Well, satu-satunya hal yang saya sayangkan dari Corsa dei Ceri kemaren adalah cuaca yang kurang mendukung. Hujaaaaan euy!
Coba yah, kalian bayangkan, ada seorang perempuan mungil nan jumawa berdiri sendirian di bawah rintik hujan sambil disorakin sama bule-bule tampan nan rupawan, "ciaaaao, giapponeseeeeee!" atau "ni haoooo cineseeee!" Dan nggak ada tuh yang nyapa saya, "hai cibinong-ese!"
Emang ye tuh dua negara Asia Timur yang satu entuh kudu ditindak, ayooooo, pokoknya nanti mah kalau dikasih kesempatan untuk berkunjung ke Fiesta dei Ceri tahun depan, saya kudu disapa, "hai, indonesianaaaa! Suuuuuuuiiiiit wiiiiiiiiiiw!" Ayo mari kita bawa suasana Ciroyom ke khalayak Gubbio!
Tapi, biar ujan-ujan gitu, semangat saya buat ngikutin nih festival nggak boleh luntur. Malu aje gitu, masa sebagai urang Bogor, sebuah kota dengan curah hujan terbesar di dunia, saya bisa dikalahin sama kumpulan aer turun dari langit gini. Prinsip saya téh ya, sebagai urang Bogor aseli, hujan dan petir itu sahabat!
Hmmm…..Di postingan kali ini saya bakal sedikit mengupas how to get there. Yang pertama adalah, belilah tiket pesawat ke Italia, abis dari situ mah gampang. Saya ambil dari titik tengah aja ya, si ibu kota, Roma.
Jadi, kalau dari Roma mah, gampil pisan. Secara, dari jaman Mark Westlife belom homo, saya mah udah jadi roker a.k.a ROmbongan KEReta, jadi I prefer to take train. Temen-temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) tinggal ambil kereta yang ke Ancona, terus turun di Gubbio, terus temen-temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) bisa jalan kaki, atau yang nggak mau punya betis segede talas Bogor, bisa naek taxi atau sepeda sewaan.
Harga tiket keretanya sendiri nggak terlalu mahal kok sob, sekitar 10-15 euro. Yak, dengan gaji temen-temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) yang melimpah ruah itu, apalah artinya selembaran euro itu T.T Berasa kalau semua pembaca blog ini tuh para kolektor seni tingkat dunia dan akherat gini ya?
Okelah, buat yang belum dikasih izin sama Tuhan buat nyicipin Fiesta dei Ceri, bolehlah kalian baca-baca dulu kilasan yang mulia Teteh Piera berjalan-jalan ke sana.
Oh ya, sebelum saya ke Fiesta dei Ceri, kan saya nanya-nanya dulu tentang is it possible for me to go there by myself? Also about another information, ya saya juga nggak mau gitu jadi kaya Ayu Ting Ting yang nyasar nyari pacarnya gara-gara dikasih alamat palsu.
Nah, saya pun bertanya kepada salah satu rekan kerja saya, Fabrizio. Dia bener-bener kaget, pas saya mengutarakan keinginan saya untuk pergi ke Fiesta dei Ceri seorang diri. "Viera! Dengan tinggi badan kamu yang segitu, kamu bakal kelelep di kerumunan massa!" Ujar Fabrizio.
Ooooooouch! Dasar bule ting-ting a.k.a bule TINGgi-TINGgi! Mentang-mentang tinggi saya cuma 170 cm dikurang ukuran standard ubin WC, jadi saya nggak boleh pergi ke festival yang sungguh ramai itu, hah???
Dan, jreng! Jreng! Kaya gini disebut kerumunan massa??? Tuh si Fabrizio kudu kita bawa ke pasar kaget di sepanjang jalan Pemda Cibinong saban Minggu pagi kali ye??? Cuh!
Well, gimana? Masih tertarik sama Festival yang satu ini? Tunggu di postingan berikutnya ya sob…..
Bai de wei, ada salah satu dedengkot temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) nih, si Peri Hutan. Si Peri Hutan ini lagi ngerjain skrip-shit di negeri mantan suaminya Manohara. Nah, skripsinya ini tentang perkembangan dunia blog dan beliau sedang melakukan survey sebagai data pendukung skripsinya tersebut. Soooooooo, sebagai sesama kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) yang baik dan budiman, kita bantu temen kita, si Peri Hutan, yuk! Mas Bro dan Mbak Sist bisa klik link di bawah ini;
Survey berhadiah tatakan cangkir yang pernah dipake Steve Jobs waktu masih perjaka. <--- Judul yang sungguh jauh menyimpang….
Yang nggak ikutan berpartisipasi sama survey ini, siap-siap aja dadanya disilet-silet sama disuntik gemuk ala Manohara sama si Peri Hutan!
P.S yang nggak bisa liat videonya, silahkan klik link di bawah ini:
video bugil Pangeran William & Ceu Mamar <--- Judulnya menantang sekali ya guys?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar