Selasa, 14 Juni 2011

[1] Spello, sumpeh lo!

Galau trip iz bek! Sekarang saya mau pergi ke Spello!







Dengan uang yang saya punya sekarang, temen-temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) jangan pernah berharap mendapatkan cerita galau trip dari Florence, Pisa, atawa Milan. Saya pengen banget sih galau trip ke kota-kota yang udah tersohor di dunia itu, tapi apa mau di kata, dompet saya berkata lain. Doain atuh, biar yang mulia Teteh Piera bisa dapet tawaran jadi model Dolce and Gabbana, dengan tinggi badan yang mengharu-biru gini, saya rela déh jadi model pakean anak-anak juga.

Eh, tapi, jangan salah lho, kadang-kadang saya bersyukur juga dikasih kondisi ekonomi yang nggak seberuntung keluarga Bakrie. Soalnya jalan-jalan ke kota yang nggak pernah dibahas di tipi-tipi itu, sungguh mempunya daya tarik tersendiri. Kalian bakal punya pengalaman makan pizza seharga 80 cent (sekitar 10rebu perak) di teras kapel sambil diliatin sama rombongan turis kakek-nenek dari Jerman!

Yak, sebenernya nggak ada yang menarik-menarik amat ya dari pengalaman tersebut, selaiiiiin….Harga pizza-nya! Jadi, kalau misalnya kalian pergi ke kota-kota penuh turis seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, jangan pernah berharap bisa menemukan makanan dengan harga di bawah 1 euro, kecuali sebatang permen cupa-cupa-cup!

Ah sudahlah, saya itu paling sensitif kalau udah ditanya tentang tinggi badan sama tingginya pendapatan.

Balik lagi ke Spello. Hmmm, sebagai warga Cibinong aselih, saya mah nggak pernah kebayang bakal ngunjungin kota yang satu ini. Iiiih boro-boro ke Spello, ke Banyumas aja saya belum pernah. Lagian, apaan tuh Spello??? Namanya nggak sekomersil Ciroyom banget sih??? Peuliiiisssss déh, helooooooouuuuw, saya kan anak g4vL gethooooo!







Tapi, ye emang, se-g4vL-g4vL-nya temen-temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!), kalian belum bisa jadi anak g4vL secara resmi kalau belum pernah ngerasain udara Cibinong ama Spello, yang bener-bener bertolak belakang. Cibinong seperti yang kita tau, adalah salah satu kawasan industri yang ada di Bogor, sedangkan Spello adalah sebuah area abad pertengahan yang terjaga ke-asri-an-nya sampe sekarang.

Spello itu hanya sebuah kota kecil yang terletak di Regione Umbria dan dengan jumlah warga lokal sekitar 6000 orang yang terletak di dalam sebuah negara yang memiliki 56 juta penduduk, tentu saja pengalaman bergalau trip di Spello ini menjadi sebuah kesunyian tersendiri. Buat temen-temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) yang demen jalan kaki, Spello merupakan salah satu lokasi wisata terbaik yang bisa kalian pilih. Hal ini bisa dibuktikan dengan ditempelnya lima buah koyo cabe di sekitar betis saya keesokan harinya.

Tapi, ya seperti itulah, betis bisa kembali lagi ke ukuran semula, tapi yang namanya perasaan puas nggak akan pernah bisa balik lagi. Saya puas banget bisa jalan-jalan ke Spello, pemandangan dan udara di sekitarnya itu langsung bikin kamu pengen menghijaukan tanah Cibinong kembali!







Okei, dengan didendangkannya salah satu lagu yang udah diputer lebih dari 300 kali di i tunes play list saya berikut ini,








izinkanlah saya memulai cerita galau trip di Spello….

3 komentar:

  1. kamu galau trip sendirian? hebat banget... :D

    BalasHapus
  2. aku suka foto welcome to Spello!

    BalasHapus
  3. Annesya: Mau nemenin Nesy? kekekke.

    Mbak Tiaw: kekekeke, itu foto toko wine di pinggir jalan :)

    BalasHapus