Kamis, 03 Maret 2011

Ketika Pocong Tidak Loncat Lagi

Kabar dinaikkannya bea masuk film luar negri ke Indonesia makin terdengar santer di kuping yang mulia Teteh Piera. Emang ye, semua hal itu punya advantages dan disadvantages. Di satu sisi, peraturan ini bisa membuat sineas lokal lebih gila-gila-an ngegenjot produksi mereka, tapi di lain sisi…..Siiiigh~ Kebanyakan dari produksi film Indonesia sekarang itu malah bikin penontonnya jadi 'gila'.

Boooo, ini saya baru buka website-nya salah satu bioskop kesohor di NKRI, dan terpampanglah, 'Cewek Saweran', 'Jenglot Pantai Selatan', 'Arwah Goyang Jupe Depe' dan………….(Jeng-jeng!) 'Pocong Ngesot'!






Aw aw aw, dari sekian banyak film horror Indonesia yang saya lihat, nampaknya judul film 'Pocong Ngesot' benar-benar nempel di otak dan ketiak yang mulia Teteh Piera.

Menurut yang mulia Teteh Piera, film yang satu ini benar-benar menggelegar! Membahana! Menggugah cakarawala! Menimbulkan angkara murka! Membelah garis khatulistiwa! Maka, saya putuskan malam itu juga melakukan conference chat bersama beberapa anak buah kepercayaan saya yang sedang tinggal di Indonesia untuk mengkupas tuntas beberapa alasan kenapa sekarang si pocong jadi ngesot??? Why coooong???? Waiiiiii???

Sekiranya di bawah inilah, ringkasan dari obrolan panjang kami tentang film yang satu ini.

"Ah, pocongnya nggak konsisten nih! Dulu aje, waktu Susana masih idup, dia bisa lompat-lompat bahagia. Nah, sekarang pas beliau sudah mati, malah memelas-melas gitu, sampe ngesot segala lagi! Dasar pocong labil!"
(Diana, 17thn, siswi sebuah SMA swasta kenamaan di Jakarta, lagi persiapan ulangan kimia)

"Si Pocong Ngesot ini peranakan blasteran ya?"
(Billy, 21thn, mahasiswa jurusan biologi di sebuah PTN di Bandung, suka banget sama Pevita Pearce)

"Iiiiih pasti pocongnya lagi galau, sampe nggak bisa lompat kaya dulu lagi…Dia orangnya emang kaya gitu sih ya Cong, tapi tenaaang, kita-kita selalu ada di belakang lo kok! Semangka!"
(Cynthia, 24thn, CPNS, lagi di PDKT-in sama anak STPDN)

"Nggak sabar pengen nonton Pocong Ngesot in 3D!"
(Slamet, 19thn, tukang jualan voucher pulsa HP, baru nonton Arwah Goyang Jupe Depe)

"Pe, gimana kalau kita buat sequel film Pocong Ngesot ini. Kita buat sebuah film horror dengan tema religi! Pocong Berkalung Sorban!"
(Hanif, 24thn, pengamat perfilman Indonesia, mahasiswa baru lulus yang lagi nunggu wisuda)

"Kasian ya si Pocong, udah kecapekan maen film kayanya, sampe nggak bisa loncat-loncat lagi….Get well soon ya Cong.." ('Cong' di sini terlihat sangat ambigu sekali ya dengan sodara beda dunianya, 'bencong')
(Yang mulia Teteh Piera, 23 thn, perantau yang sering galau, baru nonton trailer Pocong Ngesot di tengah hujan salju)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar