Selasa, 13 Desember 2011

Cerpen kesepuluh

Wah, dengan berat hati dan berat badan Ade Rai, saya memutuskan untuk mengakhiri cerpen berantai yang satu ini T.T *Nangis gogoakan di belakang kloset kamar mandi!

Tapi, tenaaaaang, cerpen berantai yang mulia Teteh PIera masih akan menghujam hati para teman kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!) beberapa waktu ke depan! *keprok-keprok di udara!

Yang udah ngerasa keburu kangen duluan sama cerpen berantai buatan yang mulia Teteh Piera, bisa menyimak link-link di bawah ini dan silahkan sensasi-sensasi yang bisa menggetarkan dada Dude Herlino!






Sebagai penutup cerpen berantai, saya mau kasih lagu yang bikin saya selalu ingin naik pegasus ke kamar mandi, dengan Jude Law yang sudah siap menggosok gigi, terus dikelonin anggota Super Junior sampe pagi...







***

For Good


Aku termenung. Hidupku terasa hampa. Apalah gunanya memiliki wajah yang cantik, kulit mulus bebas bulu, kaki yang jenjang kaya anggota SNSD, suara semerdu Celine Dion, dan tubuh selincah Sule ini???

Kuputuskan untuk kembali melanjutkan pendidikan SMA-ku saja. Toh, semua orang mengetahui kalau aku adalah murid dengan otak tercemerlang se-Asia Pasifik. Malah menurut gossip yang tersebar, katanya aku adalah cucu Einstein yang tertukar. 

Aku lulus dari SMA dengan nilai UAN yang sempurna. Semua guru memujiku dan mencalonkan agar aku menjadi kepala sekolah. Namun apalah daya, aku ini hanya seorang murid perempuan yang memiliki muka super cute.

Dengan sisa tabungan yang mencapai 3 milyar, aku memberanikan diri untuk membuka Krusty Crab di Sumatera Selatan dan toko pinjam DVD di Sulawesi Utara. 

Omset dari kedua usahaku ini selalu naik. Aku percaya, dengan lirikan maut dan senyum menggelinjang yang aku punya dapat membuat seluruh warga negara Republik Indonesia berbondong-bondong menghampiri toko-tokoku.

Di umurku yang baru menginjak 19, aku sudah dianugrahi sebagai wanita terkaya se-nusantara. Banyak dari para pengusaha muda dan dokter berlomba-lomba meminangku. Namun, hanya satu orang yang dapat meghancurleburkan hatiku yang seluas samudera dan selembut kapas ini. Jude Law, namanya. 

Dia mengaku berprofesi sebagai seorang aktor di tanah Ratu Elizabeth dan salah satu alumnus SMA-ku. Dia berhasil lulus dari UAN mata pelajaran biologi, dengan cara menanyakan jawaban dari soal-soal yang diberikan kepada teman-temannya menggunakan blackberry keluaran terbaru yang ber-casing berlian selundupan orang Nigeria.

Cita-cita Jude Law sebagai ilmuwan biologi pun kandas dikarenakan kebiasaannya menyontek. Namun, dengan jurus kegantengannya yang bertubi-tubi dia berhasil menjadi pemain film kenamaan di Inggris sekaligus menghujam jantung dan arteri pulmonalis kiriku, akhirnya aku menerima tawarannya untuk menjalin tali kasih putih.

Kami pun hidup bahagia selama-lamanya.


***


Yuhuuuu, cerpennya saya selesai-in dulu ya :) Biarpun Mira Lesmana belum mengontak saya untuk merealisasikan salah satu cerpen yang saya buat menjadi sebuah film yang layak mendapat piala Oscar…Oscar Lawalata juga nggak apa-apa déh T.T

Yang pengen mengusulkan ide untuk cerpen berantai berikutnya, bisa comment atau nanya alamat buat ngasih parcel ke FECESbook-nya kelompok PENCAPIR (PENgamat CeritA-cerita PIeRa!)

2 komentar:

  1. kayaknya emang perlu dipelemkan nih cerpennya...

    keren sumpah!

    nggak ada yang ngalahin deh karena beda banget sama shitnetron yang ada di televisi :D

    BalasHapus