Selasa, 21 November 2017

5 (kaum) Adam yang Viera Sukai

Heihooo, kali ini saya bakal ngebahas lima Adam…Nggg, yes, Adam as kaum adam a.k.a lalaki dan Adam literally as Adam~ Lima Adam yang saya sukai. Let's go!



1. Adam Levine

Waduuuuh, appearance vocalist Maroon 5 ini mah nggak usah dibantah lagi. Suara serak-serak banjirnya itu lhooo cuco' meong banget buat jadi muadzin di musholla sebelah rumah saya. InshAllah, si mamah nggak bakal susah ngebangunin saya buat shalat shubuh lagi. Dengan sedikit dehemannya di toa musholla, udah langsung bisa bikin saya ngibrit ke keran pancuran buat wudhu jam 4 pagi. Ditambah, wajahnya yang berkharisma dan tatto di badannya yang bisa bikin preman di Kampung Rambutan minder, itu semua sukses bikin saya klepek-klepek.



http://www.trbimg.com/img-56ccab0e/turbine/la-et-mg-adam-levine-full-back-tattoo-20160223-thumbnail




2. Mas Adam

Yuhuuuuu! Siapa yang nggak kenal sama Mas Adam, suaminya Mbak Inul. Dengan suaranya yang nge-bass dan letak kumisnya yang tampak selalu presisi dari zaman Mbak Inul disomasi Bang Oma sampe punya karoke dari sabang sampai Merauke. Di zaman geng Mahmud Abas a.k.a maMAH MUDa Anak BAru Satu rajin ngasih komen tajam (setajam pisau ginshu), di akun gossip kekinian, ketika melihat para public figure selingkuh, Mas Adam sih adem ayem aja sama Mbak Inul mengurusi bisnis dan rumahnya di apartment Da Vinci yang super mehong itu! Two thumbs up buat kumis Mas Adam!

https://pbs.twimg.com/media/B8AvpRjCIAA62AU.jpg



3. The Adams

Waaaah, band indie asal IKJ ini sukses meluluh lantahkan eargasm saya. Walaupun sudah digempur beribu-ribu lagu oppa-oppa Korea yang-kok-bisa-pake-celak-rapi-banget-dan-ga-ketusuk-mata itu, lagu 'Hanya Kau', 'Halo Beni', dan 'Konservatif' selalu mengena di hati. Apalagi kalau lagi naik kereta jurusan Stasiun Beos sambil ditemani lagu 'Berwisata', duh Gusti Nu Agung, langsung berasa lagi syuting video klip!







4. (Tony) Adams

Jangan ngaku gooners sejati, kalau nggak kenal Tony Adams! Si pemain legend asal Arsenal yang sampai saat ini, nomor punggung-nya dijadikan angka keramat di Arsenal dan nggak ada pemain yang berani menggunakan nomor '6' di kaosnya, gara-gara kehebatan beliau menjadi kapten tim dan juga ke-setia-an-nya terhadap klub asal London tersebut. FYI aja nih, dari umur saya 6 tahun, saya ini udah suka banget nonton Arsenal dan pernah waktu Arsenal kalah dari Barcelona di Champions League di tahun 2006, keesokan harinya saya nggak masuk kuliah gara-gara sakit nggak bisa bangun dari tempat tidur, huhuhuhuhu.



http://d2x51gyc4ptf2q.cloudfront.net/content/uploads/2016/07/5c1b1218-6ab5-4698-9a8c-d5196855d181-2060x1236.jpg



5. Adam Fabumi

Nah, kalau ini adalah Adam paling muda yang paling saya suka. Ketika saya menulis postingan ini, umurnya masih belum genap satu tahun. Semenjak 5 bulan di dalam kandungan, Adam didiagnosa terkenal dandy-walker syndrome yang menyebabkan ukuran kepalanya menjadi lebih besar dari ukuran wajarnya. Well, untuk lebih jelas mengenai penyakit ini, teman-teman bisa googling sendiri. Namun, yang ingin saya highlight adalah ketegaran kedua orang tuanya Adam Fabumi yang terus berjuang membuat anaknya tampak seperti bayi yang sedang tidak sakit. Yuk ah, daripada ngeliat akun-akun instagram dedek-dedek emesh yang foto selfie tapi caption-nya pake kutipan tulisan Tere Liye, meningan kita tengok akunnya @adamfabumi.



https://alibaba.kumpar.com/kumpar/image/upload/c_fill,g_face,f_jpg,q_auto,fl_progressive,fl_lossy,w_800/bggma4vory98dvzrvn6h.jpg



Kalau kamu kumaha guys? Punya 'Adam' yang disukai juga kah?

Kamis, 02 November 2017

#pemudazamannow adalah #pemimpinzamantomorrow: Zaky Zakaria

Namanya Zaky Zakaria. Kalau ditanya umurnya berapa, ada kemungkinan dia lebih muda daripada saya, tapi kalau masalah ilmu kehidupan, kayanya sudah dapat dipastikan cobaannya lebih banyak beliau daripada saya, makanya saya memanggilnya dengan sebutan Bang Zaky.

Bang Zaky ini orang gorjess banget gaes, tipikal pemuda yang suka diundang ke acara-acara pembangkit semangat yang di mana kebanyakan audience-nya para anak mudo yang lagi butuh banjuran (bukan siraman lagi) rohani.

Komunitas dan organisasi yang Zaky ikutin banyak banget. Mulai yang dari anggota sampai yang jadi founder. Ngebagi waktunya kaya gimana caranya coba? Meanwhile saya, membagi waktu buat bangun tidur sama nonton marathon Criminal Minds aja susah banget, huft!

Salah satu organisasi yang sering diceritakan oleh Zaky adalah IMI, singkatan dari Ilmuwan Muda Indonesia. Wah, dari nama-nya aja udah gregetz ya, kayanya nggak mungkin nih saya bisa jadi anggota perkumpulan ini, satu-satunya ilmuwan yang saya suka itu, Dr. Spencer di Criminal Minds.

Bang Zaky merupakan salah satu dari 28 pemuda yang saya minta menjadi salah satu pengisi content digital campaign-nya @cooltura.id #pemudazamannow adalah #pemimpinzamantomorrow

Saya memberikan tiga pertanyaan kepada Bang Zaky;

1. Sumpah terakhir yang pernah dia ucapkan






2. Nasehat untuk #kidszamannow

3. Pemuda Indonesia yang menginspirasi beliau

Untuk pertanyaan no. 1 dan 3 bisa, temen-temen langsung cek jawabannya di instagram @cooltura.id atau facebook cooltura_id.

Sayangnya untuk jawaban nomor 2, due to the limited space, I have to cut his perky answer. Maklum, Facebook dan instagram (apalagi twitter) punya karakter yang terbatas untuk penulisan. Jadi, di postingan kali ini saya mau sharing jawaban verso full version dari beliau ini, karena jawabannya terlalu keren untuk di-cut begitu saja.

So, here we go, apa sih nasehat buat #kidszamannow dari seorang Zaky Zakaria?



***







Jadilah anak-anak masa depan karena jaman now  adalah masa depan. Gak percaya? Oke ini buktinya. Kalian pasti tahu Doraemon, robot yang datang dari masa depan. Jadi waktu Doraemon pertama kali keluar dari lacinya Nobita pakai Mesin Waktu, Doraemon kira-kira ngomong gini ke Nobita “Hai Nobita, saya adalah robot kucing masa depan  dari abad 21! Yang dikirim oleh cucumu….” (pasti kamu bacanya pakai suara Doraemon kan? Hehehe!)

Perhatikan kata abad 21 nya. Tebak sekarang abad berapa? Yup sekarang adalah abad 21. 

Berdasarkan fakta yang tidak bisa dibantah dari komik Doraemon tersebut (faktanya saintifik banget yah? heheh) Berarti masa depan adalah sekarang!. (Tapi...kemudian di tahun 2000an sama tim penulisnya diganti jadi abad 22, karena sampai saat itu belum ada baling-baling bambu ataupun pintu kemana saja -__- ). Well the point is..the future is now.







Buka wawasan kamu, ikuti perkembangan jaman, ikuti dan kuasai teknologi, jadilah anak yang berpengetahuan luas. Teknologi adalah kuncinya.

Tapi menurut saya, yang terbaik dari masa depan  adalah you can be anything you want. Cita-cita sudah sangat berkembang, tidak lagi hanya jadi dokter, arsitek, atau polisi (itu rata-rata cita-cita anak jaman dulu). Bahkan menurut riset dari Dell Technology, 85% pekerjaan di masa depan belum diciptakan. 

Itu tidaklah mengejutkan jika kamu memperhatikan sekelilingmu. Hal tersebut sangat wajar dengan adanya perkembangan jaman. Contohnya tahun 2000 awal tidak ada pekerjaan Developer Mobile Application, sekarang 17 tahun kemudian profesi tersebut muncul. Ada profesi-profesi baru ada juga profesi yang berkembang. 

Profesi berkembang ini bukan seperti penyanyi kamar mandi berkembang jadi penyanyi Smule yah, tapi berkembang dengan menggabungkan beberapa disiplin ilmu. Seperti misalnya pembuat game berkembang menggabungkan Virtual Reality dan Augmented Reality, profesinya tetap pembuat game tapi skill yang dibutuhkan berkembang dan itu sudah terjadi saat ini. 

Bayangkan nanti di masa depan akan seperti apa. seru banget yah. Itu artinya dunia di depan kamu masih sangat luas, kesempatan untuk mencipta sangat besar. 






Kamu bisa jadi dokternya robot kalau kamu mau, kamu bisa jadi pelukis angkasa, why not? Bisa jadi nanti di tahun 2030 ditemukan cat yang bisa mencat udara, atau kamu ternyata yang menemukannya!

Atau kamu jadi ilmuwan yang menemukan...'Alat Teleportasi Antar Planet….' (Pasti bacanya pakai suara Doraemon lagi hehehe!)

Gila masa depan keren banget ya? Untuk ikut ambil bagian di kekerenan masa depan tentunya kamu perlu persiapan. Persiapannya gak susah-susah amat kok. Hanya belajar saja. BOOOOO….nggak seru amat persiapannya, belajar melulu!

Seru tahu dan mudah. Kamu nggak disuruh naik gunung trus turunnya guling-guling atau makan pare mentah 2 kg tiap hari supaya sukses. Cuma belajar aja.

Apakah semua nilai harus bagus? Gak juga. Kamu gak perlu sedih kalau nilai matematik kamu jelek. Pablo Picasso gak ditanyain nilai Matematiknya waktu dia melukis dan lukisannya terkenal di seluruh dunia. Kamu gak perlu sedih kalau nilai Sejarah kamu jelek, Albert Einstein gak ditanyain kapan terjadinya Perang Diponegoro saat dia menemukan Teori Relativitas.

Nilai jelek bukan berarti kamu tidak bisa menjadi sukses atau tidak berbakat atau tidak jenius. Everbody is a genius, hanya perlu menemukan hal yang tepat. 








Kamu tidak bisa mengajarkan ikan memanjat dan berharap hasilnya baguskan? Ingat, siapa tahu kamu itu ilmuwan yang menemukan “Alat Penerjemah Suara Hewan” (seriously..stop membacanya dengan suara Doraemon hehe) yang tidak perlu nilai Seni Rupanya bagus. All you have to do is, temukan apa yang kamu mau dan kejar dari sekarang!

Untuk merangkum semua ini, yang perlu diingat adalah Jadilah anak-anak masa depan karena masa depan adalah sekarang. Kamu bisa menjadi apapun yang kamu mau dan kuasai teknologi. Dan yang terakhir..please don’t hate me for this ...BELAJAR!



***

Yup, sekiranya begitulan sekelebat nasehat untuk para nak mudo' zaman sekarang. Semoga berkesan :)



Rabu, 01 November 2017

#pemudazamannow is #pemimpinzamantomorrow

Heiho!

Jadi, tanggal 28 Oktober 2017 kemarin, tepat di hari Sumpah Pemuda, cooltura_ID, komunitas kepemudaan yang saya buat bersama Ayu, teman SMA saya, membuat sebuah digital activity, berjudul #PEMUDAZAMANNOW representasi #PEMIMPINZAMANTOMORROW.






Kami memilih 28 orang pemuda dan menanyai mereka beberapa pertanyaan, seperti:

1. Apa nasehat kamu untuk #kidszamannow ?
Jawabannya gokils banget! Dari yang nyaranin supaya jauh-jauh dari gadget, perbanyak kegiatan positive bersama teman dan keluarga, sampe jangan kebanyakan makan mecin.

2. Sumpah terakhir yang kamu lakukan?
Ini juga nggak kalah serunya. Ada yang sumpah ingin membangun nusa dan bangsa sampai sumpah sehidup semati sama bini tercinta! Huahahaha!

3. Tokoh pemuda Indonesia yang dikagumi?
Well, untuk cowok rata-rata pada milih Nadiem, si CEO nya gojek. Meanwhile, untuk perempuan, pada milih Maudy Ayunda, si wanita cantik dan pintar itu yang bikin iri seluruh anggota cooltura_ID! Tapi, nama Butet Manurung, pendiri Sokola Rimba dan Mbak Helianti, pemilik Javara Indonesia, lumayan juga sering disebut.

Untuk lebih detailnya bisa dilihat di instagram kami qaqa…

IG: https://www.instagram.com/cooltura.id/
Facebook: https://www.facebook.com/groups/1291701617583844/
Twitter: https://twitter.com/cooltura_id

Moreover, do not hesitate untuk tidak mem-follow, kalau dirasa tidak berkenan dengan hal-hal yang kami sharing. Saya mah santai ae orangnyah, kita tetep temenan, walau tidak follow-follow-an, hehehehe!






Saya sendiri sangat enjoy mengerjakan digital acitivity yang satu ini, berasa kaya lagi ngobrolin masa depan aja sama teman-teman sepermainan. Kadang-kadang terselip juga omongan, kenapa pemuda zaman sekarang suka banget pamer dia lagi ada di mana, di instagramnya. Komentar biasa sampai yang pedes kaya ayam recheese level 5 pun bermunculan:

Kembaran Raline Shah (saya): "Kenapa ya #kidszamannow ini seneng banget memosting sesuatu di sosial media mereka? Masa ya kemaren ada anak tawuran ketangkep sama polisi, ketangkepnya gara-gara apa? Gara-gara dia instalive! Men! Tawuran di-instalive-in dong! Ingin ku berkata kasar?!"

Sebut saja Mawar bukan nama sebenarnya (M): "Dasar generasi mecin!"

Sebut saja Bambang bukan nama sebenarnya (B): "Yeee, kalau gue jadi bubuk ajinomoto, gue bakal ngeluh di insta story; 'Salah gue apa coba? Yang bego generasi lo, kok yang disalahin gue???"

M: "Sebenernya kita juga ada masa begonya ya, tapi perasaan dulu mah, kalau kita lagi ngelakuin hal-hal yang bego tuh kita umpet-umpetin ya, biar nggak ketauan. Lah, sekarang malah diumbar? Bego berjamaah..."

Saya: "Gue pernah baca, generasi jaman sekarang itu punya tingkat 'fear of missing'-nya tinggi banget..."

B: "Gue pernah liat, keponakan gue instalive lagi makan nasi goreng di pinggir jalan. Lah, ngapain coba makan nasi goreng doang dipamerin. Terus, sambil makan nasi goreng, dia cerita kalau kecengannya jadian sama orang lain. Baiklah…First thing first, situ artis? Bukan. Followers-nya? Ya banyakan following-nya lah daripada followers-nya yang cuma 100 orang itu. Emang ada yang nonton? Ada. Siapa? Gue. Dan you know what, gue satu-satunya yang nonton instalive dia, itu pan kaya lagi ngobrol berdua aja ya, meningan telepon gue langsung aja kali???"

M: "Lo tau kan Kim Kadarshian pernah dirampok, pas abis dia pamer perhiasan dia yang mehong itu di instagram."

B: "Gue suka pengen ngajak pemanasan senam SKJ 92,  sama yang suka update-update foto selfie, tapi caption-nya diambil dari tulisan Tere Liye. Jaka Sembung makan mecin, nggak nyambung ciiiin!"

Saya: "Gue paling ka zet el, sama yang suka selfie, ceritanya teh baru bangun tidur, terus caption-nya 'abaikan ditambah insert nama bagian tubuh'. Tapi teteup cantik paripurna, huft!"

B: "Baru bangun tidur dan lo masih cantik mah biasa Pe, kalau baru bangun candi Borobudur lo masih cantik, baru tuh Pe update di instagram!"

S: "Tapi, gue salut sih sama mereka ini, mereka ini kuat juga ya... Kalau gue jadi mereka, kayanya gue nggak bakal mampu deh! Gila aja temen-temen gue update foto-foto bahagia, lah gue ulangan biologi aja her-nya sampe enam kali!"

Dan masih banyak lagi obrolan-obrolan seru tentang kelakukan anak-anak zaman sekarang lainnya saya bersama 28 orang pemuda yang berpartisipasi dalam digital activity ini.

Sayangnya, ada beberapa jawaban yang harus saya cut, dikarenakan keterbatasan karakter untuk menulis, padahal isi content-nya gorjes banget. Nah, karena saya merasa bersalah, di beberapa postingan ke depan, saya bakal re-creating beberapa content #pemudazamannow dalam bentuk aslinya, tanpa saya cut.

Semoga bisa mengispirasi teman-teman untuk jangan ngeluhin kelakuan #kidszamannow aja, tapi juga jadi motivasi agar kita bisa jadi lebih baik lagi dan juga sumber inspirasi buat bahan gossip di perjalanan pulang kerja. Hihihihi, se-'liar-liar'-nya Awkarin, dia pernah ngehasilin duit sampe 50 juta sehari di umur dia yang masih 17 tahun itu, wohoooo! Something that I couldn't do when I was still 17 years old!





Yups, untuk lebih lanjut, mari kita liat postingan-postingan saya berikutnya yes!

Senin, 30 Oktober 2017

First edition of pencavier-zine: commute heart

Hi-ho!

I'm trying to make an e-zine, a.k.a e-magazine.

Untuk edisi pertama ini, namanya sama seperti judul buku pertama saya, 'Commuteheart'. Isinya pun nggak jauh-jauh dari buku commuteheart.



Let's see the result ya, if it's good, I am probably will continue to make this kind of stuff, yet if it's not really well-delivered, at least you have already read the first and the last edition, hehehehe.

Senin, 23 Oktober 2017

Drama dari depan rumah

Duuuuuh Gusti Nu Agung, cobaan dalam kehidupan itu datang silih berganti.

Setelah kemarin di depan rumah saya ada tawuran kidz zaman now, sekarang giliran para bapaknya. Subhanallah…Keep positive thinking Viera, anggap aja ini cara Tuhan ngebangunin buat beribadah dengan khusyuk di waktu-waktu yang konon katanyanya cuco' meong buat doa-doa kita dikabulkan.

Sekitar jam dua malam ini saya kebangun oleh suara pecahan kaca yang terdengar cukup nyaring. Saya menyalakan lampu kamar saya dan mendengar suara sekitar dua sampai tiga, atau saya kurang tau jumlah pastinya, sedang beragumen dengan nada yang tinggi.

Aaaah, saya pun mengintip dari jendela kamar saya, oh well, jadi ada dua orang laki-laki lagi berantem dan salah satu teman lainnya sedang menengahi.

"Ya élu ngapain juga mau aja!" Teriak laki-laki satu.

"Itu kan bini gue!" Teriak laki-laki dua.

Dan seterusnya…..

Saya pun keluar kamar menuju balkon, berharap agar tau apa yang terjadi sebenarnya, sambil pura-pura mau ambil mukena yang dijemur, saya memberanikan diri mengintip sedikit ke arah jalan raya dan mendengarkan percakapan beberapa laki-laki dewasa tersebut. Saya nggak nguping ya! Lah mereka sendiri ngomongnya teriak-teriak, yang nggak mau denger aja, jadi denger…..

Setelah sekitar 15 menit berdiam diri di balkon, akhirnya saya dapat mengambil kesimpulan kalau ternyata si laki-laki dua menyangka kalau laki-laki satu bawa lari istirnya. Waduuuh~ Gawat…Ya semoga dengan terbitnya postingan ini, masalah kedua laki-laki ini juga selesai ya….

Emang sih, tinggal di pinggir jalan itu kurang menyenangkan, mana sekarang salah satu pool armada bis terbesar di Bogor pindah ke deket rumah lagi, jadi deh hampir setiap tiga puluh menit sekali, ada aja suara klakson bis terdengar nyaring semenjak dini hari.

Ya, kalau mau di list mah banyak banget lah keluhan tinggal di pinggir jalan gede ini, tapi kata kakek saya, rumah itu harus di pinggir jalan, jadi kalau mau usaha apa aja bisa and it works lho! Setelah pensiun, ayah saya mengisi waktunya untuk berjualan dan alhamdulillah semuanya laku-laku aja, well emang sih untungnya nggak besar-besar banget, tapi alhamdulillah kami sekeluarga masih bisa bayar tagihan Indie Home tepat waktu setiap bulannya.

Ah, I can't wait for another drama dari jalan raya depan rumah saya ini lagi~

Sabtu, 21 Oktober 2017

Kids Jaman Now di Depan Rumah Saya

Minggu, 22 Oktober 2017 jam 2.00

Jadi, sekitar sejam yang lalu, saya ini lagi bobo cantik dan lagi enak-enaknya mimpi jalan-jalan bareng Joseph Gordon Levitt Oppa, tiba-tiba aja…

"Dor!"

Saya di-'tembak' Joseph Oppa?

Uuuurgh, sayangnya Tuhan pun tidak mengizinkan hal itu terjadi, walaupun hanya di alam mimpi saja dan saya pun terbangun. Aduuuh ini suara apa yaaaah??? Kok bisa-bisanya mengganggu nyenyaknya Yang Mulia Viera sedang tidur aja nih??? Hadeeeeuh, kecantikan saya bisa berkurang seketika nih?!

Dan tiba-tiba aja, terdengar suara gaduh di depan rumah saya.

Kamar saya ini letaknya berhadapan dengan jalan utama. Suara sekecil apapun bisa kedengeran. Apalagi suara yang segaduh ini?

Saya melihat jam dinding dan waktu masih menunjukan pukul 1 malam, positive thinking-nya sih mungkin ini 'cara' Tuhan biar saya mendekatkan diri pada-Nya di waktu sepertiga malam kali ya? Tapi, negative thinking-nya saya jadi ingin berteriak, "Duh Gusti! Nanaonan yeuh??? Jam satu malem dar-der-dor-dar-der-dor! Ngaganggu wae???!!" (translation: "Oh my God! What happened???? It's already 1 o'clock in the morning, bang-bang-bang-bang-bang-bang! It's so annoying!")

Akhirnya saya keluar ke balkon, ngeliat apa yang terjadi di jalan di depan rumah saya itu. Dan guess what???

Ada kids jaman now lagi pads tawuran!

Dan sampai ada oknum yang menembakan pistol dua kali. Wah, saya deg-deg-an dong, ada korban nggak ya? Aduuuh, nih para nak mudo kalau mau masuk TV tuh, acaranya Kick Andy gitu lho, jadi orang-orang yang inspirasyeneul, lah ini mah paling banter, sekalinya masuk TV, masuk acara 86, yang kalau ketangkep kamera, wajahnya di blur, gara-gara ketangkep sama polisi yang lagi patroli T^T

Well, setelah ditelusuri, penyebab utama dari tawuran ini adalah??? Mabok.

Jadi, ini kan malam Minggu ya, biasalah para nak mudo ini suka nongkrong dan biar makin hitz, tentu saja nongkrong-nya sambil mabu'-mabu'-an dan ditemani beberapa wanita mudo berpakaian minim….

Oh iya, sebelum berlanjut ceritanya, terkadang ya kalau ngeliat ciwik-ciwik ya paling umurnya belasan tahun ini, (yang kalau beli pembalut aja masih minta duit orang tua, apalagi kalau beli minuman beralkohol coba???), instead of nanya, "kenapa kamu mabok-mabok-an di pinggir jalan jam segini?", pertanyaan yang bakal saya tanyain adalah, "orang tua kalian tau nggak sih kalian lagi ngapain malem-malem gini?"

Kalian juga suka berpikir seperti itu nggak? Salute buat para temen-temen saya yang udah pada resmi jadi mahmud, apalagi yang punya anak perempuan, waaaah orang tua jaman dulu bilang, kalau anak gadis itu 'barang jualan' sebuah keluarga jadi harus dijaga baik-baik banget, ya emang seperti itu…Bukan karena kita bakal 'dijual' ke pasangan kita kelak, tapi lebih kepada apapun yang dilakukan oleh anak perempuan ini, bakal jadi image keluarga si anak itu secara menyeluruh. Sama kaya barang jualan yang akan menjadi cerminan dari pedagangnya itu sendiri.


Okeh, balik lagi ke cerita…

Pada awalnya, para nak mudo ini sih pada nyanyi-nyanyi nggak jelas gitu, saya sih ok-ok aja nih bagian sini, ya mungkin memang tidak punya uang yang cukup buat nyewa ruangan di Inul Vista (tapi punya uang buat beli bir yang harganya nggak jauh beda sama harga sewa per jam di tempat karoke, duh~)

Tapi, ya namanya juga lagi berada di bawah pengaruh alkohol dalam jumlah yang banyak, awalnya niat mau happy-happy eh ada yang ngomong 'kelepasan', salah satu dari orang yang nongkrong itu sakit hati, dan  tiba-tiba aja mereka jadi berantem, bawa parang, bawa pistol, ya elah, kalau kata Mas Bajindul Gokil Abis, si vlogger TKI Korea yang lagi happening itu mah, "Njungkel gaes!"

Cetek amat ya alasan berantemnya???

Kalau mau keliatan gagah mah, mabok-nya di perbatasan negara Syria sana, terus lawan ISIS gitu~

Yang bikin sedihnya lagi adalah, sambil berantem mabu'-mabu'-an ini, mereka ngehnacurin salah satu tempat jualan pecel yang sudah saya kenal lama, dan…..Alasan utama diancurin adalah? Anaknya si tukang pecel ini ternyata ikutan mabu'-mabu'-an dan berantem, jadi salah satu temennya yang kesel sama dia, melampiaskan amarahnya ke tempat dagangan ibunya.

Makin menjadi lah tuh berantemnya.

In the end, kayanya ada salah satu warga sekitar yang nelepon polisi. Ya, kaya di film-film India lah, Inspektur Vijay selalu datang terlambat, anak-anak muda yang tawuran ini udah pada keburu kabur duluan.

Sebenernya ini PR besar buat saya dan orang-orang yang ada di lingkungan sekitar sih. Kasarnya mah buat apa jadi 'sober' kalau 'sober'-nya sendirian? Kenapa nggak bisa mengajak para nak mudo ini untuk melakukan hal yang lebih menyenangkan di akhir pekan, daripada mabu'-mabu'-an? Mereka melakukan hal tersebut, mungkin karena nggak punya pilihan lain. Saya sebagai seseorang yang dikasih kesempatan sama Tuhan untuk melakukan hal lain, daripada mabu'-mabu'-an, kenapa tidak memberikan tawaran tersebut kepada mereka?

Ah, kalau misalnya temen-temen kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) jadi saya, hal apa yang akan kalian tawarkan ke para anak muda yang sering mabu'-mabu'-an ini? Dan bagaimana caranya?

Dan satu hal sih yang saya tau pasti kalau Tuhan itu Maha Pembolak-bali hati ya, mungkin saat ini para anak muda itu lagi 'nakal-nakal'-nya, tapi mungkin suatu saat dengan sekali jentikan 'tangan Tuhan' tiba-tiba mereka pada sampai ke sebuah waktu menghadapi turning point mereka masing-masing dan akhirnya berubah menjadi seseorang yang jadi lebih baik lagi dengan sendirinya, amin YRA...

Atulah, mabuk cinta aja menyebabkan hal-hal yang tidak baik ya, apalagi mabuk yang lain…..Banyak-banyakin minum antimo gih.







Selasa, 17 Oktober 2017

Nomu, nomu hatur nuhun very much

Dear PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) terkasih, tersayang, tersanjung season 1 sampe 7,


Jadi, di suatu malam yang kelam, ketika saya sedang meyakinkan diri untuk menonton film Pengabdi Setan, tiba-tiba si Prey, salah seorang PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) yang tinggal besebrangan dengan planet Namec (dibaca: Bekasi), ngirim sebuah foto.

Tadinya saya mau ngeluh kan ya, "ya elah ngirim foto doang nih si Prey, ngirim duit ateuh???" #Huft #PadahalMasihTanggalMuda #EmangMamahDoangYangBisaMuda

Tapiiiiiii, ternayta foto yang dia kirim itu, subhanallah banget! Kalau kata Mas Bajindul, si vlogger  TKI tersohor di Korea Selatan mah; "JUONCLOK GAEZ!"






Yups, jadi si Prey menemukan sebuah resensi pendek mengenai Commuteheart, kumpulan tulisan mengenai pengalaman saya naik kereta dari 2009 - 2015, yang beberapa ceritanya bisa teman-teman temukan di blog terkasih ini jua.

Resensi itu sendiri diterbitkan di dalam koran Kompas hari Sabtu, 14 Okt 2017 kemarin. Kolomnya sih keciiiiiil, tempatnya juga nyempil, tapi beneran deh it means A LOOOOOOOT pisan buat sayah. Kungin berteriak, "ALLAHUAKBAR!" sambil meluk Nicholas Saputera dari belakang T^T

Selain perasaan senang yang luar biasa, saya juga merasa kaget banget terhadap kemunculan resensi ini. Why???

Karena saya baru tau kepastian kalau commuteheart ini bakal dijadikan versi cetak itu minggu lalu, cuma beda sehari-dua hari lah sampe akhirnya berita resensi ini muncul. Dan pada saat itu, yang tau informasinya hanya saya dan editor, saya pun belum cerita ke orang lain, Pak Mamat dan Bu Evie aja belum.

Saya sempat mikir, mungkin yang nulis resensi ini editor saya, tapi pas di cross check, dia pun bilang nggak. Aaaah, sebagai pembaca setia Detective Conan dari SD, tentu saja saya penasaran dengan alibi dari orang-orang yang saya jadikan suspects menulis review ini.

Tapi, ya walaupun merasa punya kemampuan analisis kaya Conan Edogawa, pada kenyataannya saya malah lebih berasa kaya Usagi Tsukino. Soalnya sampai saat ini, saya tidak menemukan orang yang bisa diucapkan, "nomu nomu hatur nuhun very much…"

Dan postingan di blog ini saya buat secara khusus karena saya ingin berterimakasih, kepada:

1. Allah SWT
Ah pokoknya mah without Him, I'm nothing.

2. Orang yang nulis review commute heart
I don't know who you are, but gomawooooo pisan. Semoga rezeki kamu dilimpah ruahkan oleh Allah SWT ya. Pokoknya mah, kalau ternyata yang nulis ini cewek, bakal saya jadiin sodara….Kalau ternyaa yang nulis itu cowok, bakal saya jadiin…..Sodara juga, hihihihi!

3. Tim Redaksi Harian Kompas
Menurut saya sih, pasti banyak orang yang nulis review buku, tapi keputusan akhir tetap ada di tim Redaksi Kompas untuk menyetujui bahwa review buku mana yang akan dipilih untuk naik cetak. Ah, kalian emang the best!


Peluk dan cium membabi buta,

Viera