Selasa, 21 Desember 2010

ketika hari besar setiap agama terasa tidak ada bedanya

Sebentar lagi natal….Siiigh~

Buat saya sih, setelah tinggal di Italia 1,5 tahun ini, mau natal, iedul fitri, tahun baru china, atau segala hari besar lainnya, nggak berasa bedanya.

Abis shalat ied jam 7 pagi, jam 8-nya saya harus udah berangkat ke kampus. Tepat jam 12 malam tanggal 25 Desember, saya ada di dalam kelas, belajar buat ujian semester. Kalau nggak dikasih tau sama Fang Wen, salah satu temen China saya yang kebetulan lagi belajar bareng di kelas yang sama, saya nggak bakal ngeh kalau hari Minggu tahun lalu itu adalah tahun baru China.

Well, beginilah nasih mahasiswa perantau yang sedang galau dan demen meracau ini. Tiga bulan pertama sih nangis-nangis, semua pengalaman yang saya alami di sini saya bandingkan dengan apa yang pernah saya lalui di Indonesia. Berjuta-juta keluhan terlontar dari mulut, "aaah pasti kalau di Indonesia Madame Futrih 'Atut 'Atit 'Ati sekarang lagi makan gulai, opor, ketupat…" ujar saya pelan sambil memakan croisant terakhir yang saya dapatkan dari kantin iedul adha kemarin.

Ya, ya, ya, semua orang punya masalah. Tapi, sebelum berdoa dan bangkit lagi untuk berjuang kembali menghadapi tantangan masa depan, mengeluh adalah cara pertama yang selalu saya lakukan. Siiigh…Dan dua hari yang lalu saya menghubungi, salah satu orang terdekat saya, sebut saja, Mawar (bukan nama sebenarnya, red).

Waktu itu saya bercerita tentang betapa saya kangen sama beliau. Seseorang yang memiliki kesamaan perasaan akhir-akhir ini. Ketika lingkungan sekitar tampak seperti terlalu memuakan, kasih sayang dari keluarga yang berlebihan mulai terlihat menyebalkan, dan kisah percintaan yang selalu kandas, oh sungguh menguras hati.

Kami sudah dekat cukup lama. Setau saya, dia adalah salah seorang muslim yang taat dan wajahnya mencerminkan bahwa dia akan menjadi tamu VIP dari surga. Namun, kemarin, ketika saya sedang bersenda gurau dengan beliau dan menanyakan apa yang sedang dia kerjakan saat itu, dengan santai Mawar menjawab, "baru beli lilin buat menorah….."

Menorah???? Itu siapanya Manohara???

Dan Mawar pun menjelaskan, "hari ini kan Hanukah, hari besarnya umat yahudi. I am part of them…..Jadi, kita harus nyiapin lilin yang setiap harinya nanti harus dinyalain satu-satu sampe menorah atau tempat lilinnya penuh." Wooooot~

Okelah, saya ini besar dalam lingkungan muslim yang konservatif, dimana lingkungan saya percaya bahwa yahudi itu adalah salah satu umat yang harus sedikit kami 'jaga jarak'. Sesuai dengan apa yang tertulis di kitab suci yang saya yakini, menurut saya yahudi itu adalah salah satu agama tertua yang ada di dunia, di mana setiap penganutnya adalah manusia yang punya hak untuk diberikan kebebasan melakukan kegiatan beribadatnya masing-masing.






So, for all of my friends who celebrate hanukkah, semoga bisa merayakan hari kebesarannya dengan baik :)

Ah tapi nggak ada bedanya, mau hanukkah juga, saya tetep ada di dalem kelas. Coba gitu ya pas hanukkah téh, tiba-tiba saya ketemu sama cowok berambut pirang, bermata kecil, dan bisa salto, baruuuuuu tuh berasa hanukkah-nya.

4 komentar:

  1. opooooooorrrr gulaaaaaiiiiiii ketupaaaaaatttttttt

    seenggaknya lu ga khawatir sama timbangan tiap hari raya tiba fe

    BalasHapus
  2. beuuu, di sini juga gue khawatir sama timbangan Fut, timbangan dosa…hahahahaha!

    BalasHapus
  3. akh. kamuh sudah tidak perawan lagih??? di sini ajah masih perawan! maklum lagi musim ujan.
    (baca: berawan)

    BalasHapus
  4. astagfirullah fut, itu satu2nya yg bisa gue banggakan di sini, secara ya dari wajah mah gue biasa aja (biasa ditaksir jhonny depp), otak juga biasa banget (biasa ranking satu dari SD)….

    BalasHapus