Sabtu, 13 November 2010

Multi-nationality faces.

Jumat kemaren, saya ada kuliah di kelas Lingua Cultura Moderna, cubo 21 Ruang G. Yaaa, pokoknya kalau kalian ditakdirkan Tuhan untuk mengunjungi Universitá della Calabria (UNICAL), kalian bisa jambangin tuh ruangan dan melakukan napak tilas apa yang telah Teteh Piera rasakan. Duduk di sebuah kelas yang di mana cuma saya satu-satunya 'bule' di sana dan sering banget disangka orang China.

Soalnya saya pernah ketemu sama orang Italia yang kuliah literatur Chinese dan tiba-tiba dia ngajak saya ngomong bahasa Ko Ping Ho.

Bule Italia asli (I): "Haoooo….cungkyiyat ceng xianwen dian jeng xia lang boah juin?" (Nggak tau ngomong apa.)
Teteh Piera yang tiba-tiba jadi 'bule' di Italia (V): "Xie xie…" (Satu-satunya bahasa china yang saya hapal.)
I: "Huang how tou xian lan juan toa?" (Tau déh ngomong apaan.)
V: "Han wen, siao tjing, pai su cen?" (Nama-nama tokoh serial White Snake Legend)
I: "Mi scusi, sono nel primo anno, che cosa tu hai detto?" (Eh sori, saya ini mahasiswa literatur Cina tingkat awal, tadi kamu ngomong apa ya?)
V: "Mi scusa, non sono chinese." (Sori ciiiin, akika bukan orang china, akika mah mojang sunda asli)
I: "Aaaaa, mi sbagliato. Ma sembra cinese." (Ooooh, maap ya ciiiin, gue kira lu orang Cina)
V: "No, sono…." (Bukan ciiin, gue itu…..)
I: "Giapponese?" (Jepang ya?)
V: "No, sono…." (Bukan ciiiin, gue mah urang….)
I: "Filippine?" (Dari Filipina ya?)
V: "No, ma vicino." (Bukan juga ciiiin, tapi deket-deket situ sih….)
I: "Thailandia?" (Ooooh, Thailand ya ciiin?)
V: "No, vengo da…." (Bukan ciiiin, abdi mah ti….)
I: "Cambogia?" (Kamboja kan?)
V: "Gusti Nu Agung, tungguin gue selesai ngejelasin dulu nape?" (Ini mah ngerti lah ya, harus saya translate ke bahasa apa???)
I: "Scusa?" (Eh, tadi yey ngomong apa?)
V: "No, niente. Io sono indonesiana. Lo sai?" (Ah tidaaak, daku hanya berbicara pada burung yang sedang berkicauan di langit biru nan luas. Daku itu orang Indonesia. Dirimu tau tidak di mana itu Indonesia?)
I: "Aaaaaaa, si, si, lo so. Mi piace la cultura." (Ooooh tau itu mah. Akika suka banget sama yey punya kebudayaan ciiin.)
V: "Vero? Grazie." (Sumpeh lo, susu lo tumpeh? Terimakasih ya.)
I: "Si, il filmato. Sempre ballare e cantare…" (Iya, film dari negara kamu itu lhoooo, sering banget ya joget-joget sama nyanyi-nyanyi….)
V: "Hah?" (WOOOOOOOT!)

Ingin rasanya mengundang Pai Su Cen feat. Francesco Totti, buat ngejelasin nih bule tentang perbedaan antara Anjasmara dan Sarukh Khan.






Hadeeeeeuh, kayanya saya harus operasi nge-belo-in mata déh! Omong-omong, ini pengalaman kesekian kalinya saya disangka bukan dari Indonesia. Kayanya muka saya ini multi-nationality banget ya? Tapi, paling sering sih saya disangka orang China. Jangan-jangan, dahulu kala ketika Gajah Mada lagi ngerayain ultah sweet seventeen-nya, nenek moyang saya pernah 'ada main' sama Jengis Khan gitu kali ya???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar