
Alkisah, saya dan teman saya, berinisila "i" pergi ke Jakarta (dalam rangka jalan2, he he he) menggunakan sebuah mobil, tentu saja "i" yg menyetir (kalau saya yang nyetir, bisa2 nyampenya ke akherat! Ha ha ha!)...Kami masuk tol dalam kota jakarta dan kami harus keluar di pintu Tol Podomoro, tapi ketika sampai di sebelum turunan tol Pisangan (500 m) tiba-tiba teman saya bilang, "kayanya kalau mau ke sana, harusnya kita turun di sini deh?" sambil membelokan stir ke jalur kiri. Pintu tol Podomoro sendiri berada sekitar 5 km lebih jauh dari turunan Pisangan.
Heh! Hoh! Saya pun berargumentasi bahwa kita harus keluar di pintu tol Podomoro, bukan di turunan jalan tol Pisangan! Dia memilih turunan Pisangan karena menurut feeling dia, kami bisa sampe tempat yang kami tuju lebih cepat! (Ajeee Gilee lo, klo di Jakarta, klo lo udah salah ambil jalan, untuk balik lagi ke jalan yang sama tuuuuh, harus U turn jauuuuuuuuuh lagi!) Kami pun beradu mulut, sampai tak sadar kalau ternyata turunan Pisangan semakin dekat. Akhirnya kami berhenti di tengah2 persimpangan antara jalur yang menuju ke turunan Pisangan dan jalan lurus menuju Tol Podomoro, sampe akhirnya ada mobil highway patrol menghampiri...
Aduuuuuh mampussss! Saya paling males berurusan dengan polisi Jakarta apalagi polisi jalan tol gini! Galak2! Saya pun panik setengah matiiiiiiiii! Eh nggak! Tiga perempat matiiiii! Tujuh per delapan matiiiiii! Begitu juga dengan teman saya, dia sibuk mencari2 sesuatu di dalam tasnya, yang saya yakini dia sedang mencari STNK dan SIMnya! Mampuuuusssss lo "i", SIM lo kan nembak! (Klo SIM kita nembak bisa dipenjara nggak sih?)
Saya pun terus berdoa dalam hati, sambil terus melihat gerakan aduhai pak polisi yang makin lama makin dekat saja!
Jeng, jeng, jeng! Saya pun menutup mata saya! Suara langkah kaki polisi itu makin terdengar jelas...(Nggak deng boong! ha ha ha! Berlebihan yang satu ini.) Lalu ketika saya membuka mata saya dan melihat ke arah "i" yang tepat berada di belakang stir mobil itu dan apa yang sedang dia lakukan?!?!?!?!?!?!?!?!?
"Di depan pak polisi kita juga harus tetap terlihat cantik Pe, lagian nanti pas gue buka kaca mobil, make up gue takut kebawa angin, gue tebelin dikit aja kali ya??? Eh, gue nggak keliatan pake bulu mata palsu kan?????"
What the hack! Jadi yang dia ambil dari tas dia itu bukan SIM atawa STNK dooong, tapi bedak!
Saya pun langsung terdiam, saat itu saya langsung berpikir, my life is surrounded by those kind people! Keponakan kalap artis! Sepupu kalap pembalut! Dan Teman yang kalap make-up!
Sebelum saya sempat berpikir lebih jauh lagi, kaca mobil kami sudah diketok polisi! Setelah ditanya kenapa kami berhenti di persimpangan jalan, ditanya SIM & STNK, diberi wejangan2. Hmmmm, alhamdulillah kami nggak keluar uang sedikitpun, karena teman saya beralasan,
"Iya nih Pak, saya lagi betulin bulu mata palsu saya yang kayanya tadi ketiup angin jadi mata saya agak ketutupan, jadi tadi agak nggak keliatan jelas jalannya, maaf ya!" Pak Polisi pun hanya tersenyum miriiiiiiiiiis! Ha ha ha!
Akhirnya kami menanyakan ke polisi tersebut kalau mau ke tempat yang kami tuju lebih baik keluar lewat pintu tol Podomoro atau turunan Pisangan? Dan polisi pun menjawab:
"Oh kalau mau ke sana, keluar di turunan Jayabaya," Bukan di pintu Tol Podomoro ataupun turunan Pisangan! Ha ha ha!
Monday, December 8, 2008 at 7:31pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar