Jumat, 11 Mei 2012

"Apa macam awangku?" From Pajar in Brunei!

Hai teman-teman kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) sadayana sakulawargiiiii!

Balik lagi sama cerita salah satu temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) yang lagi dikasih izin sama Tuhan buat melihat ciptaan-Nya selain di Indonesia :)

Setelah;



Rino di Laut Utara Eropa


Kali ini, mari kita temu sapa sama Pajar, pake 'P'! Maklum ini kayanya dilema tersendiri buat orang sunda, kaya saya. Mau sebagus apapun namanya, kalau nama kamu diawali dua huruf keramat 'F' atau 'V', kemungkinan besar kamu bakal tetap dipanggil dengan awalan huruf 'P' di nama tersebut.

Pria yang punya nama aslinya Fajar ini, lebih senang dipanggil Christian Sugionoh, pake 'H' ya belakangnyah! Asli dari Bandung, namun sudah beberapa bulan terakhir memilih untuk hidup di…..(jeng-jeng!) Brunei Darussalam.

Pertemuan saya sama Pajar pake 'P' ini sebenernya bisa dibilang agak-agak gokil menyerempat unbelievable. Waktu itu saya lagi kabur dari rumah (yup! Yang mulia Teteh Piera ini kabur dari rumah, kekekeke. Kagak usah nanggung-nanggung lagi, kaburnya langsung ke luar negri aja lah, saking udah galaunya waktu itu téh T.T) dan si Pajar pake 'P' ini juga sedang kabur dari rutinitas yang katanya sih lumayan udah membelenggu jiwanya, ihiiiiy~

Dan kami ketemu di sebuah negara yang beribu kota di Bandar Sri Begawan ini. Saya sempet kaget banget, waktu si Pajar pake 'P' ini bilang kalau dia adalah salah satu anggota kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!)

WOOOOOOOT!!!!!!

Ho-oh! Kalian bisa bayangin perasaan saya waktu itu? Ketemu sama orang yang sama sekali nggak pernah saya tau di sebuah negara antah berantah dalam keadaan penuh rasa galau, asem, asin, rame rasanya, dan….THE BEST PART WAS….Ternyata dia itu bagian kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!)???

It was just too awesome!!!

Sempet kebayang, jangan-jangan si Pajar pake 'P' ini adalah jenis kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) yang bakal teriak kegirangan kalau liat Morgan SM*SH, tapi ternyataaaa….Dia teriaknya kalau liat si Bisma, kakakakakaka. Nggak deng, ternyata setelah ngobrol banyak, he has a lot of great thoughts about life :)

Buat yang penasaran sama Pajar pake 'P' ini, boleh dibaca hasil perbincangan yang sempat kami lakoni beberapa saat yang lalu.

Let's meet him! Ikan hiu makan teri, yuuuuk mareeeeee!



***


Viera pake 'V' [V]: "Hai Christian Sugionoh, apa kabar?"
Pajar pake 'P' [P]: "Hai Titik Kamal!"













V: "Gue mah Titik Koma, hehehehe. Gimana kabar Brunei Darussalam?"
P: "Brunei mah begitu-begitu aja. Masih sama seperti beberapa tahun ke belakang. Pembangunannya lambat pisan (katanya). Tapi, emang bener sih kayanya, lu pernah liat sendiri pan? Kalau hidup di sini kaya hidup di era 70-an, waktu Nyak-Babe kita masih pake cut bray dan kacamata riben…."












V: "Hahahaha. Iya juga ya, berasa kaya Jakarta tahun 80-an. Tapi kan enaaaaaaaak banget, jalannya nggak pernah macet. Terus, di jalan raya udah kaya pameran mobil mewah gitu ya? Kayanya, gue disalip jaguar tuh biasa banget…."
P: "Bener pisan Pea. Emang tingkat ke-gengsian orang Brunei itu tinggi."











V: "Wah gue baru tau nih, orang Brueni gengsinya tinggi?"
P: "Coba lu liat di Kampung Ayer, walaupun mereka tinggal di atas air gituh, tapi mobilnya mah beuuuuuh…..Lexus, Range Rover maaaan….."












V: "Woooohoooo!"
P: "Gue pernah bikin tiket orang Brunei ke UK pake RBA (kalau di Indonesia semacam Garuda Indonesia, red). Pas pesen tiket, dia pake passport lama yang nggak ada title 'Hj'-nya. Terus dia bulak balik nanya gue, tiketnya pengen diubah depannya, pengen ada 'Hj'-nya…."









V: "Huahahahahahahaha! Terus apa yang lu lakukan?"
P: "Gue bilang ajah, 'aduuuh, Hj itu bukan nama, cuma title aja, jadi nggak akan jadi masalah, masih bisa terbang kok'…."












V: "Ho-oh!"
P: "Terus dia bilang, 'duh gue rugi dong pergi haji'….."









V: "Huahahahahahahahahhaha! Terus? Terus? Akhirnya gimana tuh Jar? Sumpah nih gue ngikik?"
P: "Beuuuu, dasar haji ebel! Gue sering banget Pea dapet masalah sama orang Brunei soal tiket."











V: "Kebanyakan masalahnya seputar apa Jar?"
P: "Dulu gue pernah bikin tiket orang Brunei, dari awal perasaan gue udah nggak enak nih sama orang ini. Dia beli tiket buat pekerjanya yang orang India pake MAS (Malaysia Airlines, red). Udah gitu pas hari H, pekerjanya tuh ga jadi berangkat. Si bosnya ini jgua nggak ngasih kabar ke kami kalau tiketnya mau di refund kah? Refilled date? So, tiket itu hangus lah….."












V: "Lalu?"
P: "Setelah dua bulan berlalu, dia balik lagi minta duit katanya, mau refund!"












V: "Lah? Emang bisa?"
P: "Aduuuuh si bapak kaya polisi India aja. Mana bisa atuh, duitnya udah kemana kali….Kalau dia telepon kami, terus bayar no show bisa selamet tuh tiket! Eh si bapak itu tetep kekeuh Pea, bersilat tidah sampe berkungfu lidah malahan, hahahaha…."









V: "Hahahahaha. Okay Jar, why did you choose Brunei?"
P: "Hmmmm, soalnya Brunei cuma memiliki 383.000 penduduk, jadi gue nggak terlalu sulit buat ngapalin orangnya satu-satu! Hahahahaha!"












V: "Dasar….."
P: "Awalnya sih, gue penasaran dengan negara ini. Kenapa negara ini bisa KAYA dan makmur di saat kegalauan negara-negara ASEAN  tetangga yang sedang mengalami keterpurukan. Negara ini tetep adem ayem ajah. Ternyata, pas gue ke sini, gue tauuuu…..Brunei tuh bukan negara yang banyak hura-hura-nya Pea. Brunei ini negara ber-DZIKIR. Jadi, setiap hari dzikir aja, terus jadi kaya déh, hahahahahaha!"












V: "Udah berapa lama di Brunei?"
P: "Gue kesasar di Brunei dari awal Desember 2011."











V: "Tinggal di mana nih Jar selama di Brunei?"
P: "Di Bandar Seri Begawan, kota tersepi se-Asia, menurut gue….Gue tinggal di Bandarnya banget, deket Masjid Omar Ali Syaefudin yang terkenal ituh. Tapi untungnya, kerjaan gue selalu berhubungan dengan banyak orang."












V: "Woooow, si masjid mengapung tea ya. Gimana keadaan di sana akhir-akhir ini Jar?"
P: "Denger-denger gue sih, lagi ada kegiatan 'Kampung Kreatif' katanya…..Jadi, setiap kapung mesti bikin acara mau kecil atau besar, mau ada debus, pencak silat, singa depok, yang penting ada acara aja. Pokoknya setiap bulannya, di kampung itu mesti ada acara. Terus, entar acara puncaknya di Bandar. Mungkin pas ulang tahun Sultan di bulan Juli."












V: "Kalau misalnya gue sebut 'Brunei Darussalam', tiga hal pertama yang mampir di pikiran lu apa?"
P: "Satu. SEPI, kenapa gue bilang sepi? Soalnya orang Brunei pun ngerasa seperti itu. Terbukti kalau time-nya holiday, otomatis tiket pesawat masang harga premium. Nggak banyak yang bisa di explore di sini. Temen-temen gue dari CS (couchsurfing, red) pun ke Brunei kebanyakan cuma transit doang…"












V: "Tiket premium?"
P: "Kalau lagi pas waktunya liburan sekolah Brunei, rata-rata mereka pada liburan ke luar negri. Paling nggak, ke Kuala Lumpur atau Kota Kinabalu lah, soalnya udah pada bosen kali mereka. Jadi otomatis tiket low cost airlines harganya jadi pada mahal."












V: "Hooo. Yang kedua?"
P: "Dua. AMAN, kenapa gue bilang aman? Karena sepi. Tapi sering kali yang berulah itu pendatang-pendatang yang nggak tau diri. Mereka ada di mana, lu tau Pea? Kalau tiap hari Minggu, di Bandar tuh berjubel orang Indonesia, mereka nongkrong-nongkrong, mabuk, ujung-ujungnya berantem, malu-maluin pisan…..Faraaaaaaah!"












V: "Terus lu ikut-ikutan Jar? Hehehehe."
P: "Tiga. Kalau pengen liburan, gue nggak nyaranin ke Brunei déh…..Tapi, kalau ingin menikmati suasana yang lain daripada yang lain, boleh lah….Kaya gue ini, 'melarikan diri', hahahahaha!"












V: "Selama ini udah pernah ke mana aja gitu?"
P: "Gue pernah ke Seria, gue liat kilang minyaknya, yang sumpaaaaaaaaahhhhh itu gede banget! Kalau di situ lu kaya lagi bukan di Brunei, soalnya kebanyakan bule gitu….."












V: "Seria itu nama kota?"
P: "Iyah. Di situlah, rahasia Brunei bisa kaya seperti ini…"












V: "Rahasia Brunei bisa kaya?"
P: "Seria itu tempat pengolahan minyak bumi, Pea. Apakah minyak mentah itu mau dibuat minyak curahan atau minyak jalantah."












V: "Emangnya penghasilan utama Brunei itu cuma dari minyak doang ya Jar?"
P: "Sepertinya iya, soalnya kalau di bidang lain, gue belum pernah liat. Industri? Gue belum pernah liat pabrik di sini. Perfilm-an? Belum ada film Brunei yang nembus pasar Eropa kaya 'The Raid."












V: "Punya cerita gokil selama tinggal di Brunei?
P: "Hmmm….Kalau harga minyak/bensin 1 liter di sini lebih murah dari harga mineral water."
V: "Berapo?"
P: "50 cent/liter dengan oktan 98 yang sebanding dengan pertamax di Indonesia. Air mineral yang 1,5 liter aja 80 cent."












V: "Kebayang ya gitu Jar, lu lagi haus, terus nggak punya uang, akhirnya minum bensin…"
P: "Hahahahaha! Oh iya, nama orang Brunei itu kadang-kadang terdengar aneh buat kuping Indonesia. Gue pernah nemuin nama Pangeran Kipli bin apa gituuuu, terus ada juga Awang Damit bin Awang Besar. Damit itu artinya kecil…."












V: "Damit???? Berasa gue lagi bersumpah serapah bahasa inggris gini?"
P: "Ada juga yang pake nama hari…..Haji Jumat bin Haji Kamis."









V: "Huahahahahahahahahahaha!"
P: "Terus, ada juga yang narsis abis title-nya. Contoh pake nama gue, Pangeran Haji Mochamad Fajar Orang Kaya Se-Gadong bin bla bla bla…..Gadong itu nama tempat dan 'Orang kaya se-Gadong' itu emang title orang kaya se-Gadong."












V: "Astagfirullah. Kalau Pangeran haji Mochamad Fajar Orang Kaya se-Cimahi? Asa nggak cuco' ya ciiiin????"
P: "Hahahahaha!"












V: "Nama sepanjang itu bisa dimasukin ke passport Jar?"
P: "Nah itu, di passport nya jadi di singkat-singkat Pea, saking panjangnya. Awang jadi AWG. Mohamad jadi MD. Kalau orang kaya se-Gadong belum liat tah di singkatnya jadi gimana. Apa jadi OR9 K4Y4 C3 G4DNG?"









V: "Huahahahahaha! Pasti yang pake title kaya gitu tuh orang kaya se-Gadong yang tipe-nya labil-labil-kaya-upil gitu ya?"
P: "Pokoknya kalau ada keturunan kerajaan yang laki-laki dan belum nikah, depannya pake 'Awangku', kalau perempuan 'Dayangku'. Kalau udah nikah jadi 'Pangeran', kalau perempuan jadi 'Dayang'."












V: "Ajiiiiib! Berarti lu tinggal kawin di sono aja Jar, langsung dapet gelar pangeran! Coba kalau lu di Bandung, mau kawin berapa kali juga, belum tentu bisa jadi pangeran…"
P: "Kalau gue mah paling jadi pangeran bertopeng. Yaaa, tergantung cewek yang gue kawinin apa ada keturunan kerajaan atau rakyat biasa."








V: "Udah Jar, lu jadi Pangeran Endimon aja, yang jadi pacarnya Sailor Moon tea. Emang di sana masih ada sistem kasta gitu ya?"
P: "Ngggg, bukan kasta sih, tapi lebih ke silsilah sebuah keluarga aja…."












V: "Hoooo. Selama tinggal di Brunei ini, lu udah dapet apa aja nih?"
P: "Bentar ya mikir dulu…."












V: "Cieeeeeeh, Christian Sugionoh bisa mikir juga nih, kekekeke….."
P: "Banyak Pea. Walaupun gue baru sebentar di sini, gue udah banyak kenal sama orang. Baik yang keringetnya wangi ataupun bau. Dari tukang bakso sampe arsitek, dari tukang bangunan sampai staff kedutaan, dari tukang kebun sampe dosen di Institut Brunei Darussalam (ITB). ITB tuh beneran ada lho di sini!"












V: "Huahahahahaha! Iya tuh, kemaren gue sempet plang jalan ITB. Gue kagak berasa lagi kabur dari rumah, tapi kaya lagi ngampus lagi aja gitu…Hahahaha!"
P: "Gue sering dapet pertanyaan sok idealis dari temen-temen gue sperti 'ngapain lu ke Brunei?'….."












V: "Lalu lu jawab apa?"
P: "Kerja jauh-jauh ke Brunei kaya di Indonesia nggak ada kerjaan aja? Yang ngomong kaya gini tuh pengangguran kelas kakap yang kerjanya gapleh dan pendapatan per hari nggak lebih dari 20 rebu. Gue kurang setuju dengan pendapat orang yang mengkotak-kotak-an pekerjaan. Soalnya yang kotak itu cuma nasi kotak!"












V: "Hahahahahaha!"
P: "Kalau gue nggak ke Brunei, gue nggak akan tau bahwa Brunei ini kaya dan sangat sederhana. Kalau gue nggak ke Brunei, gue nggak aka tau kalau di Brunei itu banyak orang Indonesianya. Kalau gue nggak ke Brunei, gue nggak akan tau kalau nasi kotak itu harganya $1. Kalau gue nggak ke Brunei gue nggak akan pernah tau semua itu."










V: "Hahahaha!"
P: "Sebenernya gue adalah mahasiswa kere yang ngebayangin ke luar negri aja rasanya nggak mungkin pisan. Pertama gue bikin passport, gue nggak tau mau ngapain. Sebenernya gue adalah orang yang gila jalan-jalan dengan uang terbatas. Gue browsing ada route ke Brunei. Gue coba déh….Eh balik-balik, dapet kerjaan, hahahahaha! Itulah Pea, mahasiswa kere kaya gue aja bisa kok ke luar negri!"











V: "Waaaaaaaah Pajaaaaaaaaaaaaaaaaaar keyeeeeeeen!"
P: "Mahasiswa-mahasiswa sekarang tuh cuma sibuk dengan ngurusin negri sendiri tanpa menghasilkan solusi. Yang ada cuma demo dan demo! Jangankan ke luar negri, tau harga tiket pun, nggak. Apalagi punya passport!"












V: "Kyaaaaaaaaaaaaaa~ Pajar for 2014! Hiduuup Pajaaar!"
P: "Dengan passport, lu bisa liat dunia. Dunia ini nggak cuma seluas Indonesia aja man, masih banyak lukisan Tuhan yang mesti lu lihat. Masih banyak di sana orang-orang yang harus lu temuin."









V: "Gue setubuh sama Christian Sugionoh yang satu ini!"
P: "Cuma bermodalkan 500rebu, lu bisa pake bis dari Pontianak ke Kucing. Lu bisa belajar geografi tentang perbatasan Indonesia. Lu juga bisa belajar PPKN, tentang pupusnya kebangsaan karena kurang diurusnya orang-orang perbatasan. Lu bisa liat kehidupan mereka yang dipandang sebelah mata oleh bangsanya sendiri."












V: "Iya. Kalau mau ngabisin duit mah gampang ya Jar, tinggal belanja ke mall, 1 juta juga nggak kerasa. Tapi, dengan 1 juta, lu udah bisa trvel keliling ASEAN."
P: "Dengan traveling, lu bisa tau tentang pariwisata mereka. Cara mereka mengemas destinasi-destinasi pariwisata mereka, cara mereka membuat tempat yang biasa aja, menjadi luar biasa, sehingga bisa menarik banyak turis untuk mengunjunginya. Dan masih banyak lagi yang bisa gue jadikanperbandingan dengan pariwisata Indonesia. Apa yang harus dibenahi dan apa yang harus ditambah."











V: "Setujuh! Sedelapan! Sesembilan! Sesepuluh!"
P: "Lu tau? Thailand yang negaranya biasa-biasa aja bisa menarik pariwisata, bahkan bisa dibilangm ngalahin Indonesia yang punya sejuta keindahan!"









V: "Bener! By the way, lu kangen nggak sama Indonesia?"
P: "Kangen. Ge kangen Bandung! Night live-nya! Gue kangen geng motornya! Gue pernah dikejar-kejar sambil bawa golok! Hahahaha! Gue kangen madtari dengan roti yang super giung (kemanisan, red), hehehehehe!"












V: "Seriusan lu dikejar geng motor?"
P: "Beneran. Di suatu malam yang sangat galau, kami bertiga, sebut saja Mawar, Indah, dan Dea, sedang menikmati keindahan kota Bandung yang sepi. Tiba-tiba di jalan Veteran, motor kita berdua diikutin sama motor satria dua tak sampe perempatan Braga AACC. Terus, tiba-tiba dipepet nggak puguh-puguh. Konon katanya, pada malam itu terjadi pertempuran geng motor A sama B, dan mereka kira gue adalah anggota geng motor juga. Bawa kampak asli, Pea!"











V: "Terus lu dibacok?"
P: "Temen gue yang bawa motor kena….."









V: "Lu nggak kena?"
P: "Udah dibacokin ke tangan, taunya si kampaknya mintul, nggak tajem! Alhasil cuma luka memar akibat benturan aja."












V: "Alah siah, serem pisan."
P: "Bodor pisan Pea, gue malah lari, bukannya bantuin temen gue yang motornya jatuh ditendang geng motor…Hahahaha!"









V: "Kalau jadi atlet, kayanya lu bakal ambil cabang lari ya Jar? Ini buktinya lari sampe ke Brunei…."
P: "Gue bakal ngambil cabang galasin sama petak umpet…"












V: "Lu asli Bandung?"
P: "Ya, gue asli Bandung. Gue ex mahasiswa salah satu universitas di sana. Tapi gue ngerasa gerah kuliah! Gue udah mual dengan bahasa-bahasa pemograman. Gue rasa itu bukan tempat gue, hiks, hiks, hiks…."









V: "Lalu apa yang orang tua lu katakan ketika lu mengambil keputusan itu?"
P: "Kalau orang tua gue sih bebas. Walaupun pada awalnya ada perlawanan, tapi karena gue berontak, udah déh beres, hehehehe. Kalau ibu-ibu PKK di komples sekitar rumah pada nggak tau dan nggak mau tau malahan, hahahahaha! Tapi gue seneng dengan gue yang sekarang ini :)"









V: "Aaaaaaaaaaah, you're not Christian Sugionoh! Christian Sugionoh nggak mungkin berpikir se-kece itu!"
P: "Dengan pekerjaan gue sekarang ini, gue busa jalan kapan aja. Gue bisa sampe ke destinasi-destinasi impian gue. Gue bisa ngehasilin uang bukan buang-buang uang. Gue bisa nabung buat bekel gue. Gue bukan beranggapan pendidikan itu nggak penting ya Pea…."












V: "Pendidikan emang penting Jar. Tapi, terkadang sistem penyampaiannya yang agak nggak penting. Malah, gue sering ngerasa kalau gue adalah produk gagal dari sistem pendidikan yang ada sekarang….."
P: "Pepatah bilang, 'kejar ilmu sampai ke negri Cina', si Pea aja udah sampe Itali, Cina mah lewat coy!"












V: "Tapi ya itulah kehidupan, kita bakal lebih belajar dari sebuah kesalahan, bukan? Dan, by the way, gue udah pernah ke Cina Jar, kekekeke. Aaaaaaah Pajaaaaaaaaaaaaaaar, demi Neptunus! Gue yakin lu bakal bikin dunia pariwisata Indonesia bergoyang!"
P: "Aku aja belum pernah ke Cina da…."












V: "Terus Jar, dengan segala yang telah lu dapatkan di Brunei ini, apakah ada keinginan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat ini?"
P: "Mungkin balik ke Indonesia itu tahun depan Pea. Karena jatah cuti gue yang tiga minggu di tahun ini bakal padat banget…."












V: "Hehehehe, jiyeeeeeh, yang mau jalan-jalan. Ditunggu nih live report-nya :)"
P: "Di bulan November ini, gue bakal study tour…."










V: "Study tour?"
P: "Iyah, kan traveling itu adalah proses mencari value agar bisa memberikan sesuatu yang positif pada diri kita. Menambah rasa percaya diri kita dan memantapkan visi dan misi hidup kita. Balik dari trveling, kita membawa sejuta pengalaman dan foto buat pamer ke temen-temen pastinya…."












V: "Lagi-lagi gue setubuh pisan! Terkecuali yang bagian pamer foto ke temen-temen ya, hehehehehe. Entah kenapa gue mah kagak gape buat pamer-pamer foto. *Padahal blog ini isinya didominasi sama foto-foto gye, hahahahaha! Oh iya Jar, adakah kota yang ingin lu kunjungi?"
P: "Indo dulu ya….Gue pengen ke Raja Ampat. Tapi katanya wisata ke sana lebih mahal dari wisata ke luar negri. Kenapa demikian? Itulah hal lyang mesti kita benahi. Gue juga pengen ke Halmahera, Maluku Utara. Katanya di sana ada tugu, di mana air se-Indonesia disatukan."












V: "Oh ya? Waaaow, gue baru tau."
P: "Kalau mancanegaranya, gue pengen naik Trans Siberian dari Cina sampe Uni Soviet. Ajiiiiiiiip banget pasti itu mah…Tapi kapan ya? Tapi, kalau di otak gue cuma ada 'kapan ya?' gue nggak akan pernah bisa ke sana…."












V: "Aaaah Pajaaaar, keren. Jadi inget, dulu gue sering bilang pengen ke Eropa, tapi malah diketawain sama temen-temen gue. Ya udah gue anggap aja, ketawa mereka itu adalah doa dalam bentuk yang berbeda, hehehe….""
P: "Gue harus bongkar pemikiran gue, agar tidak terbelenggu dalam constrait kendala. Kalau pemikiran gue cuma 'kapan ya' yang pasti jawabannya 'nggak ada duit'. Dan di luar batas kewajaran gue dan kalau bisa pengen ke sana, berarti gue mesti berusaha buat nyampe sana."












V: "Ada alasan kenapa lu pengen naik Trans Siberian?"
P: "Menurut gue, Trans Siberian itu adalah rute kereta api terpanjang di dunia. Lu bisa nembus Asia, lewat Mongolia, sampe Uni Soviet. Kalau gue bisa sampe ke sana, gue bakalan nari tortor keliling Bandar dua hari, dua malem! nanggep wayang golek, debus, dan singa Depok ditambah dangdut untuk menghangatkan suasana!"












V: "Bener ya? Gue tunggu ngobrol-ngobrol dengan lu di atas Trans Siberian, tapi lu nya kudu sambil nari tor-tor!"
P: "Hahahahaha!"












V: "Selama tinggal di Brunei Darussalam lu punya lagu yang 'Brunei' banget nggak?"
P: "Ada. Dream Theatre yang The Spirits Carries On….Kenapa lagu ini?"











V: "Kenapa?"
P: "Karena alasan gue tinggal di Brunei lah, akhirnya gue nggak bisa nonton mereka konser. Jadi gue suka sedih kalau dengerin lagu ini. Karena di Brunei gue nggak bisa nonton konser U2 di Bali, padahal kalau lagi di Indonesia, belum tentu juga sih gue bakal nonton, hehehehe."












V: "Hoooo, berarti lu emang nggak nonton konser Dream Theater kemaren di Indonesia itu ya?"
P: "Nggak Pielaaaa, aku cediiiiih bangeet…Huuuuft! Karena di Brunei juga gue jadi nggak bisa nonton Bandung Berisik MXXII, dan karena di Brunei lah gue nggak bisa….NGGAK BISA NONTON SUPER JUNIOR YANG MENGGELAR KONSER KEDUANYAAAH….Huaaaaaaaaaaaa!"












V: "Demi Neptunus Jar, lu demen Suju??? Suju syukur kali….Hahahahaha. Nanti kalau kita ketemuan lagi, gue bawain poster Cherry Belle déh…."
P: "Hahahaha!"











V: "However, lu punya do & dont's rule buat temen-temen kita yang pengen ngunjungin Brunei nggak?"
P: "Kalau mau ke Brunei, hubungi gue. Asalkan hari libur, gue bisa anter ke tempat-tempat yang sering gue tonngkrongin. Soalnya transportasi di Brunei cuma sampe jam 6 sore aja…."












V: "Dont's-nya?"
P: "Jangan bawa rokok! Karena di sini merokok itu diharamkan! Harga rokok di sini udah naek tiga kali lipat dari harga awalnya. Sampai seserius itu Pemerintah Brunei mengampanyekan budaya untuk tidak merokok. Kalau lu ketauan ngerokok di tempat umum, lu bisa didenda $1000. 7 juta doang cuma untuk sebatang rokok??? Gue juga selama di Brunei ini udah berhenti ngerokok. Sebenernya banyak sih rokok-rokok ilegal yang beredar, tapi kalau ketauan itu lebih gawat lagi. So, kalau mulut lu asem gara-gara nggak ngerokok, cium aja pantat kucing, dijamin ilang! Karena jadi semuka lu asem semua……"












V: "Kyaaaaaaa, jadiii, jadiiii, jadiiii Christian Sugionoh ngerokok??? Titik Koma kuciwaaaargh….."
P: "Banci aja ngerokok, masa sayah yang se-kece ini tidak merokok, hehehehe."












V: "Rencana setaun ke depan apa Jar?"
P: "Mungkin gue masih stay di Brunei. Tapi, tiap tahun gue mesti jalan, kalau di passport gue banyak chop negara, siapa tau gue bisa dapet visa schegen tanpa harus dengan prosedur yang berbelit-belit. Kalau mereka tau gue sering jalan-jalan kan, mereka nggak akan curiga gue bakal nyari kerja di sono…..Padahal mah gue sambil nyari kerjaan juga, hahahahahaha!"












V: "Terus pertanyaan terakhir nih Jar, dengan segala hal yang telah lu alami di Brunei, hal apa yang paling lu syukuri sampai detik ini?"
P: "Gue bersyukur Tuhan memberikan gue jalan untuk bisa sampai ke sini, walaupun prosesnya cukup galau. Tapi gue bersyukur, sebagai ex mahasiswa galau yang cupu, dekil, dan kere ini, sekarang gue bisa mendapatkan penghasilan yang melewati gaji PNS di Indonesia. Gue banyak belajar tentang gimana sih beradaptasi dengan lingkungan baru yang belum pernah lu kenal, bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang dan budaya, yang pada akhirnya membuat gue yakin, kalau Tuhan itu Maha Pencipta yang sangat besar."












V: "Kyaaaaaaaaaa, Christian Sugionooooh I heart you!!!!!"
P: "Sok lempar dulu risolesnya atuhhh…."




***



Meeting people like Pajar has really taught me a lot. Temen-temen tau kan salah satu program pendidikan dari pemerintahan itu adalah Wajib Belajar. Tapi, pemerintah nggak pernah bilang kan kalau kegiatan tersebut harus ditambah embel-embel Wajib Belajar….Di Sekolah kan? Hehehe.

Kita bisa belajar di mana aja. Dan seorang Mochamad Fajar lebih memilih dunia luas, untuk hal yang satu itu. Bukannya meremehkan sistem sertifikasi pendidikan yang ada, saya cuma berpikir ada perbedaan yang cukup signifikan antara kata 'mendidik' dan 'mengajar'.

Kegiatan ajar mengajar mungkin terlihat lebih kece kalau kita datang ke sebuah institusi yang prestige-nya tinggi. Tapi, lain halnya dengan kegiatan didik-mendidik. Buktinya sudah banyak, ada yang bapaknya lulusan SD, tapi anaknya bisa jadi profesor. Mungkin si anak gagal mendapatkan sebuah pengajaran, tapi dia sukses menerapkan pendidikan yang ada di lingkungannya.

Saya selalu senang melihat orang yang bekerja sesuai passion-nya dan saya melihat itu di dalam diri seorang Pajar, setidaknya untuk saat ini. That's why I choose him to be interviewed. Saya yakin, beliau punya sejuta cerita yang bisa menambah khasanah gaya berpikir yang temen-temen kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!), yang semoga bisa bermanfaat suatu saat nanti. Kekekekeke.

Akhir kata, "nih Jar, roti unyil yang gue janjikan! Sekarang baru bisa ngirim gambarnya doang ya, nanti gue kirim yang asli…Semoga suatu saat nanti, lu bisa buka cabang roti unyil Venus di Brunei, hehehehehe!"






Oh ya, kalau ada temen-temen yang mau tau lebih tanya-tanya tentang Brunei Darsussalam, ada apa aja di sana? Ngapain juga ke negara kecil begonoh? Ada emol segede gaban nggak di sono? Di Brunei ada SM*SHblast nggak? Kalau di Brunei, yang lebih terkenal itu siapa? Morgan? Dicky? Bisma? Atau pertanyaan lainnya, silahkan ber-twit-ria sama si Christian Sugionoh KW 83 ini di @pajargh

Buat temen-temen yang pengen liat koleksi foto hasil jepretan si Pajar pake kameranya yang gede benjeeeet, bolehlah ditengok kumpulan fotonya di;






Saran saya sih, kalau mau wisata belanja, Brunei Darussalam is def BIG NO NO, kecuali kalian mau belanja minyak T.T  Tapi kalau mau ngalamin naik mobil di highway sambil liat monyet bergelantungan, datengin ulang tahun Sultan yang digelar 7 hari berturut-turut pun kagak kelar-kelar, well negara 1000 masjid ini is a good choice :)



Sumber foto.

6 komentar:

  1. Anonim11.5.12

    closing statement nya awsome sekali piera ,
    di negara yang namanya indonesa sistem sertifikasi pendidikan merupakan tolak ukur agar kita dapat di lihat dan didengar olah orang lain, padahal belum tentu, kita hidup memang dalam sekat sekat , pengkotak kotakan , peng lebelan , dan saat label kita di dicabut kita ternyata bukan apa-apa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAYA ATAS NAMA:PAK KAMARUDIN DARI MALAYSIA

      DULUNYA AKU TIDAK PERCAYA SAMA BANTUAN DARI
      PERAMAL TOGEL,TAPI SEKARANG AKU SUDAH PERCAYA
      KARENA SAYA SUDA MEMBUKTIKA SENDIRI.KARNA ANGKA
      YG DIBERIKAN 4D BENAR2 TEMBUS 100% ALHAMBUHLILLAH
      DPT 450 JUTA.DAN SAYA SELAKU PEMAIN TOGEL,DAN KEPERCAYAAN
      ITU ADALAH SUATU KEMENANGAN DAN SAAT SKRAG SY TEMUKAN
      ORANG YG BISA MENGELUARKAN ANGKA2 GAIB YAITU Aky WOWO
      JIKA ANDA YAKIN DAN PERCAYA NAMANYA ANGKA GOIB ANDA BISA
      HUBUNGI LANSUNG Aky WOWO DI NO_085328880180 atau Lihat SITUS RESMI AKI WOWO
      SAYA
      SUDAH BUKTIKAN SENDIRI ANGKA GOIBNYA DEMIH ALLAH DEMI TUHAN.
      INI KISAH NYAT SAYA.....

      Hapus
  2. o em jih si akang pajar ini moto2 lighting di Brunei dengan bagus sekalih!! ieu mah lain jakarta taun 80an atuuuhhh desain2nya okeh2 sekaliiii.. pasti desainernya interlokal semua yah??
    mau dong kapan2 dianterin wisata malam!

    BalasHapus
  3. Anonim14.5.12

    klo ligthing jalanan mah sih emang kalah kita ama disini , walopun jalanan masuk kampung gakan takut gelap walaupun kiri-kanan lo hutan ..
    desainer indonesa jga banyak ko disini . malahan ada production house yang didalemya orang indonesa semua. jgn harep wisata amalam lu disini mapet Pub dengan alunan musik classic rock dan ditemani satu pitcher beer dengan alcohol bawah 5%.

    BalasHapus
  4. Wah seru bgt klo bisa kesana, tp gue mo nanya dong, knp negara brunei kykny tertutup mksudny jarang dliput d tipi kyk negara2 laennya?

    BalasHapus
  5. Wah seru bgt dsana bisa nikmatin suasana tenang, tp gue mo nanya dong, knp negara brunei sepertiny agak tertutup g kyk negara2 lainya yg bisa di liput ke tipi?

    BalasHapus