Jumat, 22 Juli 2016

Desi Anwar Junjunganquwh

Akhir-akhir ini saya lagi kangen….

He-euh…..K-A-N-G-E-N

Nggak pake band.

Saya lagi kangen banget sama….Ummmm…..

Aduh gimana ngomongnya ya, jadi nggak enak……

Jadi, saya lagi kangen sekangen-kangennya sama……

SUARA DESI ANWAR T^T






Di tengah-tengah berita mengenai gagalnya kudeta militer Turki, peradilan Jesica yang diduga ngebunuh Mirna pake kopi sianida, Taileur Sewip lawan Kim Kasiaan, orang tua yang anaknya kena vaksin palsu vs oknum rumah sakit, gimana istri (yang entah ke berapa) Donald Trump nyontek pidatonya Michelle Obama, dan….Putusnya Gaga sama Awkarin, saya sangat, sangat, sangat, sangat, merindukan suara Desi Anwar bacain informasi tentang kenaikan harga cabe keriting di pasar ibu kota.

Siapa yang nggak kenal Desi Anwar?

Ngggg…..Kayanya banyak juga ya, apalagi jaman sekarang mah kita udah dibombardir sama banyak banget siaran berita dari berbagai stasiun televisi yang majang banyak ciwik-ciwik dan cowok-cowok SCBD a.k.a Super Cuakeph Bingidh Dah jadi news anchor.

Tapi, buat saya mah yah, nggak ada yang bisa ngalahin intonasi dan pemenggalan setiap suku kata yang keluar dari mulut pembaca berita yang lahir 53 tahun yang lalu ini…..Wooooot! Desi Anwar udah 53 tahun???? Tapi beliau masih keliatan awet muda ya, maklum beliau 'di-botox' sama asupan wawasannya yang luaaaas sekali.

Saya ini termasuk golongan believer kalau obat awet muda dari setiap insan persada adalah perbanyak bersyukur dan wawasan. I'll fall in love with a 16-years-old boy yang tertarik banget ngomongin Boboiboy sampe kelebihan dan kekurangan reklamasi pulau G di DKI Jakarta atau bahkan sama cowok berumur 70-an tahun yang tau kalau Krystal f(x) itu pacarnya Kai EXO atau informasi tentang enam obat asam urat dan rematik terkini.

Siapa yang nggak akan tertarik sama orang yang kalau diajak ngomong apapun nyambung?

Siapa yang bisa ngalahin antusiasme dari sebuah deep conversation dan saya ngeliat itu dari sorot mata seorang Desi Anwar setiap ngewawancara para nara sumbernya, azeeeeg. Terakhir kali saya liat Desi Anwar di TV itu di Metro TV, sebelum tiba-tiba menghilang dan saya pun kehilangan arah, tak ada gairah, memendam amarah, terkekap di rumah, sayang sama mamah, alaaaaaah asik nih rimanya, biar nggak nyambung juga, hehehehe.

Sampai suatu saat, ketika si Papah memutuskan untuk masang TV kabel (bai de wei, kenapa sih diistilahkannya 'TV Kabel' lah emang bukan dari dulu TV itu ada kabelnya ya?) dan saya mendapatkan siaran Ceu eNN, di mana hampir di setiap minggunya sosok yang saya rindu-rindukan selama ini muncul kembali di setiap acara berita malam. Whoaaaa, Teteh Desi Anwar is id da hoz yooo!




Whoaaaa, saya yang nggak terlalu tau tentang Royal Danish Family, abis nonton wawancara Desi Anwar junjungakowh, saya langsung masukin Denmark ke my wishlist, inshAllah harus bisa ke Denmark, malah kalau bisa mah ngerasain interaksi dengan warga lokal dalam waktu yang lumayan.

Sebenernya Indonesia punya banyak pembawa acara berita yang bagus, tapi kayanya kalau yang one of a kind mah sedikit ya, yang nggak cuma jadi pemanis layar kaca demi naikin rating tapi juga jadi seseorang yang bertanggung jawab bahwa apa yang mereka kerjakan bukan hanya membaca ulang yang ada di prompter tapi juga secara langsung maupun tidak, mereka sedikit bertanggung jawab atas apa yang akan dipikirkan orang-orang yang menontonnya.







Minggu, 19 Juni 2016

Zia

Heihooooo, jadi saya lagi ngapusin beberapa draft postingan yang nggak jadi saya posting gara-gara tulisannya ngambang atau ceritanya sudah keburu kurang gregetz, huhuhuhu T^T

Tapi tau-taunya saya nemu tulisan ini. Tadinya sih pengen dihapus, tapi sayang nih…Soalnya kayanya saya udah selesai jadi sebuah postingan yang lumayan utuh dibandingan sama deleted-post lainnya.

Eh, eh, eh baca ceritanya sambil dengerin lagu yang lagi terus-terus saya puter dua hari terakhir ini yaaaa….







***

Udara senja saat itu terasa terlalu dingin dibandingkan hari-hari sebelumnya. Zia menyandarkan pundaknya di tiang penyangga halte bus. Tas coklat berisikan tumpukan sketsa gambar kerja interior ruangan yang sedang dikerjakan, dipegang erat.

Sesekali tangan kanan Zia memainkan tali dari jaket kulitnya, mengecangkan ikatannya, berharap dapat membuatnya hangat sesaat. Tak seperti biasanya, bus yang Zia tumpangi belum tiba juga. Waktu sudah menunjukan hampir pukul tujuh.

Beberapa mobil tampak lalu lalang dengan cepat di hadapan Zia. Dalam rasa penuh ragu, Zia menengok ke kiri dan ke kanan. 

Terlihat seorang pemuda dan pemudi sedang berbincang penuh canda. Si pemuda melakukan beberapa tingkah laku yang menyerupai pelawak kenamaan di televisi dan si pemudi bereaksi dengan tepuk tangan diselangi derai tawa. Zia ikut menebak-nebak gerakan yang dilakukan si pemuda dalam hati. Dulu Zia pernah melakukan hal yang sama seperti pasangan tersebut. 

Suara petir dari kejauhan Zia dari lamunannya. Menurut perkiraan cuaca yang ia baca di koran tadi pagi, malam akan turun hujan dengan lebat di Ibu Kota. Pantas saja, seharian ini sinar matahari tak terlihat.

Zia kembali melirik jam tangan berwarna hitam yang sudah ia pakai setahun terakhir ini. Jarum panjangnya sudah mendekati angka tiga, berarti sudah hampir satu jam, Zia berdiri di tempat perberhentian tersebut. Dulu Zia pernah menunggu di tempat yang sama.

Seorang pria paruh baya berlari kecil ke arah Zia. Kaus bergaris hitam-putihnya tampak sedikit basah kuyup di bagian punggunnya. Celana jeans dengan warna biru pudar dipadukan dengan sneakers berwarna putih yang dikenakan pria itu mengingatkan Zia akan seseorang yang pernah ia temui dulu. Zia menghela napasnya. 

Sekali lagi terdengar suara langit bergemuruh pelan. Akankan turun hujan? Pikir Zia. Seperti waktu itu.  Zia memejamkan matanya selama satu menit sambil berbisik pelan mantra penahan hujan. Konon katanya kalau dia mengucapkan kata-kata khusus itu, awan gelap akan hilang seketika ketika dia membuka matanya, seperti yang pernah dia lakukan dulu.

Tiba-tiba pria paruh baya yang kini berdiri di dekat Zia mengeluarkan telepon selularnya, terlihat ia memeriksa jadwal kedatangan bus di halte tersebut. "Telat lagi ya?" ujarnya sambil melirik Zia. Zia menjawabnya dengan anggukan.

Semenjak perluasan jalan utama sepanjang Taman Kota, sudah hampir setahun jadwal kedatangan bus itu kacau balau. Perlu kesabaran tingkat tinggi memang, karena tak ada pilihan transportasi lain yang bisa mengantarkan Zia ke rumahnya. Setahun yang lalu Zia selalu mengeluhkan hal ini, tapi sekarang dia sudah bisa menikmatinya.

Kegiatan menunggu yang banyak dibenci orang, malah menimbulkan ketagihan tersendiri bagi Zia. Setahun yang lalu, sesaat setelah membaca pesan singkat di telepon selularnya, Zia terburu-buru datang ke taman kota dengan perasaan yang tak karuan dia berlari menembus derasnya hujan saat itu. Dengan bus yang biasa dia naiki, sambil memejamkan matanya erat, mulut Zia menggumamkan berbagai macam doa yang dia hapal, tak luput juga doa mantra penangkal hujan yang diajarkan Fio.

Sepasang pemuda dan pemudi yang duduk di kursi sebrang Zia tertawa pelan melihat keanehan Zia. Mereka saling berbisik mengomentari  tingkah laku Zia.

"Next destination, Central Park. Next destination, Central Park." Suara supir bus terdengar dari pengeras suara bus, Zia berdiri dari kursinya cepat dan mengecangkan ikatan tali jaket kulitnya. Suara petir bersaut-sautan di luar. Cerahnya langit ketika pagi sudah tidak terlihat lagi, walaupun waktu masih menunjukan pukul enam sore. Padahal biasanya matahari baru terbenam di atas pukul delapan. 

Namun, Zia tak sempat memikirkan keanehan gejala alam saat itu. Dengan tergesa Zia menuruni bus dan berlari mendekati area pusat Taman Kota.

Di taman itu, Zia mendengar teriakan banyak orang dan raungan suara sirine ambulan dan mobil polisi saling bergantian memecah kesunyian waktu senja. Asap tebal berwarna abu tua mengepul di mana-mana.

Zia melihat penjaja es krim keliling yang biasa Zia dan Fio beli terduduk lemas di salah satu kursi kayu yang sudah mulai rapuh. Zia mengikuti arah telunjuk dari si penjual eskrim itu namun setelah beberapa langkah besar, Zia tiba-tiba berhenti. 

Badan Zia menggigil kencang, bukan dikarenakan tubuhnya yang sudah separuh lebih basah kuyup, tapi lebih dikarenakan pemandangan yang ia lihat saat ini. 

Zia hanya bisa menyandarkan pundaknya kepada salah seorang polisi wanita yang berusaha mencegahnya untuk mendekati tubuh Fio menggunakan celana jeans biru lusuh dan sepatu sneakers putih yang tampak terbujur kaku di bawah tiang lampu taman.

Sudah sepuluh menit terakhir, layar telepon Zia berkedip beberapa kali pertanda sebuah pesan masuk, nama Fio tertera di sana.

'This is our anniversary. Telat lagi ya?'


***



FYI, cerita di atas dibuat ketika saya lagi sediiiiiih banget, ketika saya baru aja nyelesein nongton episode terakhirnya Daehan, Minguk, Manse di The Superman Returns T^T 





Sabtu, 18 Juni 2016

Chef & My Fridge

Jadiiiii, seperti yang sudah dituliskan di postingan-postingan sebelumnya, saya lagi keranjingan nonton acara variety show masak-masakan ala Korea, 'Chef & My Fridge', sekarang ditambah sama 'Global Chef Wars'.

Nonton dua acara ini bener-bener bikin saya bernostalgia sama sebuah acara kartun kegemaran saya jaman dulu yang ditayangin Indosiar, judulnya, 'I was born to cook' atau 'Yoichi si Anak Cita Rasa'. Masih ada yang inget sama anime yang satu ini kah?






"Impiaaaan, cita-citaaaaaa, semangat dan ambisiiiiiih, tangaku selalu mencari sesuatuuuuuuh!!!!!"

Uwooooooh, semua itu terjadi sebelum para produser TV yang berikon ikan sapu terbang itu, nayangin acara kontes nyanyi, yang nanyinya 3 menit, komentarnya 30 menit itu T^T

Salah satu scene yang paling saya inget adalah waktu salah satu juri nyobain mie buatan si Yoichi, terus saking mie itu enak banget, langsung muncul bunga-bunga mawar bertebaran di mana-mana. Nah, si acara 'Chef & My Fridge' ini tampak 'me-manusia'-kan adegan-adegan yang saya tonton hanya sebagai gambar dua dimensi ketika masih kecil dulu.

Semenjak nonton acara perlombaan masak-masakan ini pun, kesukaan saya terhadap dedek-dedek gemesh berbadan six-pack tapi nggak bisa keluar rumah kalau nggak pake BB cream pun berubah, jadi sama koki-koki yang emang jadi panelist tetap di dalam acara tersebut yang ditayangkan di saluran JTBC tersebut. 

Dulu saya, nge-fans abis sama G Dragon, si Bigbang leader….






Sekarang, jadi Choi Hyun Seok, koki asal Korea yang restorannya menjadi salah satu 50 restoran terbaik di dunia.





Dulu, saya punya cita-cita pengen nikah sama Wooyoung oppa, si anggota 2 PM….





Sekarang, jadi selalu menanti-nantikan menu apa yang bakal dibuat sama Sam Kim, chef yang jago banget masak-masakan Italia.





Sebagai seorang wanita yang masih motong bawang daun pake gunting, ngeliat cowok yang jago masak itu bener-bener bikin deg-deg-an. Apalagi di acara 'Chef & My Fridge', di mana mereka harus bisa buat hidangan super lezat dari isi kulkas seadanya dalam waktu 15 menit aja….

Acara ini bener-bener inspiring banget buat saya buat nolak ajakan bukber dari temen-temen yang nggak begitu deket, ahahahaha…..Karena masak buat keluarga dan orang-orang terdekat itu tampak lebih menyenangkan daripada ngumpul tapi asik sendiri sama hape masing-masing, ehehehe….






Jumat, 17 Juni 2016

Menu Sahur Hari Ini

Hai-hai teman-temang kelompok PENgamat CeritA-cerita VIERa! semuanyaaaa…..

Seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya, kalau saya lagi keranjingan sama variety show masak-masakan asal Korea, 'Chef & My Fridge', tapi ada juga beberapa portal berita yang nulis kalau judul acaranya  'Please Take Care My Refrigerator'.

Semenjak nonton acara ini, ke-nge-fans-an saya terhadap dedek-dedek gemesh Korea pake celak dan bisa nyanyi sambil jumpalitan pun berubah ke pria-pria paruh baya Korea bercelemek yang bisa motong bawang bombay tipis-tipis tapi cepet sampe talenannnya bunyi tok-tok-tok.

Maka terinspirasi dari para koki yang ada di dalam acara tersebut,  saya mau buat sop daging super simple untuk menu sahur kali ini.

Caranya gampang banget, tinggal masukin daging, lengkuas, bawang putih, ulekan cabe rawit, garem plus lada ke dalem panci, tambah aer, terus tunggu sekitar empat jam. Huhuhuhu…

Nah, biar suasana acara 'Chef & My Fridge' nya sedikit berasa, saya suka masak sambil dengerin lagu-lagu boiben-boiben Korea yang lagi sering diputer di youtube playlist saya, seperti:



Block B - Toy



Dengerin lagu Block B yang satu ini tuh paling enak pas lagi nunggu air mendidih sambil motongin lengkuas sama daging kecil-kecil.



Got7 - Just Right



Kalau lagu yang satu ini saya dengerin sambil nakar garem sama lada sambil dikocek-kocek di atas pancinya.



iKon - #WYD



Kalau lagu ini paling demen saya puter sambil icip-icip kuah sop nya, apa kurang asin atau kurang gurih...



Bigbang - Bang Bang Bang



Lagi ngulek cabe rawit???? Nggak ada lagu yang lebih cocok dari lagu akang-akang Taeyang, Jidih, Ti-O-Pi, Daesung, Seungri yang satu ini. Kayanya setiap di teriakan; "Bang! Bang! Bang!" itu semangat buat ngulek cabenya langsung berasa mau jihad ke Suriah!



Busker Busker - Cherry Blossom Ending



Nah, dengerin lagu ini saya lakuin pas lagi plating….Beuuu, 'plating' apaan deng, bisa masukin sop ke mangkok nggak tumpah di sana dan di mari aja udah bikin saya seneng T^T



Cuma saya mau minta maaf nih, karena keburu laper, jadi saya keburu makan dan saya lupa moto sopnya T^T Saya cuma sempet moto ini…..






Dikira daging, eh taunya lengkuas T^T



Rabu, 15 Juni 2016

Menu buka instant

Heihoooo, assalamualaikum semuanyaaaa!

Gimana puasa hari ini??? Lancar? Gimana buka bersamanya? Udah ditanya kapan lulus? Udah ditanya kapan nikah? Udah ditanya kapan punya momongan?

Huwooooh, semoga segala hasrat ingin membolak-balikan fakta yang ada ketutup sama pahala menahan emosi terpendam eaaaaa, hehehehe.

Sambil nunggu sahur, saya mau share menu buka puasa saya malam ini…..






Hohohoho, indomie pake telor pake cabe rawit T^T Udah mulai tanggal-tanggal di mana mie instant jadi makanan mewah nih….

Bai de wei, sambil sehah-sehah gegara kepedesan makan indomie pake rawit, saya nongton berita di tipi kalau di Korea Selatan baru aja dilaksanain pameran mie instant. Jadiiiii, seluruh produsen mie instant kenamaan di dunia ngumpul di sana untuk menunjukan kebolehan produk-produk mereka dan tentu aja, indomie nggak ketinggalan doooong.






Konon katanya, kemunculan booth mie instant asal Indonesia menimbulkan antrian terpanjang di dalam acara tersebut. Wiiiih, emang nih kalau masalah makanan, Indonesia jawara banget, makanan instantnya aja bikin nagih.

Pariwisata Indonesia mah emang paling cocok nonjolin kulinernya, atuh dari seluruh hasil wawancara singkat saya sama temen-temen Indonesia yang lagi berkesempatan ke luar negri, pasti hal yang pengen bikin mereka balik ke Indonesia téh makanannya…..





Jumat, 10 Juni 2016

My Potato Potata

Assalamualaikum sadayana???

Buat yang lagi puasa, gimana lancar djaya abadi kah? Masih ada yang suka pura-pura nggak sengaja nelen aer wudhu pas mau shalat dzuhur???

Bai de wei, Tuhan punya cara sendiri buat membangunkan umatNya untuk sahur, seperti yang saya alami sekarang, melalui tukang dipidi yang nyetel lagu Dewi Yul jam 2 pagi pake suara dolby surrender T^T

Di postingan kali ini, saya mau share menu sahur saya hari ini….







ENG ING EEEENG~

Iyuuuuh, wat is det???? Geleuh ya ngeliatnya???? Ahahahaha, biar fotonya kaya gitu, tapi inshAllah eat-able.

Jadiiiiiiiii, udah sekitar sebulan ini saya kepincut sama korean variety show, 'Chef and The Refrigerator'. Di mana, setiap episodenya kita bakal ditayangin apa isi kulkas dari para selebriti Korea terus nanti ada beberapa chef terpilih yang harus membuat makanan dari isi kulkas tersebut selama 15 menit saja!







Maka dari itu, terilhami dari serial tersebut, semenjak sahur day-1, saya jadi suka eksperimen sama menu sahur saya.

Nama menu sahur di atas adalah…..My Potato Potata, yang dimasak nggak lebih dari 5 menit, tapi persiapannya hampir sejam, ahahahaha.

Sebenernya yang bikin lama itu adalah waktu saya untuk merebus si kentang, biar gampang ngupas kulitnya, saya harus merebus kentang tersebut sekitar 30-40 menit di air mendidih, terus saya dinginkan sekitar 20 menit-an.

Abis itu mah, tinggal masukin ini itu.

Yang penting kalian punya:

- Kentang
- Bawang Bombay
- Cabe Rawit
- Garem
- Gula
- Bawang Putih
- Mentega
- MSG
- Keripik, kerupuk, atau apapun yang bisa buat masakannya crunchy

Semuanya bahan dalam takaran secukupnya. Yang suka pedes, boleh pake cabe rawit sebanyak mungkin, yang suka gurih-gurih nyoi, bisa banyakin MSG, dan seterusnya.

Cara masaknya???

Pertama-tama, baca bismillah.

Kedua, masukin semuanya jadi satu di dalam wajan.

Ketiga, ucapkan hamdalah.

That's it! Ahahahaha,

Urutan masukinnya; mentega - bawang putih - bawang bombay - cabe rawit - kentang - MSG - gula - garem - taburin keripik di atasnya and voilaaaaa, jadilah menu makan sahur yang sakinah, mawadah, dan warahmah :)


Selasa, 07 Juni 2016

Top 5 K-Pop 05/06/2016

Sekarang, pas saya nulis di blog ini (yang entah kapan bakal diposting-nya), waktu menunjukan jam 2 pagi di jam dinding kamar saya dan tiba-tiba aja terdengar jelas di kuping saya……..

"TANPA UNDANGAAAAAN…..DIRIKUUU KAU LUPAKAAAAAN….."

Astagfirullah T^T

Etaaaaaaa, kenapa suara Teteh Desih Ratnasarih terdengar dolby surround di daerah Cibinong dan sekitarnyah????

Tukang dipidi yang sering mangkal di depan rumah saya berulah lagi nih. Kemaren, dia sempet muterin  muterin lagu Novia Kolopaking jam 11 malem, Baby-nya Justin Bieber jam 12 malem, sampe lagunya ST 12 pagi-pagi buta.

HUAAAAAAAAAA T^T

Kalau mau belajar toleransi kagak usah jauh-jauh ya ke daerah konflik, noh tinggal nengok di depan rumah saya aja T^T

Well, emang sih saya punya hak untuk istirahat jam segitu, tapi mereka juga punya hak untuk mendapatkan penghasilan. Ma meeeeeen, jarang lho ada tukang dipidi 24 jam di kawasan Cibinong.

Ngggg, sebenernya sih saya nggak terlalu mempermasalahkan sama suaranya Teteh Desih Ratnasarih, sebenernya sih, nggggggg….Saya malah pengen request lagu gitu ke tukang dipidi…..

"Bang lagu Big Bang ada Bang Bang Bang?"

Kemudian ku bernyanyi lagu Bang Bang Bang-nya Big Bang….

Huehehehehehehehehe….Atulaaaaaah, kapan lagi bisa denger suara T.O.P Oppa  di sepertiga malam di kawasan Cibinong dan sekitarnya, itu gimana ya kalau T.O.P adzan shubuh????  Lemeeeeees kaaaaakaaaaaaak T^T

Yes! Once you k-pop, you'll never stop!

Jadi, di postingan kali ini saya mau bagi-bagi top 5 lagu oppa-oppa Korea sono yang lagi saya dengerin akhir-akhir ini, huhuhuhuhu, hanaaaa, dul, seeees….



1. You & Me by Kisum feat. Jooyoung



Aduuuuuh Oppaaaa Jooyoung, sarangeyoooo to the moooon. Rapping nya Teteh Kisum juga, endes banget. Kan biasanya yah, lagu-lagu Korea sono, yang nyanyinya teh cewek terus yang yang nge rap-nya cowok, ini mah kebalik, tapi seimbang banget. Ditambah lagu video klipnya kyeoptaaaaaa bangeeeeeeedz. Pernah dulu deket sama samwan-samwer-autder, setiap si samwan-samwer-autder telepon, ringtone nya lagu ini, hihihihihi…..


2. Ordinary Love by Kyung Park feat. Park Boram




Ini sebenernya tipikal lagu-lagu K-pop featuring jaman sekarang yang sering diputer di cafe-cafe gitu, tapi, tapi, tapi, Oppa Kyung Park iniiii subhanallah gimana ya ngomongnya yaaaah, kasep pisan, suaranya juga saya suka T^T


3. Turned of The TV by Leessang feat. Yoon Mi Rae & Kwong Jungyeol



Sebelum kenal Running Man, saya keburu jatuh cinta sama Garry Oppa dari lagu ini. Pertama kali denger lagu ini, langsung nyari-nyari di youtube, dengan kemampuan bahasa Korea yang minus 7, sedableg-dableg nya saya nulis "nona nona saya ngesot, nan tivi di kosok…." di kolom keyword, ya wassalam ya baru nemu videonya pas mulai nonton running man, pas Song Ji Hyo suka bilang ke Garry kalau dia suka banget sama lagu ini, uh oh uh oh…..


4. Officially Missing You by Geeks




Ini teh sebenernya covernya lagu si Tamia dengan judul yang sama nu tersohor tea, tapi entah kenapa beat yang dibuat sama orang Korea ini lebih, hmmmmm, kalau kata tukang tahu bulat digoreng dadakan mah, versi Korea ini lebih gurih-gurih-nyoi, hihihihihi.


5. Letting Go by Day6



Ah ini mah, udah lah, die-you-die moment banget! Kalian harus liat si band ini cover lagu-lagu Korea kenamaan, aaaaah meleleh hati Yang Mulia Teteh Viera, nggak kuaaaaat T^T Suara vocalist-nya aduduuuuuuuuh, ibarat kata mah kaya sop buah Pak Ewok, pas banget!


Nah sekiranya segitu top 5 lagu-lagu Korea yang lagi sering saya dengerin akhir-akhir ini, kalau kalian kumaha? Ada lagu K pop yang lagi diapalin nggak dance-nya? Atau lagi dengerin lagu Korea yang mau segimana nggak enakeun lagunya, tapi sehubungan yang nyanyinya oppa-oppa ganteng, jadi we didengerin?







Jangan lupa cebok yang bersih yak!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...