Selasa, 27 Januari 2015

Quote of Jan 25th, 2015




"Karena semuanya akan 'kata gue juga apa' pada waktunya…."

-Viera, 20 something….something wrong, karyawati terkece se Jakarta Pusat-

Rabu, 07 Januari 2015

#SKSC: 12 Larangan di Dalam Commuter Line

Sebelum kamu naik commuterline, ada beberapa peraturan yang harus kamu taati. Tulisan-tulisan dalam bentuk sticker akan mudah sekali kamu temui hampir di seluruh gerbong commuter line Jabodetabek.

Penamapakannya sih sekiranya seperti ini:






Dan demi kenyamanan dan ketertiban bersama, kamu dilarang:


1. Dilarang salaman sama pintu kereta






Situ kira ini Melody JKT 48??? Yang bisa situ ajak salaman, kemudian berlalu dengan hati riang gembira??? Ini pintu kereta sob!



2. Dilarang bersandar ke kereta






Mau sebesar apapun masalah kamu, nggak ada ceritanya kamu bersandar ke kereta, bersandarlah kepada Tuhan Yang Maha Esa!



3. Dilarang membawa barang-barang yang mudah terbakar








Tabung gas 12 kilo sama bensin se-jirigen aja dilarang dibawa, apalagi hati kamu? Iyah, hati kamu….Hati kamu kan mudah terbakar *Tampar aku Mas! Tampar!



4. Dilarang menembak dan menusuk







Yup! Dilarang menembak….Menembak kecengannya sahabat kamu. Karena akan merusak tali silaturahmi yang sudah terjalin sejak lama.

Dan dilarang menusuk….Menusuk teman kamu dari belakang, soalnya kita nggak mau reputasi kamu sebagai pengguna commuter yang suka ngasih tempat duduk ke ibu-ibu tua renta kelelahan itu rusak cuma gara-gara suka 'back-stabbing' temen kamu.



5. Dilarang foto bertiga






Karena kalau foto bertiga, yang di tengah bakal jadi garpu. Sedih amat. Udah capek-capek orang tua kamu nyekolahin tinggi-tinggi, tapi akhirnya kamu cuma jadi…Garpu.



6. Dilarang menebar sobekan foto mantan kamu yang ketauan selingkuh sama sahabat kamu di dalam gerbong






Daripada menebar foto mantan, meningan menebar kasih sayang. Kali-kali bisa nemu penggantinya yang lebih yahud.



7. Dilarang membawa anjing






Anjing aja nggak boleh dibawa, apalagi kenangan masa lalu. Biarkanlah memori-memori itu tetap di sana. Jauh di dalam lubuk sanubarimu yang terdalam. Kelam. Ditelan malam. Dalam diam.



8. Dilarang colek-colek pilok yang lagi nyemprot, nanti dia marah






Karena membuat marah itu adalah dosa. Kamu nggak mau kan masuk neraka, cuma gara-gara ngelus-ngelus botol pilok?


9. Dilarang merokok







Karena nggak ada asbak di dalam gerbong.



10. Dilarang duduk di belakang anak kecil sambil ngeliatin bagian bawah kamu terus-terusan






Nggggg…..Situ oke? Banyak-banyak istigfhar gih!


11.Gitar sama not balok dilarang masuk ke dalam gerbong






Mereka siapa? Orang aja bukan, ngapain juga naek kereta? Menuh-menuhin aja…


12. Dilarang angkat ember yang diisi penuh sama aer ala Jackhie Chan yang lagi latihan kungfu






Tapi, kalau kamu masih kekeuh pengen memperdalam ilmu kungfu itu, mungkin kamu bisa coba latihan lain yang lebih user friendly. Kamu bisa mencoba untuk mendorong gerbong kereta yang suka berhenti lama banget di antara Stasiun Sudirman dan Manggarai. Kamu senang, para commuter pun riang…


Sekiranya segitu dulu, ini rencananya saya mau nambahin sticker hello kitty sama micky mouse di pintu kereta…Doain aku ya gaes!

Minggu, 04 Januari 2015

#SKSC: Resolusi 2015 di Stasiun Sudirman

Wohooooo, udah 2015 aja nih!

It's time to make resolusi! Hmmmm, sebenernya sih resolusi saya segudang, karena saya penganut paham buatlah resolusi minimal 4x lipat lebih banyak daripada biasanya. Jadi, kalau misalnya nih saya pengen punya 4 hajat yang kudu terlaksana, minimal saya kudu punya 16 keinginan yang terekam di otak.

Hal itu membuat saya bisa nggak terlalu sedih ketika saya tidak bisa mewujudkan salah satu cita-cita saya. Toh, masih ada 15 cita-cita lainnya yang bisa diwujudkan :)

Nah, di antara bejubel resolusi yang sudah saya buat, ada satu resolusi yang bener-bener saya buat dikarenakan kebiasaan saya kongkow di kawasan Stasiun Sudirman.

Mungkin bagi kebanyakan para penumpang Stasiun Sudirman, salah satu tempat tunggu kereta paling nge-hitz adalah Seven Eleven (Sevel) yang berada di lantai bawah, sebelah peron satu, deket rel kereta arah Stasiun Karet.

Sebagai anak gehol Stasiun Sudirman, saya juga demen nih nongkrong di Sevel, tapi apalah daya kondisi keuangan di dompet terkadang berbanding terbalik sama kondisi keingin posting di path kalau saya lagi ada di salah satu minimarket anak muda kekinian.

Ambil contoh, harga sebungkus chitato ukuran jumbo di Sevel itu bisa dua kali lipat daripada harga di Alfamart yang terletak di bagian luar Stasiun Sudirman. Atau, harga diri saya di Sevel lebih mahal 30% daripada harga diri saya di Indomaret deket rumah.

Lagian kalau Alfamart di Stasiun Sudirman mah selain AC-nya kurang dingin, jam 10 malem juga udah tutup. Hellllll to the ooooow, sebagai karyawati yang mood kerjanya baru keluar setelah adzan mahgrib untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, kenyataan ini is a BIG NO NO lah! Toko macam apa yang tutup jam 10 malem???? (Kayanya hampir seluruh toko di ibu kota tutupnya jam segitu ya T^T)

Untuk menyiasatinya, saya suka beli chitato di Alfamart buat dimakan di Sevel. Perut kenyang, teman-teman di path senang!

Terus, apa hubungannya sama kebiasaan saya jadi anak gehol Stasiun Sudirman sama resolusi di tahun 2015 ini???

Well, saya baru ngeh kalau kasir di Alfamart itu selalu cepet banget ngomong 'terimakasih' setelah transaksi dari kostumer selesai. Entah itu cuma sebagai basa-basi yang udah di plot dari Alfamart pusat atau emang tulus dari hati si kasir???






Tapi kan, nggak ada ruginya jadi manusia yang sering mengucapkan kata sakti 'terimakasih'??? Entah berterimakasih sama Tuhan, atau mahluk ciptaan-Nya. Selain dikasih stampel di jidat sebagai orang ramah, bisa juga bikin hari orang yang kita ucapin terimakasih itu sedikit lebih berwarna :)

Okeeeeh, fixed, salah satu resolusi di tahun 2015 ini, saya kudu jadi mahluk yang selalu bisa ngucapin terimakasih lebih cepet dariapda kasir Alfamart di Stasiun Sudirman!


Sabtu, 27 Desember 2014

#SKSC: Kejepit!

Guyyyys, seriusan! Selain nyari jodoh, naik kereta pun harus hati-hati!

Wai oh wai????

Kejadiannya hari Rabu kemarin di Stasiun Sudirman. Jadiiiii, jam pulang kantor seperti biasa. Si Bang Rudy yang sering saya tanyain jadwal kedatangan kereta itu tak tampak batang hidungnya.





Terlihat sebuah rangkaian gerbong kereta berhenti dengan tidak wajar. Seluruh penumpang di peron dua terdengar berteriak. Dan Bang Rudy terlihat ada di ujung peron 2. Karena?

a. Kiamat sudah dekat
b. Kerajaan api datang menyerang
c. Serial Mahabrata di ANTV akhirnya selesai

NOPE! NOPE!

Ada badan orang kejepit kereta. Badan orang. BADAN.

Dengan jarak waktu terbuka-tertutupnya pintu kereta yang hanya beberapa detik itu, sudah tentu pasti kita, sebagai penumpang, harus sigap dengan keadaan yang ada.

Tak jarang saya melihat, ada baju penumpang, rambut, tas, bungkusan, atau bahkan kuku jari (sumpah yang ini ngilu banget!) yang kejepit pintu commuter line.

Tapiiii, it was my first time to see BADAN ORANG kejepit. Jadi sekitar sepertiga badannya masih berada di luar gerbong, padahal kereta sudah jalan.

IIIIIISH!

Menurut Bang Rudy sih, si penumpang ini ragu untuk naik atau tidak ke gerbong tersebut. Padahal sudah jelas pintu commuter line sudah waktunya ditutup.

DEM! Itu tuh serem banget!

Kalau disambungin ke kehidupan sih, ya jangan ragu deh untuk ngelakuin sesuatu. Nanti malah kejepit sama keputusan kamu sendiri dan itu tuh serenm banget!


#SKSC: Nguping Stasiun

Masih dari Stasiun Tanjung Barat….

Cewek pake kaos kucing yang lidahnya lagi melet-melet: "Yaaang…Aku kok gendutan ya sekarang?"
Cowok pake jersey Manchester United: "Nggak kok, kamu itu cuma hugable to the max…."

Suara hati kembaran Chelsea Islan (sayaaaaaaaah, red): "Fine! Gue suka Manchester United sekarang!"

#SKSC: Cantik versi Stasiun Tanjung Barat

Suatu hari di Stasiun Tanjung Barat….






Kembaran Chelsea Islan (dibaca: saya, red): "Subhanallah…Aku cantik banget….Aku cantik banget…Aku cantik banget….Ah, ah, ah, ahkuh cantik banget…."

Yak, yak, yak, itulah salah satu ritual saya setiap melihat jendela commuter line dengan tatapan nanar. Konon katanya kita harus menghipnotis diri kita sendiri. Diucap berulang-ualng, sampai jadi kenyataan. 

Commuter line terhenti cukup lama sore itu, katanya sih ada gangguan sinyal di Stasiun Universitas Indonesia. Saya berdiri sudah cukup lama. Dan hell to the ooooo, nggak ada judulnya tuh mau tahun 2015 tapi masih ngeluh sana sini.

Padahal nih kaki kalau bisa ngomong, udah minta pengen dipijit sama Adam Lavine. Kecepatan kedipan mata udah ngalahin kecepatan kedipan lampu hape yang lagi lowbat. Tangan yang sedari tadi megang gantungan di kereta udah mulai pengen megang tangan Ari Wibowo (hellyeah! Artis sinetron legend yang satu itu makan daging orok yaaa ?? Gantengnya kok bisa awet????)

Jadi, fixed ya, dari paragaraf di atas, bisa ditarik kesimpulannya, bahwa sebagai pemudi paling nge-hitzzz se-Asia Tenggara, saya nggak boleh ngeluh. Nggak boleh. NGGAK BOLEH. 

Ngeluh? Jenis umbi-umbian apa itu? Cih!

Nah di tengah-tengah imajinasi liar saya yang lagi ngebayangin pegangan tangan sama Ari Wibowo, saya jadi mikir, selama cuma ada lima orang yang bilang saya cantik,  karena 7654 orang lainnya bilang saya cantik banget, nget, nget!

Daripada kecantikan saya ini bikin minder seluruh perempuan yang kalau naik gerbong khusus wanita suka kaya lagi adegan lempar jumroh, saya mau mengkaji ulang definisi cantik.

Selama ini, kebanyakan orang berpikir kalau cantik itu bisa dilihat dari mukanya yang mulus kaya jalan tol Cipularang km 93 yang baru diaspal, punya badan yang aduhai kaya Kim Jong Un, eh Kim Kadarshian, punya tatapan setajam pisau ginshu, punya rambut teteup serapi Raisa di iklan s*u*n*s*i*l*k walaupun kamu baru masuk ke titik pusat badai Katrina dan cantik secara fisik yang pas kita lihat, langsung ngeh kalau dia cantik. Pokoknya saya banget deh!

Cuma kecantikan saya itu udah terlalu mainstream. It's soooo 2014! 

Cantik masa depan adalah cantik di mana kamu butuh waktu untuk ngeliatnya. Ketika kita kenal dia lebih lama, ketika kita masuk ke dalam kehidupannya, ketika kita tahu apa yang pernah dia lakukan untuk dirinya sendiri dan orang lain, ketika kita tau perjuangan dia untuk hidup, dan ketika seluruh selulit yang mengelilingi tubuhnya, kantung matanya yang kian menghitam terlihat, dia terlihat tetap cantik. Cantik yang di mana membuat kita sadar, kalau cantik itu cuma mitos, karena cantik itu cuma hawa nafsu manusia.






Kamis, 25 Desember 2014

Quote of Dec 25th, 2014




"Indonesia itu punga tiga musim. 
Musim Kemarau. Musim Hujan. Musim Ngeributin Ucapan Natal."

-Viera, 26 tahun, lagi sedih-

Jangan lupa cebok yang bersih yak!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...