si Mamah, cuma di antara kesadarannya yang menghilang, Mamah sempat berteriak sekali meminta bantuan kepada si Papah yang sedang tidur di sampingnya dan terus menyebut nama saya.

Singkat cerita, setelah dua minggu lebih, dokter memutuskan untuk mengoperasi Jill dan mengangkat pembuluh darahnya yang tersumbat dan menyebabkan luka bekas operasi sebesar bola tenis di kepala bagian kirinya. Jill pun membutuhkan waktu sampai 8 tahun untuk sembuh total.

Lalu, kenapa di antara berbagai video mengenai stroke yang saya tonton, saya memilih video ini yang saya bagikan untuk teman-teman kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!)?

Saya senang konsep bercerita Jill bagaimana dia bersikap optimis dengan penyakit stroke yang dia alami. Di menit-menit awal, dia bercerita bahwa ketika dia sadar bahwa dirinya mengalami stroke, dia malah bilang, "eleuh! Saya teh keren pisan! Saya ini peneliti anatomi syaraf yang kena gangguan syaraf?!?! Kapan lagi ada seorang peneliti yang bisa melakukan riset tentang dirinya sendiri???!"

Subahanallah si Jill, sa aeeee~

Lalu ketika Jill, yang seorang wanita mandiri dan sibuk ke sana ke mari layaknya kera sakti ini, menyadari bahwa ketika terkena stroke dia bukanlah lagi 'pemilik' tubuh dia sendiri seutuhnya. Dia merasa menyerah, ketika kesadarannya hilang, dia merasakan bahwa dia melihat surga.

Kalau video-nya si Jill ditayangin di TV nasional Indonesia, pas bagian sini, penontonnya udah ceurik bombay. Terus, pas penonton lagi nangis-nangisnya…. Seperti sinetron Tersanjung season 1, waktu Lulu Tobing mau ketemu Ari Wibowo di pengkolan, tapi mau dihalang-halangin sama Tante Leli Sagita, Bikin orang pada penasaran, tiba-tiba muncul tulisan 'B E R S A M B U N G'…Duh Gusti! Bikin penasaran aja nih sutradara!

Di akhir speech-nya, Jill bilang, kalau salah satu motivasi dia untuk sembuh adalah keinginan dia berbagi mengenai cerita dia mulai dari kena stroke and how she survived.

Meanwhile, banyak dari orang kebanyakan yang saya lihat, ketika terkena suatu penyakit langsung goyah. Saya melihat semangat Jill ada di dalam diri Bu Evie. Malah kata orang yang membantu saya untuk mengurus Mamah sekarang, "si Ibu semangatnya tujuh lima!"

Ahahahaha!

Semangat si Mamah mah bukan 45 lagi! Semangat si Mamah udah beyond semangat para pejuang kemerdekaan di tahun 1945! Kalau tubuh si Mamah saat terkena stroke ini diibaratkan negara Indonesia yang sedang dijajah. Mamah itu sekarang ada di dalam zaman keemasan orde baru, di mana ketika timnas Indonesia berhasil manahan imbang Manchester United atau ketika pendapatan domestik bruto Indonesia selalu berada di atas 5%!

Wah pokoknya, walaupun di luar si Mamah terlihat lemah, tetapi sebagai seseorang yang hidup bersama Mamah hampir 30 tahun terakhir ini, di masa-masa stroke-nya inilah, saya melihat seorang Bu Evie memiliki semangat yang paling tinggi.

Ya mungkin, waktu ngelahirin saya, perjuangan Bu Evie nggak kalah sama perjuagan Bu Evie ketika harus melawan penyakit stroke-nya saat ini sih, tapi waktu itu kan saya masih bayi ya, jadi nggak inget sama sekali, hehehe~