
hari 8 boelan 12 tahoen '08
Pertama, saya mau meyakinkan semua orang yang pernah baca note yg pernah saya buat berjudul, "Antara aku, BCL, dan sepupu-ku yg gemar main hula hup", bahwa saya yakin dengan status sepupu saya kali ini. Dia adalah anaknya dari adik Ibu saya, bener kan dia sepupu saya??? he he he!
Tanggal 7/12/08 kemaren saya ke kota Lovin' Earth (a.k.a Suka-Bumi, ha ha ha!) Mengunjungi rumah sepupu saya, yg kali ini saya beri inisial "R". Dia baru kelas 2 SMP dan baru aja akhir baligh, dia baru ajah dapet her 1st menstruation (basa inggris saya keren nggak? he he he)
Suatu ketika, ada tukang sayur lewat, mamanya sepupu saya memang ada rencana mau belanja di si tukang sayur itu, terjadilah proses tawar menawar yang cukup sengit di antara mereka berdua. Lalu, entah kenapa sepupu saya yang berinisial "R" itu datang menghampiri mamanya itu, lalu dengan mata yang mengerjap-ngerjap dan suara yang dibuat mendayu-dayu, "R" berkata: "Mama, pembalut aku teh di mana yah?" Di depan tukang sayur tuh...
Sejam kemudian, tante saya, alias mamanya si "R", mengobrol dengan salah seorang tetangga di depan pagar rumahnya, dan secara tiba-tiba (entah dari mana datangnya), oknum "R" kembali beraksi, "Ma...pembalut yang biasa "R" pake teh disimpen di mana yah?" Masih dengan mata yang penuh dengan rasa bangga dan bibir yang monyong ke depan ke belakang.
Karena hari sudah sore, akhirnya saya berpamitan untuk pulang ke rumah saya di Rain City (a.k.a kota hujan alias kota-nya the real roti unyil). Sesampainya di rumah, mama saya menelepon si tante saya yg tinggal di Sukabumi untuk memberitahukan bahwa kami sudah sampai dengan selamat di rumah. Dan mereka pun bergossip, mendengar kata "gossip", hasrat saya sebagai salah satu mahluk Tuhan yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, saya meminta hape yang digunakan untuk mereka saling berkomunikasi itu mengaktifkan mode loudspeaker, sehingga saya bisa ikut mendengar gosip, eh pembicaraan mama dan tante saya itu.
Terdengar suara tante saya di sana:
"Iya nih, neng "R" setiap se-jam sekali suka mastiin pembalutnya bocor apa nggak, padahal udah hari ke-5! Kemaren di depan ibu2 warung juga begitu, depan temen-temen sekolahnya nanyain terus, 'tembus apa nggak?', ke Ayahnya juga begitu, ke kakak perempuannya, ke adik-adiknya juga, ke si Bibi juga, ke adeknya yg cowok juga (yang baru kelas 1 SD, mana dia ngerti atuhhhh?) ke...., ke....., ke....,"
Saya cuman bisa ketawa miris, "ya Tuhan! Aku punya sepupu seperti ini???? tidak kah cukup kau memberikan cobaan kepadaku tentang keponakanku yang kalap artis itu, sekarang kau berikan sepupu yang kalap sama pembalut????"
Oh ya, kabar terbaru dari keponakan saya yang kalap artis itu, sekarang dia lagi suka banget ngajarin saya tarian-nya "goyang duyu" dari lagu project pop berjudul sama, "goyang duyu". Sabar lah wahai Viera! Anda memang The Best Tante in de World!
Saturday, December 6, 2008 at 5:15pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar