Rabu, 05 Mei 2010

Nguping Bandung (via Italia)



Sore hari kali ini saya ditemani oleh situs wikipedia, yoghurt rasa nanas, dan curhatan seorang teman dari Buah Batu.

Mawar, (bukan nama sebenarnya, red) adalah salah seorang teman saya jaman kuliah di Bandung dahulu kala. Saya sempat dibuat kesal bukan kepalang sama sifatnya yang nggak bisa jaga emosi. Bahkan saking BT-nya, saya pernah menyarankan dia untuk menjadi satpam ruko di kawasan Tanjung Priok. Tapi, dibalik sifatnya yang galak, tersembunyi hatinya yang lembut bagai pembalut. Well, tapi saya bisa bilang, hati Mawar itu sebesar badan-nya juga. Dia orang pertama yang saya hubungi kalau si Papap belum ngirimin duit.

Namun sifat alamiahnya yang ngalahin anjing polisi akhirnya terkeluarkan juga tadi pagi. Mawar memang memiliki tubuh yang tidak se-'langsing' saya. (Huahahahahahahahaha! Saya? Langsing????? Body saya emang kaya bayi kudanil piaraan Jessica Alba!)


Setting:
Pagi itu, sekitar pukul 10, Mawar mau pergi ke salah satu emol ter-hip di kawasan Ciampelas, ia naik angkot Cisitu-Tegalega yang sudah agak penuh dengan penumpang. Namun seperti yang sudah kalian kira, bahwa supir angkot itu suka amnesia tiba-tiba sama lebar dan panjang angkot-nya sendiri kalau udah ngeliat penumpang bertebaran di permukaan bumi. Udah tau bawa daihatsu, tapi berasa pake limousin 7 pintu!

Sampailah ketika angkot itu berhenti di kawasan Babakan Siliwangi, terdapat tiga ababil (ABG labil, red) dengan poni-nya yang pada miring mau naik tuh angkot. Padahal udah nggak cukup lagi tuh, di tambah lagi dengan keberadaan si Mawar yang memakan jatah dua orang untuk duduk. Dan terjadilah scene maha dahsyat ini,

Supir Angkot (SA): "Masih bisa kok neng, ayo geser lagi-geser lagi....tiasa da ├ęta mah."
Penumpang laen (PL): "Udah penuh bang..."
SA: "Atuh neng, itu sedikit lagi...."
Mawar (M): "Udah nggak bisa bang!" (Mulai ingin numpahin air keras ke kelek supir angkot)
SA: "Sedikiiiiiiit lagi ajaaaaaa...."
M: "Nggak bisa bang, udah penuh..." (Mulai ingin numpahin bensin ke paha supir angkot)
SA: "Sedikit aja neng..."
M: "Nggak bisa bang! Kalau ngomong itu sambil liat situasi juga dong bang! Liat ke belakang!" (Mulai ingin ngebakar idup-idup si supir angkot)
SA: "Eneng sih gendut..."

1 detik kemudian......

M: "Terus kenapa??? Saya bayar juga kok! Saya gendut, bisa kurus! Situ jelek, bisa apa?" (Mulai ingin menyebarkan abu mayat supir angkot ke sungai Kapuas)

Mawar langsung turun dari angkot itu dan membayar dengan selembar uang 10 ribu-an.


"Two thumbs up!"
Kang Asep & Cep Maman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar