Selasa, 12 Februari 2013

(Still) day #01

(Still)Day #01

Dengan kekuatan bulan akan menghukummu.....Eh sorry, maksudnya....Dengan kekuatan Tuhan, akhirnya saya sampai juga di negara yang dituju.

Waktu menunjukan pukul 4 sore, menurut janji seorang teman, saya bakal dijemput oleh seorang supir sekitar jam 4.30. Aheeeeeey, gaya pisan ya sayah dijemput pake supir segala, padahal mah biasa ngangkot, kekekekeke....

Dua jam di low cost airlinese, membuat saya sedikit haus ketika sampai di bandara. Maklum, saya kudu bayar 12 rebu perak buat aer mineral....Sorry la yaw, meningan juga beli yang agak elit-an dikit gitu.

Dengan koper segede gaban, maklum cewek, bawa bajunya tuh sudah disesuaikan dengan hari-hari berikutnya. Baju ini bakal dipakai hari senin minggu pertama, baju itu bakal dipake hari kamis minggu ke dua, celana bakal dipake hari sabtu sore, celana itu bakal dipake hari jumat pagi.....Rempong is my midlle name, ooow yeaaaaah!

Hampir dua jam saya menunggu di dalam sebuah kedai kopi kenamaan di bandara, tapi si supir tak kunjung datang menjemput. Dengan pulsa nomor Indonesia yang pas-pas-an, saya menelepon teman saya untuk menanyakan keberadaan si supir.

"Sorry Vi, jam segini kena macet tuh supir. Nama supirnya Miguel, dia bakal nyari lu nanti, tenang aja....."

Miguel??? MIGUEL??? Jangan bilang yang bakal jemput saya itu adalah seorang pria Amerika Latin, berbodi kekar bagai Ade Rai, tampang sangar, ouuuuuch! Kecup machoooo dari yang mulia Teteh Viera! Nggak apa-apa dah nunggu lama juga, demi Miguel!

"Miss Viera...Miss Viera...Miss Viera...." Terdengar sautan suara laki-laki dari kerumunan tempat antrian kasir kedai kopi kenamaan tempat saya nongkrong.

Ooooouch itukah suara Miguel???? Mas-mas berbadan kece bikin cemas hati saya yang selembut kapas pembersih muka yang sering dibeli si Mamam di Alfamart????? Ayeeeeeeeeeeeem kamiiiiiiiiiiiing!!!!!!

Dan sampailah pada kenyataan itu....

Miguel. Pria paruh baya. Umut 40-an. Turunan Tiong Hoa. Tinggi nggak jauh beda sama saya. Tersenyum lebar di depan muka saya.

DEM!

Ya Tuhan, kapan sih cerita romansa anak muda yang diputer di FTV SCTV saban siang hari itu bisa jadi kenyataan??? Ketika anak seorang direktur jatuh cinta sama tukang koran, ya eyaaaaaaaalaaaaaaaah, wong yang jadi tukang korannya itu Irwansyah, siape juga yang nolak????

Baiklah, saya kubur semua khayalan tingkat tinggi tentang si Miguel-Pria-Amerika-Latin-Berotot itu. Walaupun bertubuh kecil, Miguel bisa membawa koper saya yang besar itu. "Sorry, I'm late, traffic jam is everywhere Miss...." Jelasnya sambil tersenyum. Terlihat barisan gigi yang rapi di sana, aaaaaaaaaaaaaaah, jadi inget udah sebulan saya nggak kontrol gigi ke dokter, ini apakabar si kawat, pasti sudah meletot-meletot T.T

"Where are you coming from Miss?" Tanya Miguel sambil mengemudikan van kecil itu.

Barisan pohon kelapa sawit menyapa saya di sana, "Indonesia...."

"Hooooo, I like Ariel.." Tawa Miguel, sambil menyenandungkan salah satu lagi Peterpan, eh udah ganti nama sekarang ya? Jadi Noah.

Beuuuu, emang ye kalau seseorang punya talenta, mau pegimane skandal apapun menyerang, skill speaks better than the other.

"It's still takes  two hours to go to your hotel Miss....By the way, I like Anggun also...." Jelas Miguel sekali lagi, sekarang giliran gumaman lagu Snow on The Sahara keluar dari mulutnya.

Aaaah, two hours??? I can sleep.....


1 komentar:

  1. Pe, dikau lagi melancong kemana?


    omnivoreme.blogspot.com

    BalasHapus