Selasa, 22 Juni 2010

Dalam tahap: Sakit Perut Berkepanjangan.

Huuuuu, makin sensitif saja hati ini. Mood saya memang lagi dijungkir-balik-kan sama Tuhan. Bisa semenit saya ketawa ngikik, eh semenit kemudian, saya sudah berlinang air mata. Merasa memiliki masalah paling besar se-Rende, se-Calabria, se-Cirahong, se-Ciroyom, se-Ciomas, se-Ciampea. Siiiiiigh….Dibilang ABG labil pun saya ridha, karena memang pada kenyataannya begitu, emosi ini bagai kegiatan makan bakso Alex di depan SMP 4 Bogor, tambah sambel, makin enak, walaupun tau bakal sakit perut berkepanjangan.

Selama 22 tahun hidup ini, saya sudah sempat mengalami tahap 'tambah sambel', tahap 'makin enak', dan sekarang saya berada dalam tahap 'sakit perut berkepanjangan'.

Beberapa waktu yang lalu, ketika baru saja menulis beberapa posting-an asli di blog ini (yang dimaksud dengan 'asli' di sini adalah tulisan yang memang saya posting-kan di blog saja, karena terkadang 50% dari tulisan saya di blog ini, saya publish sebagai note di facebook saya juga) ada yang berkomentar, "tulisan di blog lu kok ga lucu!."

Jujur, dibanding rasa untuk memperbaiki blog ini menjadi lebih baik lagi, ketika itu rasa marah lebih besar saya rasakan. Yang saya ucapkan pertama kali pada saat itu adalah, "Ya elaaaaaah! Kalau nggak suka tulisan gue! Ya, nggak usah baca! Emang dari berjuta-juta blog yang ada di dunia ini, kenapa juga lu harus stuck sama blog gue!"

Saya marah!




Kalaupun banyak orang bilang kalau marah itu mendekatkan diri dengan setan. Tapi, marah itu salah satu sifat dasar manusia yang menurut saya bukan harus dihindari, tapi dilalui dengan sikap yang lebih baik setelahnya. Karena marah itu bukan perbuatan berdosa, tapi iya, apa yang dilakukan ketika kita sedang marah itu tak jarang memiliki kemungkinan besar untuk memasukan kita ke dalam neraka.

Waktu itu, saya benar-benar kesal dengan orang tersebut. Entahlah orang yang saya maksud itu akan baca tulisan saya kali ini atau tidak. Tapi, waktu itu saya nggak bisa nunjukin perasaan saya yang sebenarnya, karena letupan emosi terlalu kuat untuk membuat saya bilang langsung, "Maksud lu apa ngomong gitu? Hah!" dengan nada 8 oktaf ala Mariah Carey.

Dari beberapa komen dari teman-teman saya yang saya paksa untuk membaca blog ini, hehehehe, rata-rata mereka bilang kalau saya menulis dengan gaya komedi. Padahal, suuuuer tak kewer-kewer, saya nggak pernah bermaksud seperti itu. Saya hanya menuliskan beberapa pengalaman yang terjadi di sekitar saya. Kalaupun jadi nya bikin ketawa yang baca, ya alhamdulillah, kan kalau ketawa itu pertanda diri seseorang sedang senang, dan kalau bikin orang senang itu insyaAllah saya dapet pahala. Lumayanlah dosa dari hobby saya mencaci maki orang agak sedikit tertutup dengan pahala bikin orang-orang ketawa setelah baca blog saya.

Setelah mendapatkan komen yang tak enak itu, saya sempat tidak menulis selama satu minggu. Nggg, tolong bedakan antara 'saya tidak menulis' dengan 'saya tidak mem-publish tulisan', karena stock tulisan saya untuk blog ini ada banyak, tapi saya memilah-milah tulisan mana yang akan di-publish terlebih dahulu, mana yang nanti, mana yang nggak usah di-publish, sesuai dengan kondisi sekitar saya pada saat itu. Terkadang ada tulisan yang saya buat bulan Maret, tapi baru saya terbitkan bulan Juni, atau malah cepet banget, selesai menulis sebuah posting-an, seketika itu juga saya publish. Benar-benar tergantung sikon dan mood saya pada saat itu.

Tujuan utama saya menulis blog ini juga sebenernya untuk melepaskan rasa suntuk, muak, capek, sedih, bahagia, dengan segala yang terjadi di Italia. Karena pengalaman ini terlalu baru bagi saya, kalau dibilang tidak siap dengan segala hal yang terjadi? Nggggg, iya. Tapi ya namanya juga kehidupan emang pilihan, untuk saat ini saya memilih maju-hajar-bleh daripada untuk mundur dan memulai sesuatu yang baru dari nol lagi.

Di Universit√° della Calabria ini, mahasiswa dari Indonesia baru ada enam orang dan kami semua rata-rata memiliki masalah yang sama namun penanganan yang berbeda. Kalau untuk saya, lebih gampang mengatasi semua permasalahan yang ada dengan menulisnya di blog. Sedangkan lima mahasiswa indonesia lainnya, saya yakin mereka memiliki cara tersendiri yang hasilnya sama seperti ketika saya selesai menulis beberapa posting-an di sini.

Berbeda dengan di Indonesia di mana ketika saya lagi sebel dengan teman kuliah, saya bisa bermain-main dahulu dengan teman SMA, ketika saya kesel sama teman SMA, bisa curhat ke temen SMP, dan seterusnya. Tapi, di sini berbeda, selain penggunaan bahasa selalu menjadi trending topic di antara kami berenam. Mungkin karena Rende tidak se-hip Milan atau Roma, makanya susah sekali menemukan orang yang dapat menggunakan bahasa inggris di sini, (dan jangan harap ada yang bisa bahasa indonesia selain kami berenam, apalagi gape bahasa sunda! Haaadeeeeeeuh-hadeeeeeeuh!) kehidupan pergaulan di sini sungguh membuat saya harus bisa jeli untuk memilih.

Walaupun dengan hidup di Indonesia, bukan berarti saya bisa jauh dari narkoba, sex bebas, dan segala macamnya itu. Tapi, di sini, tampak sepertinya semua hal itu tersedia dengan mudahnya di depan mata saya. Takutnya nih, kalau saya lagi khilaf, gampang sekali saya bisa terjerumus ke hal-hal seperti itu. Ya Allah, jangan sampe deeeeeeeeh…..

Ya nggak hidup di Italia, nggak hidup di Indonesia. Pasti ada susah-nya, ada senang-nya. Pada akhirnya emang balik kepada pengendalian diri terhadap segala sesuatunya. Kalau lagi senang, ya jangan berlebihan, karena ketika kita sedang senang, tawa kita yang keras itu bisa menimbulkan rasa sedih kepada orang yang sedang sakit hatinya, atau ketika ketika kita sedang sedih, ya kita harus yakin kalau kesedihan itu awal dari sebuah kebahagiaan.

Cuma, ya sempet sedih aja, tadinya tujuan saya menulis blog ini untuk melepaskan rasa stress saya dengan hal-hal yang terjadi di sini. Eh taunya, malah ada komen kaya gitu, yang ada saya malah makin stress, hehehehe. Saya kan sama seperti teman-teman lainnya, selain bisa boker, saya juga bisa sedih kok :)





Tapi alhamdulillah, dengan adanya komentar seperti itu, saya bisa jadi bisa lebih sabar dan mengerti bahwa manusia itu diciptakan berbeda-beda begitu pula opini mereka. Alhamdulillah (lagi) juga, sampai detik ini, saya tetep bisa up-date blog saya setiap hari dan semoga target 1000 posting-an di akhir tahun 2010 nanti bisa tercapai, hehehehehe, amiiiiiin.

Saya tahu setelah tahap 'sakit perut berkepanjangan ini', saya akan memasuki tahap 'mencret', tahap 'cebok', semoga saya bisa memasuki tahap 'lega abis boker' dan siap masuk ke dalam tahap 'makan bakso pake banyak sambel' lagi! Hehehehehehehe!

Ya, buat orang-orang yang baca blog ini, mari kita saling belajar ya. Dengan adanya blog ini, saya juga bisa belajar buanyaaaaaaaaaaaak buanget arti kehidupan dari teman-teman kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar