Mau sedikit cerita tentang proses menulis yang saya alami ketika menulis blog sampai terbentuknya commuteheart.
Jadi, saya sempat mikir kan ya…
Emang ada yang mau beli buku saya? (((SELAIN SAYA SENDIRI)))
Terus, rasa PD saya juga sempat tergerus sama keberadaan vlogger. Ya Allah, hari gini masih jadi blogger???
Ketika mendapatkan jumlah like itu lebih prestige daripada jumlah royalti.
Belum lagi keberadaan wattpad, saya sempet ngira wattpad ini aplikasi turunannya whatsapp.
Terus blog saya téh masih konsisten aja ngomongin daily routine. Ya nggak apa-apa sih kalau daily routine nya, sehari di London, besoknya di New York, dua hari kemudian di Amsterdam, tampak seru sekali daily routine-nya.
Meanwhile, daily routine saya??? Sehari di Stasiun Cilebut, besok di Stasiun Tebet, lusa di Stasiun Gondangdia. Ya seputaran itu aja. Daily routine saya pun sebenernya tampak seru ya? Tampak seru untuk dikata-katain, hiks hiks…
Temen-temen blogger saya udah bisa ngehasilin duit, they can live from blog! Kalau saya lebih kepada, kalau mau tau saya masih idup apa nggak, ya silahkan liat aja blog saya.
Hidup saya kaya jumlah penghasilan mamang gojek yang suka mangkal di depan rumah, kadang naik-kadang turun. Kadang di atas, kadang di bawah, kadang-kadang ngambang nggak jelas kaya eek di Sungai Ciliwung…
Tapi, ternyata oh ternyata, saya baru sadar kalau saya memposisikan 'menulis' sebagai proses self healing. Saya nggak peduli berapa orang yang baca postingan saya, ngggg, peduli juga sih…Tapi, perasaan senang yang saya dapatkan itu bukan karena jumlah orang yang baca tulisan saya, tapi lebih kepada ketika tulisan saya di publish. Kayanya tuh lagi nahan buang hajat dua hari, terus keluar semuanyaaaa! BRAT BRET BROT!
I felt really awesome when I clicked 'publikasikan' button on my computer screen.
Tampilkan postingan dengan label #coolturead. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #coolturead. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 Maret 2018
Rabu, 14 Maret 2018
#coolturead: H - 2
Kyaaaaa H-2 menuju acara, deg-deg-an luar biasa, karena saya biasa di luar! Ahahahah!
Well, di postingan kali ini saya mau share tentang rundown acara dari #coolturead.
Well, di postingan kali ini saya mau share tentang rundown acara dari #coolturead.
13.00 Registrasi
Tunjukan e-tiket Anda! Jangan yang lain….By the way, ticket nya kayak usah di print ye!
13.00 Apa sih Cooltura.id
Awalnya banyak yang mengira kalau cooltura itu adalah komunitas pecinta tanaman yang dibudidayakan, well we'd love to try it though! Tapi, sayangnya bukan tanaman yang bakal kami budidayakan, kami akan membudidayakan budaya itu sendiri. Saiiiik~ Gimana caranya? Terlalu panjang untuk ditulis di sini, makanya dateng ke acara-acaranya cooltura.id, biar kita bisa tukar pikiran.
13.10 Commute with your heart!
Nah ini, mari kita ngobrol tentang behind the scenes pembuatan novel seperenam fiksi, Commuteheart. Sempat saya berpikir bahwa bikin keributan itu lebih gampang daripada bikin buku.
13.30 Mari kita tebak-tebakan
Yuk mareee merapaaaat buat dapetin buku dari bentang pustaka~
13.35 It's Bentang Pustaka time!
Ya barangkali ada yang masih belum kenal Bentang Pustaka. Ya walaupun ada bejibun penulis tersohor di sana, semoga saya seperti mereka kelak ya~
13.55 Saatnya berbagi
Ya, sharing is caring! Dapetin another hadiah dari Bentang Pustaka!
14.00 Anda bertanya, kami menjawab
Sok nanya apapun, asal jangan nanya all those holy questions started with "kapan…."
14.15 Mari Menulis
Ayat pertama kitab suci yang saya yakini itu, "bacalah…" tapi apa yang mau dibaca kalau nggak ada yang ditulis…
14.55 And the award goes to…
Mari kita buktikan, siapa yang cuco' meong tulisannya untuk (((BARANGKALI))) bisa diterbitkan
15.00 Goodie bag
Tukarkan feedback form yang udah kamu isi dengan goodie bag!
Yak sekiranya begitulah~ See you at the event….
Rabu, 07 Maret 2018
#coolturead: H - 13
Di tiga belas hari lagi menuju acara #coolturead ini, saya mau share another awful but grateful fact tentang Commuteheart.
Jadi, pada awalnya Commuteheart itu dicetak hanya sebagai e-book saja. Well, di perjanjiannya sih tertulis bisa dicetak dalam bentuk lain, buku cetak salah satunya. Tapiiiiii, saya nggak tau kapan buku cetaknya would be published. Well, banyak yang bilang buku fisik adalah pride seorang penulis.
Menwhile beberapa orang yang sempat saya ceritakan kalau saya dalam proses menulis buku, malah udah punya buku versi fisik duluan. Wah ini tuh ibaratnya, saya punya pacara terus udah cerita ke temen-temen saya kalau pacara saya so sweet banget, temen-temen saya ngira saya bakal nikah sama dia, eh taunya karena pacaran kelamaan, eh saya malah diduluin nikah. Ya, nggak apa-apa sih, tapi….Akhirnya saya tau kenapa bahu Lee Min Ho itu lebar. Why? Karena itu menjadi tempat saya untuk bersandar di kala rasa sedih datang menghadang, ahahahaha!
Instead of thinking it was failure, I felt so grateful that finally I had an ISBN code, hehehe. Saya baru tau walaupun ketika itu CommuteHeart masih dalam bentuk e-book, tapi saya tetap punya nomor ISBN. Pasti temen-temen yang kerja di bidang publisher pada pengen bilang, "ka mana wae atuh Neng???" Hihihihihi.
Jadi, saya tetap grateful, karena nggak semua orang bisa punya nomor ISBN kan, hehehe.
Beberapa selang waktu kemudian, saya dikasih tau kalau buku Commuteheart versi cetak bakal di-realease. Waaaah seneng banget dong, udah kebayang nih kalau buku saya bakal mejeng di toko buku terdekat.
Ternyata oh ternyata buku saya menggunakan sistem PoD, alias Printed on Demand. Jadi, kalian harus pesen dulu ke toko buku online untuk dapat buku tersebut. Waaaah, cita-cita saya ngeliat buku saya dipajang di rak toko buku pun sirna sudah.
Tapi, alasan yang diberikan pun masuk akal. Harga produksi buku cetak kian menaik. I am a newbie dan saya belum punya market yang jelas dari pembaca. Yes, I have a royal blog readers but not all of you will buy my book and it's okay, karena saya pun demikian. Ada beberapa blogger yang saya ikuti tapi saya belum tentu akan membeli produk mereka.
Kalau saya berada di sisi penerbit juga saya bakal mikir beberapa kali ya untuk mencetak buku saya dalam jumlah banyak. Pengen sombong sedikit nih, kalau saya under in the same line of Trinity yang terkenal dengan buku The Naked Traveller series-nya. Ya, kalau dari sisi bisnis sih, penerbit akan memilih untuk meng-invest The Naked Traveller teranyar-nya Trinity ya daripada buku Commutheart.
Bukannya tulisan saya tidak baik (atau emang gitu ya? Ahahaha!), but business is business guys. Ini yang saya pelajari ketika saya belajar mengembangkan cooltura.id. You need three P to run your business. Passion, people, and profit.
Dalam proses penulisan Commuteheart itu, saya baru ada di dalam tahap 'passion'. Yup, I have a passion to write about commuter line, mata saya bakal lebih berbinar-binar kalau saya lagi cerita tentang commuterline daripada hal lain. Nggak semua orang bakal terlihat kegirangan kalau lagi ngomongin ketahan sinyal masuk Stasiun Manggarai selama setengah jam.
Tapi, penerbit pun butuh 'people' atau market. Siapa sih yang bakal beli buku cetak yang ongkos produksinya cukup besar dari penulis baru yang belum keliatan siapa yang bakal beli? Kecuali kamu udah punya nama besar atau branding yang kuat duluan sebelumnya. Misalnya kamu adalah Syahrini, yang sebagai orang awam saja, saya tau nih kalau Syahrini buat buku tentang behind the scene kehidupan glamorous beliau, sudah so pasti bukunya bakal laku. Ya, kalau misalnya dalam sekali proses percetakan itu, kita harus langsung cetak minimal 1000 buku, ya pasti cingcay lah buat sekaliber Syahrini untuk ngejual 1000 buku, either karena orang-orang penasaran sama bukunya atau karena Syahrini sendiri yang langsung ngeborong 1000 bukunya, ahahaha! But hey, at the end of story, angka adalah hal paling gampang untuk menjadi tolak ukur sesuatu hal punya impact atau tidak.
Dan yang terakhir adalah, 'profit'. Kasarnya nih, penerbit juga adalah sebuah perusahaan yang di belakangnya ada banyak orang yang menggantungkan penghasilan dari buku kamu. Ya masa iya kita bayar editor yang udah ngedit tulisan kita pake passion doang, hehehehe.
Dengan tiga alasan tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk membuat acara #coolturead. Sebagai anak lulusan Fakultas Seni Rupa, saya mencoba untuk menempatkan buku Commuteheart sebagai sebuah karya seni yang butuh suatu tempat untuk dipamerkan supaya orang kenal terlebih dahulu dengan karya saya terlebih dahulu.
Kan biasanya gitu kan yah kalau buat perupa-perupa baru, mereka bakan ngadain pameran di acara-acara hipster kekinian untuk memperkenalkan karya mereka. Dari situlah, orang-orang bakal tau kalau ternyata si A adalah pelukis yang punya gaya realis, si B adalah pematung dengan keahlian di bidang mix media antara perunggu dan kain, si C adalah fashion designer dengan ciri khas membuat pakaian yang berbahan baku kain tenun dari Sumbawa, dan seterusnya.
Kalau memang karya mereka sesuai dengan demand pasar, ya mereka bakal diminta untuk membuat karya serupa mereka.
Begitu juga dengan Commuteheart, I create #coolturead as a showcase to introduce it. Kalau memang ternyata setelah acara #coolturead , banyak yang suka dengan Commuteheart, maka ada kemungkinan buku saya bakal dicetak dalam jumlah banyak, hehehe.
So, let's see what happen after 17th of March, kira-kira gimana nih tanggapan orang-orang tentang Commuteheart, will the sale increase? Hehehehehe.
Semoga tulisan ini bisa jadi insight buat teman-teman yang baru mulai menulis ya. Just keep on writing, Dilan itu bukan buku pertama-nya Pidi Baiq. Beliau itu nulis buaaaanyak banget buku, sebelum Dilan series booming. Dan yang namanya hard work dan consistency nggak bakalan bisa bohong!
Jadi, pada awalnya Commuteheart itu dicetak hanya sebagai e-book saja. Well, di perjanjiannya sih tertulis bisa dicetak dalam bentuk lain, buku cetak salah satunya. Tapiiiiii, saya nggak tau kapan buku cetaknya would be published. Well, banyak yang bilang buku fisik adalah pride seorang penulis.
Menwhile beberapa orang yang sempat saya ceritakan kalau saya dalam proses menulis buku, malah udah punya buku versi fisik duluan. Wah ini tuh ibaratnya, saya punya pacara terus udah cerita ke temen-temen saya kalau pacara saya so sweet banget, temen-temen saya ngira saya bakal nikah sama dia, eh taunya karena pacaran kelamaan, eh saya malah diduluin nikah. Ya, nggak apa-apa sih, tapi….Akhirnya saya tau kenapa bahu Lee Min Ho itu lebar. Why? Karena itu menjadi tempat saya untuk bersandar di kala rasa sedih datang menghadang, ahahahaha!
Instead of thinking it was failure, I felt so grateful that finally I had an ISBN code, hehehe. Saya baru tau walaupun ketika itu CommuteHeart masih dalam bentuk e-book, tapi saya tetap punya nomor ISBN. Pasti temen-temen yang kerja di bidang publisher pada pengen bilang, "ka mana wae atuh Neng???" Hihihihihi.
Jadi, saya tetap grateful, karena nggak semua orang bisa punya nomor ISBN kan, hehehe.
Beberapa selang waktu kemudian, saya dikasih tau kalau buku Commuteheart versi cetak bakal di-realease. Waaaah seneng banget dong, udah kebayang nih kalau buku saya bakal mejeng di toko buku terdekat.
Ternyata oh ternyata buku saya menggunakan sistem PoD, alias Printed on Demand. Jadi, kalian harus pesen dulu ke toko buku online untuk dapat buku tersebut. Waaaah, cita-cita saya ngeliat buku saya dipajang di rak toko buku pun sirna sudah.
Tapi, alasan yang diberikan pun masuk akal. Harga produksi buku cetak kian menaik. I am a newbie dan saya belum punya market yang jelas dari pembaca. Yes, I have a royal blog readers but not all of you will buy my book and it's okay, karena saya pun demikian. Ada beberapa blogger yang saya ikuti tapi saya belum tentu akan membeli produk mereka.
Kalau saya berada di sisi penerbit juga saya bakal mikir beberapa kali ya untuk mencetak buku saya dalam jumlah banyak. Pengen sombong sedikit nih, kalau saya under in the same line of Trinity yang terkenal dengan buku The Naked Traveller series-nya. Ya, kalau dari sisi bisnis sih, penerbit akan memilih untuk meng-invest The Naked Traveller teranyar-nya Trinity ya daripada buku Commutheart.
Bukannya tulisan saya tidak baik (atau emang gitu ya? Ahahaha!), but business is business guys. Ini yang saya pelajari ketika saya belajar mengembangkan cooltura.id. You need three P to run your business. Passion, people, and profit.
Dalam proses penulisan Commuteheart itu, saya baru ada di dalam tahap 'passion'. Yup, I have a passion to write about commuter line, mata saya bakal lebih berbinar-binar kalau saya lagi cerita tentang commuterline daripada hal lain. Nggak semua orang bakal terlihat kegirangan kalau lagi ngomongin ketahan sinyal masuk Stasiun Manggarai selama setengah jam.
Tapi, penerbit pun butuh 'people' atau market. Siapa sih yang bakal beli buku cetak yang ongkos produksinya cukup besar dari penulis baru yang belum keliatan siapa yang bakal beli? Kecuali kamu udah punya nama besar atau branding yang kuat duluan sebelumnya. Misalnya kamu adalah Syahrini, yang sebagai orang awam saja, saya tau nih kalau Syahrini buat buku tentang behind the scene kehidupan glamorous beliau, sudah so pasti bukunya bakal laku. Ya, kalau misalnya dalam sekali proses percetakan itu, kita harus langsung cetak minimal 1000 buku, ya pasti cingcay lah buat sekaliber Syahrini untuk ngejual 1000 buku, either karena orang-orang penasaran sama bukunya atau karena Syahrini sendiri yang langsung ngeborong 1000 bukunya, ahahaha! But hey, at the end of story, angka adalah hal paling gampang untuk menjadi tolak ukur sesuatu hal punya impact atau tidak.
Dan yang terakhir adalah, 'profit'. Kasarnya nih, penerbit juga adalah sebuah perusahaan yang di belakangnya ada banyak orang yang menggantungkan penghasilan dari buku kamu. Ya masa iya kita bayar editor yang udah ngedit tulisan kita pake passion doang, hehehehe.
Dengan tiga alasan tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk membuat acara #coolturead. Sebagai anak lulusan Fakultas Seni Rupa, saya mencoba untuk menempatkan buku Commuteheart sebagai sebuah karya seni yang butuh suatu tempat untuk dipamerkan supaya orang kenal terlebih dahulu dengan karya saya terlebih dahulu.
Kan biasanya gitu kan yah kalau buat perupa-perupa baru, mereka bakan ngadain pameran di acara-acara hipster kekinian untuk memperkenalkan karya mereka. Dari situlah, orang-orang bakal tau kalau ternyata si A adalah pelukis yang punya gaya realis, si B adalah pematung dengan keahlian di bidang mix media antara perunggu dan kain, si C adalah fashion designer dengan ciri khas membuat pakaian yang berbahan baku kain tenun dari Sumbawa, dan seterusnya.
Kalau memang karya mereka sesuai dengan demand pasar, ya mereka bakal diminta untuk membuat karya serupa mereka.
Begitu juga dengan Commuteheart, I create #coolturead as a showcase to introduce it. Kalau memang ternyata setelah acara #coolturead , banyak yang suka dengan Commuteheart, maka ada kemungkinan buku saya bakal dicetak dalam jumlah banyak, hehehe.
So, let's see what happen after 17th of March, kira-kira gimana nih tanggapan orang-orang tentang Commuteheart, will the sale increase? Hehehehehe.
Semoga tulisan ini bisa jadi insight buat teman-teman yang baru mulai menulis ya. Just keep on writing, Dilan itu bukan buku pertama-nya Pidi Baiq. Beliau itu nulis buaaaanyak banget buku, sebelum Dilan series booming. Dan yang namanya hard work dan consistency nggak bakalan bisa bohong!
Senin, 05 Maret 2018
#coolturead: H - 14
Yak di postingan sebelumnya saya cerita kan apa saja yang akan kamu dapatkan di acara #coolturead nanti.
Nah, di postingan empa belas hari lagi menuju the D-day, saya mau sharing skema pembayaran yang harus kamu investasikan kalau mau ikutan acara #coolturead.
By the way, udah ada yang list videonya Bu Dendy yang termahsyur itu? Yang lempar-lempar duit ke selingkuhan suaminya? Ketika melihat video tersebut, hati saya pun teriris seraya berbisik, "ya Allah uangnya buat saya aja, jadi bisa ngasih free HTM ke temen-temen semuanya…." Hiks!
Doain ya guys, biar nanti mah cooltura.id téh bisa dapet full grant atau invests, jadi kalau ngadain acara bisa harateeeesh!
Balik lagi ke sistem pembayaran yang harus teman-teman bayarkan.
150K
A family-signed book of commuteheart!
Yup! Fully signed by my family! The whole family's! Tanda tangan Pak Rachmat, cap bibir Bu Evie, dan sidik jari dari sayah! Sungguh menggemaskan sekali bukan guise??? Udah terlalu biasa kalau buku dapet tanda tangan dari penulis doang! Kapan lagi dapet tanda tangan dari keluarga penulis! Untung jumlah keluarga saya cuma tiga yes!
Furthermore, you'll have a bonus that I created only for you! Apakah itu??? Eiiits, kamu harus datang ke acaranya duluuuu!
75K
Ini harga tiket masuk untuk satu orang. Tenang, pas dateng ke acara ini kamu cuma seorang, pas selesai event kamu bisa keluar dua orang, ihiy! Nama acaranya kan #coolturead ya? Nggak cuma buku doang yang bisa dibaca genkz, tapi masa depan juga….
Kamu bisa terapkan langsung ilmunya, ke orang yang udah kamu incer pas di acara! Azeeeeeg~
50K
Emangnya cuma Nia Rahmadhani doang yang bisa punya squad, HTM acara #coolturead pun bisa punya squad deal! Ini harga tiket untuk tiga orang atau lebih. Bawa geng kamu (jangan geng motor tapinyaaah!) untuk belajar jurus menulis, jurus mendekati penerbit, juga jurus ikhlas ketika you're falling in love with people that you can't have, uuuurgh~
Sooo, what are you waiting for qaqa! Kuy kita ketemuan di acara #coolturead, Sabtu 17 Maret nanti mulai dari jam satu siang~
Nah, di postingan empa belas hari lagi menuju the D-day, saya mau sharing skema pembayaran yang harus kamu investasikan kalau mau ikutan acara #coolturead.
By the way, udah ada yang list videonya Bu Dendy yang termahsyur itu? Yang lempar-lempar duit ke selingkuhan suaminya? Ketika melihat video tersebut, hati saya pun teriris seraya berbisik, "ya Allah uangnya buat saya aja, jadi bisa ngasih free HTM ke temen-temen semuanya…." Hiks!
Doain ya guys, biar nanti mah cooltura.id téh bisa dapet full grant atau invests, jadi kalau ngadain acara bisa harateeeesh!
Balik lagi ke sistem pembayaran yang harus teman-teman bayarkan.
150K
A family-signed book of commuteheart!
Yup! Fully signed by my family! The whole family's! Tanda tangan Pak Rachmat, cap bibir Bu Evie, dan sidik jari dari sayah! Sungguh menggemaskan sekali bukan guise??? Udah terlalu biasa kalau buku dapet tanda tangan dari penulis doang! Kapan lagi dapet tanda tangan dari keluarga penulis! Untung jumlah keluarga saya cuma tiga yes!
Furthermore, you'll have a bonus that I created only for you! Apakah itu??? Eiiits, kamu harus datang ke acaranya duluuuu!
75K
Ini harga tiket masuk untuk satu orang. Tenang, pas dateng ke acara ini kamu cuma seorang, pas selesai event kamu bisa keluar dua orang, ihiy! Nama acaranya kan #coolturead ya? Nggak cuma buku doang yang bisa dibaca genkz, tapi masa depan juga….
Kamu bisa terapkan langsung ilmunya, ke orang yang udah kamu incer pas di acara! Azeeeeeg~
50K
Emangnya cuma Nia Rahmadhani doang yang bisa punya squad, HTM acara #coolturead pun bisa punya squad deal! Ini harga tiket untuk tiga orang atau lebih. Bawa geng kamu (jangan geng motor tapinyaaah!) untuk belajar jurus menulis, jurus mendekati penerbit, juga jurus ikhlas ketika you're falling in love with people that you can't have, uuuurgh~
Sooo, what are you waiting for qaqa! Kuy kita ketemuan di acara #coolturead, Sabtu 17 Maret nanti mulai dari jam satu siang~
#coolturead: H - 15
Yasss lima belas hari lagi menuju acara #coolturead
Jadi, sebenernya ada tiga jenis harga yang bisa kamu bayarkan untuk bisa masuk ke acara super duper kewl inih! Tapi, berapapun harga yang kamu bayar, kamu bakal mendapatkan:
1. Tiket Masuk ke acara
Masuk ke acara #coolturead ya, bukan masuk ke surga..
2. A pack of doakeripik
Cuma orang-orang terpilih aja yang bisa mencoba the delicacy of doakeripik! Sebuah cita rasa tiada dua dari tanah Sunda, yang kerenyahannya akan selalu menggoda, walaupun barangnya lagi nggak ada~
3. A superb goodie bag from Bentang Pustaka
Ini nih, yang nggak boleh dilewatkan! Seriusan, saya aja ini lagi nego pihak Bentang buat dapetin goodie bag-nya juga, ahahaha! Maklum walaupun saya sebagai salah satu narsum, tapi jiwa sebagai banci goodie bag nya belum bisa dilewatkan begitu sahaja.
4. E - Certificate from cooltura.id
Lumayan buat nambahin di CV
5. Workshop nulis asoy geboy
Meeen, ayat pertama dalam kitab suci itu; "bacalah…" tapi apa yang mau dibaca kalau nggak ada yang ditulis? Sadiiiisss!
6. Pintu berhadiah dari Bentang Pustaka untuk pemenang quiz
Wait! Pintu berhadiah??? YUPS! Alias door prize! YAY! *Biar garing tapi ini penting~
7. Networking
Emangnya internet doang yang bisa 'networking', kamu pun!
8. Free flow tea and coffee!
Asal jangan bawa galon buat diisi ulang aja, ketauan banget kamu anak kosannya~ *Pengalaman pribadi pernah bawa galon ke sekre UKM kampus buat minta aer….
9. Kesempatan supaya bisa dilirik langsung tulisannya sama pihak penerbit Bentang Pustaka
Ini nih yang paling sering ditanya-tanya sama temen-temen saya; "Pe minta kontaknya editor lo dong??" Nah bukannya ku tak mau, tapi terkadang agak kurang sopan ya memberikan kontak pribadi seseorang ke orang yang belum pernah ditemuinya.
Sedangkan di acara #coolturead ini, kamu bakal punya kesempatan buat PDKT sama pihak penerbit yang bersangkutan. Dan melalui workshop nulis asoy geboy, apakah tulisan kamu bisa diterbitkan? Kalaupun tidak, kamu bisa nanya langsung sama pihak penerbit sekaliber Bentang Pustaka yang menaungi Andrea Hirata, Dewi Lestari, Trinity, daaaaaaaan….Viera Rachamwati, ahahahahaaaaaaargh!
Sooooo, see you on Saturday, 17 March 2018 di Kolaborato!
Jadi, sebenernya ada tiga jenis harga yang bisa kamu bayarkan untuk bisa masuk ke acara super duper kewl inih! Tapi, berapapun harga yang kamu bayar, kamu bakal mendapatkan:
1. Tiket Masuk ke acara
Masuk ke acara #coolturead ya, bukan masuk ke surga..
2. A pack of doakeripik
Cuma orang-orang terpilih aja yang bisa mencoba the delicacy of doakeripik! Sebuah cita rasa tiada dua dari tanah Sunda, yang kerenyahannya akan selalu menggoda, walaupun barangnya lagi nggak ada~
3. A superb goodie bag from Bentang Pustaka
Ini nih, yang nggak boleh dilewatkan! Seriusan, saya aja ini lagi nego pihak Bentang buat dapetin goodie bag-nya juga, ahahaha! Maklum walaupun saya sebagai salah satu narsum, tapi jiwa sebagai banci goodie bag nya belum bisa dilewatkan begitu sahaja.
4. E - Certificate from cooltura.id
Lumayan buat nambahin di CV
5. Workshop nulis asoy geboy
Meeen, ayat pertama dalam kitab suci itu; "bacalah…" tapi apa yang mau dibaca kalau nggak ada yang ditulis? Sadiiiisss!
6. Pintu berhadiah dari Bentang Pustaka untuk pemenang quiz
Wait! Pintu berhadiah??? YUPS! Alias door prize! YAY! *Biar garing tapi ini penting~
7. Networking
Emangnya internet doang yang bisa 'networking', kamu pun!
8. Free flow tea and coffee!
Asal jangan bawa galon buat diisi ulang aja, ketauan banget kamu anak kosannya~ *Pengalaman pribadi pernah bawa galon ke sekre UKM kampus buat minta aer….
9. Kesempatan supaya bisa dilirik langsung tulisannya sama pihak penerbit Bentang Pustaka
Ini nih yang paling sering ditanya-tanya sama temen-temen saya; "Pe minta kontaknya editor lo dong??" Nah bukannya ku tak mau, tapi terkadang agak kurang sopan ya memberikan kontak pribadi seseorang ke orang yang belum pernah ditemuinya.
Sedangkan di acara #coolturead ini, kamu bakal punya kesempatan buat PDKT sama pihak penerbit yang bersangkutan. Dan melalui workshop nulis asoy geboy, apakah tulisan kamu bisa diterbitkan? Kalaupun tidak, kamu bisa nanya langsung sama pihak penerbit sekaliber Bentang Pustaka yang menaungi Andrea Hirata, Dewi Lestari, Trinity, daaaaaaaan….Viera Rachamwati, ahahahahaaaaaaargh!
Sooooo, see you on Saturday, 17 March 2018 di Kolaborato!
Minggu, 04 Maret 2018
#coolturead: H - 16
Hai!
16 hari lagi menuju acara #coolturead dan saya makin deg-deg-an. Udah seminggu terakhir ini, tidur mimpi dikejar-kejar sesuatu, kebangun jam 3 pagi dengan nafas yang ngos-ngos-an! Sempet cerita ke dokter, takutnya kena penyakit jantung dan hasil diagnosa-nya adalah, "kamu lagi dikejar-kejar buat bayar utang?"
KYAAAAA~ Ibu Dokter, saya lebih suka dikejar-kejar Joseph Gordon Levitt oppa daripada rentenir! Lain perkara kalau renternirnya Joseph Gordon Levitt~
Maklum abis ngeliat si Mamah ujug-ujug pingsan sambil muntah-muntah di pagi hari, yang ternyata terkena stroke, saya jadi agak parno sendiri nih. Pernah nyangka kulit gatel-gatel gara-gara alergi makan sesuatu, eh setelah ditelususri, taunya emang saya belum mandi dua hari! Aw aw aw!
Oke, di postingan kali ini, saya mau ngasih tau alasan kenapa saya milih Kolaborato co - working space yang lokasinya di Jl. Bogor Baru A4 No.8, deket gedung D3 Institut Pertanian Bogor, untuk dijadikan tempat syukuran berbayar atas terbitnya buku commuteheart.
1. Strateheees
Bener-bener strategis. Cuma 7000 perak away dari Stasiun Bogor pake gojek, malah bisa 3000 kalau lagi dapet promo 50% dari uberbike. Letaknya di tengah kota, bikin kamu gampang melanjutkan program melancong keliling Bogor, setelah acara @cooltura.id selesai jam 15.00 WIB
2. Pionir
Buat orang Jakarta atau yang tinggal di kota-kota besar mah, kayanya co-working space itu udah kaya ketombe di kepala saya kalau nggak keramas seminggu ya a.k.a pabalatak! Tapi buat warga kota satelite, kaya saya dengan Bogor-nya, mencari tempat kongkow pure untuk bersosialisasi selain di cafe-cafe kekinian, susah minta amfun. Waktu nemu Kolaborato yang nyempil di sebrang Alfamart sama kios tukang sate Pak Rahmat tahun lalu, saya terharu banget! Ini beneran di Bogor ada co-working space??? Dan ternyata saat itu, memang Kolaborato (as far as I know), salah satu co-working space pertama di Bogor.
3. Harga yang murmer dan bisa nego asalkan kamu punya visi dan misi yang kece
Ini nih yang bikin Kolaborato sounds 'mahal'! Awal ketemu sama one of the owner, Mas Ari, saya dan Ayu langsung blak-blak-an that cooltura.id couldn't pay the rate. Setelah ngobrol seru dan ternyata kita punya kesamaan visi dan misi, so he allowed us to pay as we could. GILA NGGAK SIH! Di zaman what-you-say-so-capitalism, yang di mana motto iklan yakult adalah; "saya minum dua!" tapi ukuran Yakult satu pack nya berisikan 5 botol, di mana kamu berarti harus beli satu bungkus lainnya untuk mengitu saran si iklan yakult itu. Terus ada gitu tempat yang super strategis ngasih kamu harga miring!?!? And it's Kolaborato!
4. Penghuni-nya seru-seru
Jadi, di Kolaborato itu kamu bener-bener bisa ketemu sama penghuni yang asik diajak ngegosiiiip 6 jam non stop! Dari adzan suhur sampe Isya. Subhanllah gaes, hanya waktu shalat yang bisa menghentikanmu dari obrolan-obrolan seru sama mereka. Dan tentu aja, buat para pengabdi cerita mistis, kamu bisa ketemu sama 'penghuni' lainnya juga, hihihihi~ Kalau ada kesempatan ketemu sama Mas Ari & Mas Lutfi, the owner duo, silahkan bertukar pikiran, dari masalah tentang gimana cara buat logical framework, coding aplikasi baru, sampai kue paling enak dari artis-artis yang buka toko di Bogor, mereka dengan siap sedia akan membantu.
5. It's not about competition, yet collaboration
Hareee gini masih ngomongin kompetisi??? HELLLAAAAW~ Di Kolaborato, kamu bisa ketemu sama banyak orang yang MAU BERKOLABORASI. Kontji-nya di frase; 'mau berkolaborasi' ya….Karena kalau mau ketemu banyak orang mah, tinggal ke pasar aja, tapi belum tentu orang-orang di pasar itu mau berkolaborasi sama kamu, unless you buy their goods.
Di acara #coolturead nanti, inshAllah temen-temen bisa ketemu langsung sama Mas Ari kemudian mungkin bisa buat social experiment seru bareng tim beliau. So what are you waiting for? Let's see him on 17th of March at 1 - 3 PM, only at Kolaborato!
16 hari lagi menuju acara #coolturead dan saya makin deg-deg-an. Udah seminggu terakhir ini, tidur mimpi dikejar-kejar sesuatu, kebangun jam 3 pagi dengan nafas yang ngos-ngos-an! Sempet cerita ke dokter, takutnya kena penyakit jantung dan hasil diagnosa-nya adalah, "kamu lagi dikejar-kejar buat bayar utang?"
KYAAAAA~ Ibu Dokter, saya lebih suka dikejar-kejar Joseph Gordon Levitt oppa daripada rentenir! Lain perkara kalau renternirnya Joseph Gordon Levitt~
Maklum abis ngeliat si Mamah ujug-ujug pingsan sambil muntah-muntah di pagi hari, yang ternyata terkena stroke, saya jadi agak parno sendiri nih. Pernah nyangka kulit gatel-gatel gara-gara alergi makan sesuatu, eh setelah ditelususri, taunya emang saya belum mandi dua hari! Aw aw aw!
Oke, di postingan kali ini, saya mau ngasih tau alasan kenapa saya milih Kolaborato co - working space yang lokasinya di Jl. Bogor Baru A4 No.8, deket gedung D3 Institut Pertanian Bogor, untuk dijadikan tempat syukuran berbayar atas terbitnya buku commuteheart.
1. Strateheees
Bener-bener strategis. Cuma 7000 perak away dari Stasiun Bogor pake gojek, malah bisa 3000 kalau lagi dapet promo 50% dari uberbike. Letaknya di tengah kota, bikin kamu gampang melanjutkan program melancong keliling Bogor, setelah acara @cooltura.id selesai jam 15.00 WIB
2. Pionir
Buat orang Jakarta atau yang tinggal di kota-kota besar mah, kayanya co-working space itu udah kaya ketombe di kepala saya kalau nggak keramas seminggu ya a.k.a pabalatak! Tapi buat warga kota satelite, kaya saya dengan Bogor-nya, mencari tempat kongkow pure untuk bersosialisasi selain di cafe-cafe kekinian, susah minta amfun. Waktu nemu Kolaborato yang nyempil di sebrang Alfamart sama kios tukang sate Pak Rahmat tahun lalu, saya terharu banget! Ini beneran di Bogor ada co-working space??? Dan ternyata saat itu, memang Kolaborato (as far as I know), salah satu co-working space pertama di Bogor.
3. Harga yang murmer dan bisa nego asalkan kamu punya visi dan misi yang kece
Ini nih yang bikin Kolaborato sounds 'mahal'! Awal ketemu sama one of the owner, Mas Ari, saya dan Ayu langsung blak-blak-an that cooltura.id couldn't pay the rate. Setelah ngobrol seru dan ternyata kita punya kesamaan visi dan misi, so he allowed us to pay as we could. GILA NGGAK SIH! Di zaman what-you-say-so-capitalism, yang di mana motto iklan yakult adalah; "saya minum dua!" tapi ukuran Yakult satu pack nya berisikan 5 botol, di mana kamu berarti harus beli satu bungkus lainnya untuk mengitu saran si iklan yakult itu. Terus ada gitu tempat yang super strategis ngasih kamu harga miring!?!? And it's Kolaborato!
4. Penghuni-nya seru-seru
Jadi, di Kolaborato itu kamu bener-bener bisa ketemu sama penghuni yang asik diajak ngegosiiiip 6 jam non stop! Dari adzan suhur sampe Isya. Subhanllah gaes, hanya waktu shalat yang bisa menghentikanmu dari obrolan-obrolan seru sama mereka. Dan tentu aja, buat para pengabdi cerita mistis, kamu bisa ketemu sama 'penghuni' lainnya juga, hihihihi~ Kalau ada kesempatan ketemu sama Mas Ari & Mas Lutfi, the owner duo, silahkan bertukar pikiran, dari masalah tentang gimana cara buat logical framework, coding aplikasi baru, sampai kue paling enak dari artis-artis yang buka toko di Bogor, mereka dengan siap sedia akan membantu.
5. It's not about competition, yet collaboration
Hareee gini masih ngomongin kompetisi??? HELLLAAAAW~ Di Kolaborato, kamu bisa ketemu sama banyak orang yang MAU BERKOLABORASI. Kontji-nya di frase; 'mau berkolaborasi' ya….Karena kalau mau ketemu banyak orang mah, tinggal ke pasar aja, tapi belum tentu orang-orang di pasar itu mau berkolaborasi sama kamu, unless you buy their goods.
Di acara #coolturead nanti, inshAllah temen-temen bisa ketemu langsung sama Mas Ari kemudian mungkin bisa buat social experiment seru bareng tim beliau. So what are you waiting for? Let's see him on 17th of March at 1 - 3 PM, only at Kolaborato!
#coolturead: H - 17
Masih bersama kembaran Raline Syah….
Kembaran Raline Syah???
Iyeeee!
Itu sayaaaa…Ahahahahargh! Minta disleding Wayne Rooney banget yah! Abisan Teteh Raline ini bener-bener idolaque. Udah mah cantik, pinter, dan temennya Seungri Bigbang, ya Rab, kapan atuh saya bisa berteman ikrib dengan oppa-oppa Korea kesayanganku ituh???
Selain bersamakembaran Raline Syah, di postingan ini juga, kita masih ditemani Teteh Isyfi, si calon PhD!
Seperti janji saya, di tulisan sebelumnya saya punya cerita seru tentang background dan pencapaian dari Teteh Isyfi yang bikin saya pengen wandering, "kok bisa orang super keren kaya gini baca blog gue????"
"Oh iya aku boleh cerita dikit ya Vier….Ini agak relate sama yang sering kamu posting sih…
Kalau aku baca tulisan blog mu, in general, pesannya lebih ke; we have to be patient, we have our own time for success, gitu kan ya?
Dan itu emang bener sih Ceu…
Kaya kamu bilang, kenapa justru cerita kamu di commuter lebih dilirik penerbit ketimbang cerita kamu di Italy. Atau cerita buku kamu yang sempat di-postpone beberapa tahun. Nah, aku tuh pengen banget nulis fiksi, tapi nggak belum bisa sampai sekarang….
Tapi, akhirnya dengankekuatan bulan kuasa Tuhan, aku bisa juga publish tulisan aku walaupun jenisnya non-fiksi.
Ya begitulah Ceu, kita lahir dengan talent yang berbeda. Walaupun kita seusia Veronica Roth yang udah mulai nulis Divergent sejak kuliah dan gue mulai nulis cerpen mading dari jaman SD, tapi nasib dan jalan hidup kami berbeda.
Dia penulis fiksi yang dikagumi jutaan manusia, sedangkan gue penulis non fiksi yang hanya beberapa orang aja yang tertarik untuk baca.
Dan kenapa publikasi pertama gue adalah ketika gue berusia 30 tahun, alias baru dua tahun yang lalu. Sedangkan Veronica Roth bisa lebih awal dan lebih booming. Ya, kan kita masing-msing punya fase yang beda, nggak bisa disamain.
Eh iya, aku sempat booming juga sih di 2016, tapi nggak se-booming Divergent….
Aku menang essay berbahasa Inggris nasional, juara dua. Ini rasanya mungkin kaya dirimu jadi bintang iklan indomie. Jadi, dulu aku kagum banget sama terori elit. Nah, pakar teori elit kontemporer kan Jeffrey Winters yang juga seorang Indonesianist. Kebayang dong, aku nge-fan sama Jeffrey di 2013, terus 2015 Jeffrey milih essay aku untuk jadi salah ssatu pemenang!
Itu publikasi pertama aku. ISRSF's best essays 2015.
2016 adalah masa yang berat buat aku, people started knowing me. Some appreciated me, some underestimated me.
Ya, wajar sih dibilangin tulisanku itu mediocre, ranah riset yang mediocre. Tapi buat aku, yang penting tetep istiqomah nulis dan bisa dipublish di jurnal-jurnal, in privilege yang aku dapat setelah menang lomba essay tersebut.
Ya, gue kira itu udah hukum alam sih, semakin lo naik level, semakin tinggi ekspektasi orang, dan semakin sering pula denger orang nyinyir….
Dan aku juga setuju sama statement-mu Ceu, tulis kita itu reminder buat kita sendiri. Misal, aku ngomongin tentang leadership yang bagus tuh dengan role modeling, eh tiba-tiba pas aku jadi leader, aku malah jadi seorang pemimipin yang galak dan arogan. Nah, tulisan aku tersebut bisa jadi reminder, supaya aku nggak arogan dan represif.
Kalau soal orang nyinyir, aku belum kece banget sih handle-nya. Aku sering aja nangis di malam hari and screaming why me????? God, why me???
Yah bayangin aya ya Ceu, kita berhadapan dengan reviewer atau dosen yang bilang; riset kamu tidak menunjukan kebaruan, ada yang tidak beres dengan landasan teori, eh ditambah orang-orang sekitar pada nyinyir; 'lo kan cuma bayinya professor lo! Bisa apa sihlo tanpa those distinguished people??!'
They don't know what we been up to. Mereka taunya cuma, 'lu mah enak!'
Kata siapa enak??? Jadi, grad student penerima beasiswa, walaupun kita dapat funding, tetep aja kita hidup bersahaja.
Kan, dulu ngetrennya ada selebtwit yang bilang kalau penerima beassiwa itu hobinya jalan-jalan aja, aku mah jalan-jalannya dari Stasiun Cikini ke Salemba atau jalan dari LBI Depok ke Margo, biar nggak berkurang saldo go pay. Harus irit-irit buat test IELTS.
Ya, segratis-gratisnya beasiswa teteup aja sekolah butuh kapital. Duh ini gue jadi curhat yaa…ahahahaha!"
Nah, sekiranya begitulah sekelibat kisah dari Teteh Isyfi si calon PhD! Ayooooo kita aminin bareng-bareng! InshAllah tulisan adalah doa!
Gila yah, satu-satunya Jeffrey yang saya kenal itu Jeffrey Woworuntu, suaminya Ruth Sahanaya. Aduh, ketauan deh saya angkatan berapa.
Oh iya buat yang penasaran sama tulisan non-fiksi yang dibuat sama Teteh Isyfi, bisa cek salah satu tulisan beliau yang berjudul; Information and Communiation Technologies for Women's Business: Prospect and Potential in Indonesia yang dikeluarkan oleh Kemendag RI.
Kembaran Raline Syah???
Iyeeee!
Itu sayaaaa…Ahahahahargh! Minta disleding Wayne Rooney banget yah! Abisan Teteh Raline ini bener-bener idolaque. Udah mah cantik, pinter, dan temennya Seungri Bigbang, ya Rab, kapan atuh saya bisa berteman ikrib dengan oppa-oppa Korea kesayanganku ituh???
Selain bersama
Seperti janji saya, di tulisan sebelumnya saya punya cerita seru tentang background dan pencapaian dari Teteh Isyfi yang bikin saya pengen wandering, "kok bisa orang super keren kaya gini baca blog gue????"
***
"Oh iya aku boleh cerita dikit ya Vier….Ini agak relate sama yang sering kamu posting sih…
Kalau aku baca tulisan blog mu, in general, pesannya lebih ke; we have to be patient, we have our own time for success, gitu kan ya?
Dan itu emang bener sih Ceu…
Kaya kamu bilang, kenapa justru cerita kamu di commuter lebih dilirik penerbit ketimbang cerita kamu di Italy. Atau cerita buku kamu yang sempat di-postpone beberapa tahun. Nah, aku tuh pengen banget nulis fiksi, tapi nggak belum bisa sampai sekarang….
Tapi, akhirnya dengan
Ya begitulah Ceu, kita lahir dengan talent yang berbeda. Walaupun kita seusia Veronica Roth yang udah mulai nulis Divergent sejak kuliah dan gue mulai nulis cerpen mading dari jaman SD, tapi nasib dan jalan hidup kami berbeda.
Dia penulis fiksi yang dikagumi jutaan manusia, sedangkan gue penulis non fiksi yang hanya beberapa orang aja yang tertarik untuk baca.
Dan kenapa publikasi pertama gue adalah ketika gue berusia 30 tahun, alias baru dua tahun yang lalu. Sedangkan Veronica Roth bisa lebih awal dan lebih booming. Ya, kan kita masing-msing punya fase yang beda, nggak bisa disamain.
Eh iya, aku sempat booming juga sih di 2016, tapi nggak se-booming Divergent….
Aku menang essay berbahasa Inggris nasional, juara dua. Ini rasanya mungkin kaya dirimu jadi bintang iklan indomie. Jadi, dulu aku kagum banget sama terori elit. Nah, pakar teori elit kontemporer kan Jeffrey Winters yang juga seorang Indonesianist. Kebayang dong, aku nge-fan sama Jeffrey di 2013, terus 2015 Jeffrey milih essay aku untuk jadi salah ssatu pemenang!
Itu publikasi pertama aku. ISRSF's best essays 2015.
2016 adalah masa yang berat buat aku, people started knowing me. Some appreciated me, some underestimated me.
Ya, wajar sih dibilangin tulisanku itu mediocre, ranah riset yang mediocre. Tapi buat aku, yang penting tetep istiqomah nulis dan bisa dipublish di jurnal-jurnal, in privilege yang aku dapat setelah menang lomba essay tersebut.
Ya, gue kira itu udah hukum alam sih, semakin lo naik level, semakin tinggi ekspektasi orang, dan semakin sering pula denger orang nyinyir….
Dan aku juga setuju sama statement-mu Ceu, tulis kita itu reminder buat kita sendiri. Misal, aku ngomongin tentang leadership yang bagus tuh dengan role modeling, eh tiba-tiba pas aku jadi leader, aku malah jadi seorang pemimipin yang galak dan arogan. Nah, tulisan aku tersebut bisa jadi reminder, supaya aku nggak arogan dan represif.
Kalau soal orang nyinyir, aku belum kece banget sih handle-nya. Aku sering aja nangis di malam hari and screaming why me????? God, why me???
Yah bayangin aya ya Ceu, kita berhadapan dengan reviewer atau dosen yang bilang; riset kamu tidak menunjukan kebaruan, ada yang tidak beres dengan landasan teori, eh ditambah orang-orang sekitar pada nyinyir; 'lo kan cuma bayinya professor lo! Bisa apa sihlo tanpa those distinguished people??!'
They don't know what we been up to. Mereka taunya cuma, 'lu mah enak!'
Kata siapa enak??? Jadi, grad student penerima beasiswa, walaupun kita dapat funding, tetep aja kita hidup bersahaja.
Kan, dulu ngetrennya ada selebtwit yang bilang kalau penerima beassiwa itu hobinya jalan-jalan aja, aku mah jalan-jalannya dari Stasiun Cikini ke Salemba atau jalan dari LBI Depok ke Margo, biar nggak berkurang saldo go pay. Harus irit-irit buat test IELTS.
Ya, segratis-gratisnya beasiswa teteup aja sekolah butuh kapital. Duh ini gue jadi curhat yaa…ahahahaha!"
***
Nah, sekiranya begitulah sekelibat kisah dari Teteh Isyfi si calon PhD! Ayooooo kita aminin bareng-bareng! InshAllah tulisan adalah doa!
Gila yah, satu-satunya Jeffrey yang saya kenal itu Jeffrey Woworuntu, suaminya Ruth Sahanaya. Aduh, ketauan deh saya angkatan berapa.
Oh iya buat yang penasaran sama tulisan non-fiksi yang dibuat sama Teteh Isyfi, bisa cek salah satu tulisan beliau yang berjudul; Information and Communiation Technologies for Women's Business: Prospect and Potential in Indonesia yang dikeluarkan oleh Kemendag RI.
Atau tulisan beliau lainnya yang walaupun masih berstatus paper candidate di IJIS, yang berjudul; Divulging Women Leadership Through Girls In Tech Indonesia.
Bener-bener Afghan nih Teteh Isyfi! SADIS! Judul jurnalnya udah kece banget! Ya Allah, tipe-tipe cewek kaya gini mah nggak mungkin makan cilok pake bumbu aida campur saos yang katanya dibuat dari cabe busuk, yang sering saya beli di pelataran Stasiun Cilebut!
Buat yang penasaran sama sosok Teh Isyfi, ditunggu kehadirannya di acara #coolturead, tujuh belas hari dari sekarang, tepatnya di tanggal 17 Maret 2018 nanti, di Kolaborato Co-working space di Bogor!
#coolturead: H - 18
Hai! Masih bersama Yang Mulia Teteh Viera dan Teteh Isyfi yang keren banget dan sampai sekarang saya nggak tau kenapa bisa orang sekeren dia mau baca tulisan-tulisan saya yang kalau ditarik benang merah ya nggak jauh-jauh dari piknik patah hati.
Masih melanjuti hasil interview via whatsapp yang tadinya saya pikir bakal singkat, tapi ternyata banyak cerita seru yang terlalu sayang kalau cuma saya simpan di dalam handphone sahaja.
So, here we go…..
Me a.k.a kembaran Sana Twice: "Postingan di blog ini yang paling membekas di hati?"
Teteh Isyfi: "Yang dulu-dulu sih banyak, tapi banyak yang lupa juga….Tapi, yang paling memorable sekarang sih, yang cerita your mom and her stroke. Once I was at that position and I know how you feel. But the way you deal with it, that you showed it on your writing really ignites my nerve!"
Me: "Ini Teh Isyfi, coba lihat rekening bank-nya barangkali bertambah ujug-ujug, ahahahaha! Terimakasih atas komentarnya, aku tempat segala keburukan dan segala kebaikan itu datangnya dari Allah SWT, saiiiiik~ Abis nulis ini, langsung ada yang taaruf-in nih kayanya, ahahahaha!"
Teteh Isyfi: "You might be younger than me, but you have more stable emotion than me…"
Me: "Hal yang mau dilakukan kalau ketemu sama akooooh?"
Teteh Isyfi: "Jalan keliling Bogor dan dunia bareng…Uwoooooo! Bikin social experiment bareng? Atau aku bisa bantuin kamu di Cooltura? Mumpung aku masih nganggur, aku ngajar cuma sore-malam aja. Dari tahun 2011, aku udah yakin sih bakal ketemu kamu and do something with you. Kesannya aku terlalu optimis ya? Tapi, itu yang aku alami sekarang. Ada beberapa blogger yang jadi idola aku kemudian jadi temen, bahkan jadi mentor aku."
Teteh Isyfi: "Itu Ollie, blogger kawakan, nge-fans dari 2011-an juga. Tapi, bisa ketemu di Margo tahun 2013. Dia langganan jadi informan buat tulisan aku, aku pernah jadi personal assistant-nya dia juga. Jadi, aku yakin bisa ketemu kamu Vier, and this time is the time, hehehe…"
Me: "Belum tau aja Teh Isyfi kalau udah ketemu akoooh bakal gimana??? Hehehehe…Mudah-mudahan pas kita ketemu nanti kita bisa saling memberikan manfaat yah! The last question, what are you going to be in the next 5-10 years?"
Teteh Isyfi: "A PhD in Gender or Woman Studies, a gender expert, a book winning author…"
Me: "Teteh Isyfi kaya Afghan yah….SADIS! Aku mah baru bisa jadi a book whining author nih kayanya, hiks…..Kerjaannya whinning melulu~ Thank youuuuuu yaaaaaa Teteh Isyfiiiii atas quick but kece-pisan interview-nyah!"
Teteh Isyfi: "Sama-sama, oh iya aku boleh cerita sedikit Vier, ini agak relate sama yang sering kamu posting…"
Bersambung….
Naaaah, sekarang kira-kira udah tau dong mana yang Teh Isyfi, yang pake baju merah atau biru ya??? Hehehehe…
Kyaaaaa saya makin pengen ketemu dong sama Teeteh Isyfi!!! Delapan belas hari lageeeeee menuju #coolturead or delapan belas hari lagi supaya saya bisa ketemu sama Teteh Isyfi si calon PhD!
Tapi eh tapi, ada satu cerita yang bikin saya saluuuut banget sama Teteh Isyfi dan saya bakal share di postingan berikutnya???
Masih melanjuti hasil interview via whatsapp yang tadinya saya pikir bakal singkat, tapi ternyata banyak cerita seru yang terlalu sayang kalau cuma saya simpan di dalam handphone sahaja.
So, here we go…..
***
Me a.k.a kembaran Sana Twice: "Postingan di blog ini yang paling membekas di hati?"
Teteh Isyfi: "Yang dulu-dulu sih banyak, tapi banyak yang lupa juga….Tapi, yang paling memorable sekarang sih, yang cerita your mom and her stroke. Once I was at that position and I know how you feel. But the way you deal with it, that you showed it on your writing really ignites my nerve!"
Me: "Ini Teh Isyfi, coba lihat rekening bank-nya barangkali bertambah ujug-ujug, ahahahaha! Terimakasih atas komentarnya, aku tempat segala keburukan dan segala kebaikan itu datangnya dari Allah SWT, saiiiiik~ Abis nulis ini, langsung ada yang taaruf-in nih kayanya, ahahahaha!"
Teteh Isyfi: "You might be younger than me, but you have more stable emotion than me…"
Me: "Hal yang mau dilakukan kalau ketemu sama akooooh?"
Teteh Isyfi: "Jalan keliling Bogor dan dunia bareng…Uwoooooo! Bikin social experiment bareng? Atau aku bisa bantuin kamu di Cooltura? Mumpung aku masih nganggur, aku ngajar cuma sore-malam aja. Dari tahun 2011, aku udah yakin sih bakal ketemu kamu and do something with you. Kesannya aku terlalu optimis ya? Tapi, itu yang aku alami sekarang. Ada beberapa blogger yang jadi idola aku kemudian jadi temen, bahkan jadi mentor aku."
Teteh Isyfi: "Itu Ollie, blogger kawakan, nge-fans dari 2011-an juga. Tapi, bisa ketemu di Margo tahun 2013. Dia langganan jadi informan buat tulisan aku, aku pernah jadi personal assistant-nya dia juga. Jadi, aku yakin bisa ketemu kamu Vier, and this time is the time, hehehe…"
Me: "Belum tau aja Teh Isyfi kalau udah ketemu akoooh bakal gimana??? Hehehehe…Mudah-mudahan pas kita ketemu nanti kita bisa saling memberikan manfaat yah! The last question, what are you going to be in the next 5-10 years?"
Teteh Isyfi: "A PhD in Gender or Woman Studies, a gender expert, a book winning author…"
Me: "Teteh Isyfi kaya Afghan yah….SADIS! Aku mah baru bisa jadi a book whining author nih kayanya, hiks…..Kerjaannya whinning melulu~ Thank youuuuuu yaaaaaa Teteh Isyfiiiii atas quick but kece-pisan interview-nyah!"
Teteh Isyfi: "Sama-sama, oh iya aku boleh cerita sedikit Vier, ini agak relate sama yang sering kamu posting…"
Bersambung….
****
Naaaah, sekarang kira-kira udah tau dong mana yang Teh Isyfi, yang pake baju merah atau biru ya??? Hehehehe…
Kyaaaaa saya makin pengen ketemu dong sama Teeteh Isyfi!!! Delapan belas hari lageeeeee menuju #coolturead or delapan belas hari lagi supaya saya bisa ketemu sama Teteh Isyfi si calon PhD!
Tapi eh tapi, ada satu cerita yang bikin saya saluuuut banget sama Teteh Isyfi dan saya bakal share di postingan berikutnya???
Sabtu, 03 Maret 2018
#coolturead: H - 19
Di postingan yang kian mendekat dengan acara-nya #coolturead, meeeen 19 hareeee lageeeeee nich!!!
Saya mau sharing tentang salah satu hasil chit-chat saya sama Teteh Isyfi, yang cantik luar dalam!
Siapa sih Teteh Isyfi ini???
Kira-krai Teteh Isyfi yang pake baju biru atau merah???
Yang saya tau, dia itu salah satu genk penyembah gayung, ahahahaha! Nggak deng, dia itu salah satu teman kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) yang nggak pernah ketemu sama saya sama sekali, pokoknya interaksi kami selama ini hanya sebatas di dunia maya aja, nggak sampe dunia Ahmad Dhani, hihihihih~
Tapiiiii, setelaaaaah ngobrol sewruuuuu, ternyataaaaa subhanallah, nggak tau déh nih orang nyemilnya apaan, lho kok bisa orang sekeren beliau baca tulisan-tulisan aku yang kisahnya seputar kasih tak sampai kepada pria-pria berseragam di sekitar pelataran Stasiun Pondok Cina.
Nah, mari kita telaat lebih jauh lagi tentang Isyfi, seoonggok wanita yang keren banget tapi kayanya suka merendah untuk meninggi, ahahahaha! *Minta di-sleding banget yah?!?!
***
Kembaran Raline Syah a.k.a me: "Please introduce yourself…"
Teteh Isyfi: "Aku bukan siapa-siapa, I'm just an insecure 32 aged woman who pursuing any PhD scholarship. I don't know how to narrate myself. But, I can simply say, aku baru lulus Master of Public Policy dan menghabiskan waktu dengan mencari kerja sambil ngajar Bahasa Inggris di LBI Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia."
Me: "Tau dari mana tentang kelomPENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!)?"
Teteh Isyfi: "Pertama kali kenal PENCAVIER….Hmmm, aku kenal Viera dulu sih baru kenal PENCAVIER. Arin (salah satu PENCAVIER lainnya, pen) selalu cerita tentang Viera ke genk-nya, ada teman-teman kami dan aku salah satunya. Dia selalu cerita, Viera, Viera, Viera, aku kira ini grup band-nya Kevin Julio, eh bener nggak sih namanya? Tapi, yang aku bikin heran sih, lama-lama kok Arin ini pakai kata sapaan; 'Teh', jadi 'Teh Viera', dari situlah aku jadi tau kalau Viera yang dimaksud itu bukan band Viera…"
Me: "Pertama-tama, yang punya band Vierra itu Kevin Aprilio, bukan Kevin Julio…."
Teteh Isyfi: "Arin itu temen maen aku waktu di Klaten (sudah 1,5 tahun aku di Depok karena kuliah). Aku kenal Arin, karena kita satu kecamatan dan satu almamater di S2. Cuma kita beda program saat itu."
Me: "Berikutnya aku harus nanya-nanya ke Arin nih!"
Teteh Isyfi: "Nah, ini zaman dulu banget ya….Maaf kalau aku ceritanya nggak runut dan terstrukutr, maklum abis naik gojek…"
Me: "Sombooong~ Baru naik gojek aja udah jetlag, apalagi kalau disuruh naik kereta di jam sibuk? Langsung vertigo nih kayanya, ahahaha!"
Teteh Isyfi: "Jadi, Arin suka cerita tentang Teteh Vier, dan gue nanya dong siapa sih nama yang lo sebut itu Rin? Terus Arin cerita siapakah Viera gerangan itu dan dia kasih alamat blog. Lalu aku pantengin blog-nya Viera dan follow twitter-nya, walaupun aku nggak difolbek…"
Me: "Buat apa di follow tapi nggak di mention, meanwhile aku mah suka mention kamu da, ahahahaha! Keren ya ngelesnya????"
Teteh Isyfi: "Aku baca blog Viera. Lucu and I was like; gila nih anak! Keren amat! Kuliah di Italy tapi tetep membumi dan lucu!"
Me: "Ini bukan pesan sponsor yaaaaah?! Ahahahaha!"
Teteh Isyfi: "Eh sebentar, aku mulai ngikutin blog Viera itu dari tahun 2010 atau 2011 ya??? Lupa….Tapi pas tau blog mu, aku suka baca sambil ngajar. Kayanya dulu aku pernah nge-tweet foto lagi baca blog mu dengan latar siswa lagi ujian déh. Tapi dibalas apa gitu ya sama dirimu…Dan biasa aja respond-nya. Mungkin karena belum kenal kali ya?"
Me: "Astagfirullah, aku pas lagi sombong-sombongnya itu pasti! Langsung kena azab kayanya…"
Teteh Isyfi: "Motivasi melakukan ini sih gara-gara liat foto orang mantengin blog kamu dengan latar Haga Sophia. Intinya, blog kamu walaupun ngocol dan lucu, aku selalu dapat pesan moralnya gitu dan kamu natural banget déh~"
Me: "Me? Natural? Natural disaster kayanya mah, ahahaha!"
Teteh Isyfi: "Terus puncaknya, ya pas kamu iklan indomie. Pas aku liat iklannya, I was like; she deserves it! You did it Vier! Terus walaupun kamu dapat beasiswa utnuk kuliah di Italy dan kamu jadi bintang iklan, tapi kamu tetep biasa aja, tetep nginjek bumi, jadi aku suka…"
Me: "Aaaah kenapa yang suka sama aku téh Isyfi, bukan dedek-dedek emesh yang suka naik motor malam-malam sambil cari inspirasi tau-taunya berakhir makan di warung Indomie~ Hiks!"
Teteh Isyfi: "Dan terbukti, pas aku minta kamu jadi informan, kamu langsung nyanggupin."
Me: "Ku kaya jadi intel gitu ya, jadi informan…"
*FYI, Teteh Isyfi ini lagi buat jurnal tentang women's empowerment, terus dia menjadikan saya sebagai salah satu nara sumbernya. Kyaaaaa, instead of women's empowerment, aku mah lebih kepada women's empower ranger kali ya, hidup Kimberly si ranger Pink!
Teteh Isyfi: "Karena kadang ada informan yang merasa dirinya penting. Jadi, jawabannya suka arogan gitu, like; 'maaf ya Fi…Gue sibuk, gue jawab nanti aja ya, kirim aja list pertanyaannya, nanti dijawab asisten saya…Laaaah, kok asistennya yang jawab????? Aduh maaf jadi curcol…"
Me: "ITUUU SIAAPAAA YANG NGOMONG GITU??? PENASARAN…Jiwa admin akun lambe ku tiba-tiba terpanggil nih, hihihihi..."
Teteh Isyfi: "Ya intinya you are a leader. Dengan konsep ide kamu yang one village one company? Bagi gua itu bukan sekedar omong kosong, karena lo udah nunjukin effort dengan adanya doakeripik. Dan gue yakin cita-cita lo bakal tercapai."
Me: "Tissueeee mana tissuueee??? Masih suka pengen nangis nih kalau ada yang ngasih encourage ke doakeripik, hiks…Ceritanya masih bersedih-sedih ria, belum ada cerita bahagia yang bisa di-share ke khalayak….."
Teteh Isyfi: "Dan kamu sebagai community builder dengan adanya cooltura itu kece banget! Intinya you state and you prove. You have the idea and you execute."
Me: "Motto hidup untuk senang berbagi nih Fi, you can steal my ideas, but not my executions…"
Teteh Isyfi: "Lo menerapkan prinsip-prinsip leadership-nya Gita Wirjawan."
Me: "Astagfirullah, ku langsung ngubek-ngubek youtube tentang prinsip leadership-nya Gita Wirjawan, yang mana yah itu téh? Ahahahaha!"
Bersambung….
***
Masih penasaran sama sosok Teteh Isyfi, yang pakai baju biru apa yang baju merah??? Stay tune di acara-nya #coolturead.
By the way, saya juga belum pernah ketemu sama Isyfi lhooo, baru intense ngobrol pas ada acara #coolturead, sebenernya saya pun penasaran banget, Teteh Isyfi ini suka makan cilok Az Zahra pake bumbu aida juga nggak ya? Teteh Isyfi suka beli roti o di Stasiun Cilebut gara-gara mas-mas yang jualnya ganteng nggak ya?
Jumat, 02 Maret 2018
#coolturead: H - 20
Weeew, acaranya #coolturead sebentar lagiiiiii, nggak sabar pengen ketemu sama temen-temen semuanya, cerita gimana akhirnya bisa jadi sebuah buku kumpulan cerita-cerita saya jalan-jalan dari Stasiun Cilebut sampai ke Stasiun Cikini, mampir sebentar di Stasiun Roma Termini.
Well, banyak yang nanya (nggak deng cuma dua orang doang, ahahahaha!), kok bisa sampai jadi si commuteheart ini?
Awalnya ada editor yang nawarin untuk nulis buku based on my blog, awalnya saya pikir tulisan-tulisan saya ketika di Italia lah yang bakal dipilih. Well, dari value of propositions-nya aja udah kentara banget ya guys, kira-kira kalau saya nulis bab;
A. Cintaku Ketinggalan di Umbria
B. Cintaku Ketinggalan di Stasiun Gondandia
Yang pilihan awal udah cuco' meong jadi judul film kekinian di mana pemerannya pasti artis-artis asli Indonesia wajah bule dengan pelafalan nama yang bikin examiner IELTS speaking test aja bakalan susah nyebutinnya.
Sedangkan pilihan yang kedua, tinggal ditambahin naga terbang gagal render sama suara aktor di dubbing, jadi deh FTV pagi hari yang ditayangkan di Indosiar.
Tapi, Tuhan punya rencana lain, ternyata editor saya lebih milih cerita yang di Stasiun Gondangdia dooong. Ketika ngejar-ngejar kondektur bernama Ali lebih tempting daripada curi-curi pandang sama Massimo, si pria tampan di kelas filologi.
Awalnya nggak PD (sampai sekarang ini sih), saya mah yah tinggi badan sama self-esteem teh berbanding lurus, sama-sama rendah. Tapi, berkat doa orang tua, akhirnya yakin juga, ya udahlah yah, hajar bleh~ Apapun yang terjadi pasti dari Allah! Kalau laku keras, jangan sombong. Kalau laku lembek (ya nggak keras-keras amat gitu, hehehe) setidaknya masih tetep laku, ahahahaha!
Dan itu baru secuil cerita bagaimana si commuteheart yang sempat dua tahun mandek ini! Yups, dua tahun mandek! Bukan karena writer's block, tapi karena penerbit awal dari buku saya keburu gulung tikar, ahahahaha! Padahal udah gembar gembor ke temen-temen (alhamdulillah saya cerita ke temen-temennya cuma 3 orang sih, ahahaha!).
Bahkan sampai sekarang, saya agak malu sama si tiga orang ini. Di mana kalau ngasih tau ke yang nggak tau buku saya sempat mandek kan, pasti komentarnya berkisar; "selamaaat yaaaaa Pe! I'm proud of you~" Langsung Ge-eR…Langsung Gladi Resik! Ala penari-penari sanggar GSP!
Nah, kalau ke si tiga orang ini mah, pas saya kasih tau buku commtueheart akhirnya jadi juga, komen mereka téh; "oh..." ya Allah, ingin kumenangis di pelukan Lee Min Ho!
Jadi, pesan moralnya adalah…Buat yang punya cita-cita, jangan terlalu digembar-gemborkan ke manusia, ke Allah aja lah, menangis di sepertiga malam.
"Ya Allah daripada saya buat keributan, meningan saya buat buku ya Allah…" sambil gagaro di sejadah.
Ya sekiranya begitulah tangisan hati seorang penulis yang suka rendah diri ini, literally diri saya téh rendah, da tinggi badan saya mah cuma 154 cm atuh gaies…
Dan masih banyak hal lagi yang ingin saya share ke temen-temen sadayana, sooooo si yuuuu di acara #coolturead
Silahkan tengok sekejap, dua kejap di instagram cooltura.id mengenai how to get there-nya...
Well, banyak yang nanya (nggak deng cuma dua orang doang, ahahahaha!), kok bisa sampai jadi si commuteheart ini?
Awalnya ada editor yang nawarin untuk nulis buku based on my blog, awalnya saya pikir tulisan-tulisan saya ketika di Italia lah yang bakal dipilih. Well, dari value of propositions-nya aja udah kentara banget ya guys, kira-kira kalau saya nulis bab;
A. Cintaku Ketinggalan di Umbria
B. Cintaku Ketinggalan di Stasiun Gondandia
Yang pilihan awal udah cuco' meong jadi judul film kekinian di mana pemerannya pasti artis-artis asli Indonesia wajah bule dengan pelafalan nama yang bikin examiner IELTS speaking test aja bakalan susah nyebutinnya.
Sedangkan pilihan yang kedua, tinggal ditambahin naga terbang gagal render sama suara aktor di dubbing, jadi deh FTV pagi hari yang ditayangkan di Indosiar.
Tapi, Tuhan punya rencana lain, ternyata editor saya lebih milih cerita yang di Stasiun Gondangdia dooong. Ketika ngejar-ngejar kondektur bernama Ali lebih tempting daripada curi-curi pandang sama Massimo, si pria tampan di kelas filologi.
Awalnya nggak PD (sampai sekarang ini sih), saya mah yah tinggi badan sama self-esteem teh berbanding lurus, sama-sama rendah. Tapi, berkat doa orang tua, akhirnya yakin juga, ya udahlah yah, hajar bleh~ Apapun yang terjadi pasti dari Allah! Kalau laku keras, jangan sombong. Kalau laku lembek (ya nggak keras-keras amat gitu, hehehe) setidaknya masih tetep laku, ahahahaha!
Dan itu baru secuil cerita bagaimana si commuteheart yang sempat dua tahun mandek ini! Yups, dua tahun mandek! Bukan karena writer's block, tapi karena penerbit awal dari buku saya keburu gulung tikar, ahahahaha! Padahal udah gembar gembor ke temen-temen (alhamdulillah saya cerita ke temen-temennya cuma 3 orang sih, ahahaha!).
Bahkan sampai sekarang, saya agak malu sama si tiga orang ini. Di mana kalau ngasih tau ke yang nggak tau buku saya sempat mandek kan, pasti komentarnya berkisar; "selamaaat yaaaaa Pe! I'm proud of you~" Langsung Ge-eR…Langsung Gladi Resik! Ala penari-penari sanggar GSP!
Nah, kalau ke si tiga orang ini mah, pas saya kasih tau buku commtueheart akhirnya jadi juga, komen mereka téh; "oh..." ya Allah, ingin kumenangis di pelukan Lee Min Ho!
Jadi, pesan moralnya adalah…Buat yang punya cita-cita, jangan terlalu digembar-gemborkan ke manusia, ke Allah aja lah, menangis di sepertiga malam.
"Ya Allah daripada saya buat keributan, meningan saya buat buku ya Allah…" sambil gagaro di sejadah.
Ya sekiranya begitulah tangisan hati seorang penulis yang suka rendah diri ini, literally diri saya téh rendah, da tinggi badan saya mah cuma 154 cm atuh gaies…
Dan masih banyak hal lagi yang ingin saya share ke temen-temen sadayana, sooooo si yuuuu di acara #coolturead
Silahkan tengok sekejap, dua kejap di instagram cooltura.id mengenai how to get there-nya...
Selasa, 27 Februari 2018
#coolturead: H - 21
Wah udah dua puluh satu hari lagi menuju pertemuan para kaum elite, yes, kaum elite, kaum yang kalaupun kamu pria atau wanita sehat bugar tapi masih bisa duduk di commuterline jurusan Stasiun Bogor - Sudirman pemberangkatan pukul 6 pagi dari Cilebut, tapi nggak pernah dinyinyirin sama orang sekitar.
Kali ini saya mau share gimana caranya kita bisa happy-happy berdiri di atas commuter line ketahan lebih dari setengah jam di pintu masuk Stasiun Manggarai, dikarenakan ada gangguan sinyal, padahal lima menit lagi kamu bakal ada meeting sama angel investor yang bakal ngasih duit 1M.
Setelah naik commuter line selama dua puluh tahun, yang awalnya karena terpaksa eh lama-lama jatuh cinta, mungkin ini bukan pandangan pertama, tapi ku sering merasa bahagia tiba-tiba….Ngggg, wait, wait, wait, kita ini lagi ngomongin commuter line lhoooo…
Okeh balik lagi, jadi saya mau share ilmu kanuragan-nya para commuter…..
Toleransi.
Okai, sebagai penumpang commuter line dari Stasiun Cilebut, terus ke Stasiun Bogor, kemudian kereta balik lagi sampai Stasiun Jakarta kota, saya bisa makan waktu sekitar 90 menit di dalam kereta, belum lagi kalau ada gangguan teknis.
Jadi, yang namanya memberikan kursi bagi orang lain itu bener-bener butuh persiapan. I mean, ya saya bakal capek juga kalau harus berdiri full 1,5 jam, apalagi kalau darah rendah saya lagi kumat, wadaw, pingsan di kereta tentulah bukan hal yang tepat ya, kecuali ada cowok kaya Adam Lavine yang siap ngasih kamu nafas buatan, uuuuurgh, astagfirullah ya Allah, dia bukan muhrim, tapi gimana ya….
Jadi, saya selalu punya motto, kalau saya udah dapat jatah duduk sekitar setengah dari waktu perjalanan, saya harus memberikan tempat duduk saya kepada orang lain, walaupun kepada mas-mas yang tampak kuat berdiri walaupun diterjang angin kinton sekalipun.
Kalau dari waktu perjalanan saya yang terkadang bisa sampai 2 jam sampai Stasiun Jakarta Kota itu, saya selalu berusaha untuk bangun dari tidur cantik ketika kereta sampai di Stasiun Pasar Minggu, ya kira-kira 45-an dari Stasiun Bogor lah.
Ya akan lebih baik sih, kalau ngasih ke yang membutuhkan, tapi nggak setiap saat kamu bakal mendapatkan kesempatan untuk ketemu sama ibu hamil, penyandang disabilitas, atau kakek-nenek.
Tapi, percayalah apa yang dikatakan oleh Rudi~
Hehehehe…
Percayalah, semacho-macho-nya mas-mas personal trainer di gym, kalau disuruh berdiri 90 menit di kereta yang sumpek ya minimal betisnya bakal kesemutan juga.
Saya mah belajar toleransi nggak usah jauh-jauh ke proses Pilkada lah, kan ngasih tempat duduk di commuterline juga nggak perlu nanya agama penumpangnya kan? Kalau dia memang butuh ya kasih, tapi kalau kamu dirasa mau pingsan karena berdiri kelamaan, yaaa nggak ada salahnya kamu minta sedikit tempat buat duduk.
Sabtu, 24 Februari 2018
#coolturead: H - 22
Kyaaaa dua puluh dua hari lagi menuju acara #coolturead
Saya deg-deg-an abitch! Kaya mau ketemu calon mertua….Mertuanya presiden Korea Utara!
By the way, di postingan sebelumnya, saya bilang, kalau yang datang ke acara #coolturead nanti itu, selain mendapatkan ilmu kanuragan mencuri-curi pandang yang elegan ketika bertemu sesosok mahluk memesona yang sedang bersandar di pintu kereta sambil membaca buku, kamu juga bakal mendapatkan sebungkus @doakeripik
@doakeripik?
Yups, jadi Cooltura.id si youth cultural community ini juga bergerak di bidang entrepreneurship. Kami bekerjasama dengan Desa Bantarsari, yang ada di kawasan Bogor Utara, untuk mengembangkan salah satu local product mereka, yaitu keripik singkong.
Awalnya, produk lokal ini bernama keriviiik, tapi setelah melakukan riset kecil-kecil-an kami, di mana di situ saya mendapatkan bahwa sebuah merek haruslah mudah diucapkan oleh target pasarnya, maka saya memutuskan untuk mengubahnya menjadi doakeripik.
Kenapa doakeripik?
Simply, karena keripik ini penuh doa, minimal dari saya yang membantu penjualannya. Juga ketika saya sedang menempelkan label sticker, tak jarang mulut saya terus berdzikir. Maklum, terkadang kalau ngandelin riset pasar doang mah, kita suka terkecoh, inshAllah kalau ditambah kekuatan Allah mah, apa aja asal halal bisa laku, azeeeeeg~
Apa sih bedanya doakeripik sama yang keripik singkong yang lain?
Pertama, ya dari namanya aja udah beda, ahahaha. Kedua, inshAllah ketipisan dari singkongnya yang tiada duanya. Soalnya dipotongnya masih manual. Juga rasanya yang inshAllah enak, dikarenakan didapatkan dari singkong pilihan.
Di mana aja kamu bisa mendapatkan doakeripik?
Sampai saat ini doakeripik masih bisa didapatkan secara rutin di acara-acara yang diadakan oleh cooltura, salah satunya di acara #coolturead ini.
So, what are you waiting for??? Satu gigitan, untuk beribu kebajikan.
Saya deg-deg-an abitch! Kaya mau ketemu calon mertua….Mertuanya presiden Korea Utara!
By the way, di postingan sebelumnya, saya bilang, kalau yang datang ke acara #coolturead nanti itu, selain mendapatkan ilmu kanuragan mencuri-curi pandang yang elegan ketika bertemu sesosok mahluk memesona yang sedang bersandar di pintu kereta sambil membaca buku, kamu juga bakal mendapatkan sebungkus @doakeripik
@doakeripik?
Yups, jadi Cooltura.id si youth cultural community ini juga bergerak di bidang entrepreneurship. Kami bekerjasama dengan Desa Bantarsari, yang ada di kawasan Bogor Utara, untuk mengembangkan salah satu local product mereka, yaitu keripik singkong.
Awalnya, produk lokal ini bernama keriviiik, tapi setelah melakukan riset kecil-kecil-an kami, di mana di situ saya mendapatkan bahwa sebuah merek haruslah mudah diucapkan oleh target pasarnya, maka saya memutuskan untuk mengubahnya menjadi doakeripik.
Kenapa doakeripik?
Simply, karena keripik ini penuh doa, minimal dari saya yang membantu penjualannya. Juga ketika saya sedang menempelkan label sticker, tak jarang mulut saya terus berdzikir. Maklum, terkadang kalau ngandelin riset pasar doang mah, kita suka terkecoh, inshAllah kalau ditambah kekuatan Allah mah, apa aja asal halal bisa laku, azeeeeeg~
Apa sih bedanya doakeripik sama yang keripik singkong yang lain?
Pertama, ya dari namanya aja udah beda, ahahaha. Kedua, inshAllah ketipisan dari singkongnya yang tiada duanya. Soalnya dipotongnya masih manual. Juga rasanya yang inshAllah enak, dikarenakan didapatkan dari singkong pilihan.
Di mana aja kamu bisa mendapatkan doakeripik?
Sampai saat ini doakeripik masih bisa didapatkan secara rutin di acara-acara yang diadakan oleh cooltura, salah satunya di acara #coolturead ini.
So, what are you waiting for??? Satu gigitan, untuk beribu kebajikan.
Selasa, 20 Februari 2018
#coolturead: H - 23
Hai!
Nggak kerasa aja nih, udah 23 hari lagi untuk bisa ketemu sama temen-temen semua di acara syukuran kecil-kecilan munculnya buku #commuteheart di antara kita semua.
Selain mempersiapkan diri, agar tampil menawan bak seorang bangsawan, saya juga lagi nyiapin playlist asoy geboy yang bisa temen-temen dengerin while waiting the event begins.
Jadi, meja registrasi itu akan dibuka kira-kira mulai pukul 12.30 WIB, jadi temen-temen kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!), punya waktu sekitar 30 menit untuk mendengarkan suguhan-suguhan lagu kekinian yang bisa juga dijadikan rekomendasi tambahan lagu ketika kalian lagi naik commuterline Jabodetabek sambil menatap nanar titik demi titik dari buliran air hujan menempel di jendela. Uuurgh, udah siap jadi model video klip Payung Teduh nih kayanya!
1. Mocca - Teman Sejati
Aaaah seluruh lagunya Mocca itu bersifat wajib fardhu ain buat saya. Mulai dari backsound patah hati waktu ngecengin senior rohis waktu SMA, peneman ngerjain tugas akhir jam empat pagi waktu masih kuliah di Bandung, playlist resmi di ipod waktu lagi jalan-jalan keliling Sienna, sampai waktu lagi ngerangkum manuscript mencari jejak kondektur bernama Ali sampai jadi sebuah buku berjudul Commuteheart, semuanya ditemani suaranya Teteh Arina yang renyah banget kaya rempeyek kesukaan si Papah.
2. Adhitia Sofyan - Sesuatu di Jogja
Kalau saya yang jadi pencipta lagu ini yah, judulnya bakal jadi; Sesuatu di Jogja….Department Store. Hehehe! Aduuuuh kayanya Adhitia Sofyan disuruh nyanyi mars PERINDO juga, suaranya tetap bakal terdengar aduhay di kupung para pemirsa ya? Kebayang nggak sih, lagi naik kereta kelas ekonomi dari Stasiun Pasar Senen sampai Stasiun, duduk sendiri di kursinya yang 90 derajat, tapi rasa punggung bagai ditusuk paku, menghilang seketika karena ada dia di depanku~ Adeeeeeeeeuh~
3. Kings of Convenience - Misread
Di acara #coolturead nanti kamu jangan sampai #misread kaya lagu ini ya, hehehehe…Aduuuuh, salah satu alasan saya buat srkipsi tentang Pusat Kebudayaan Skandinivia adalah karena mabok ngedengerin suara Erlend Oye sama Eirik Boe. Lagu lama yang nggak pernah bikin bosen! Walaupun lelah karena sudah berdiri dua jam dari Stasiun Jakarta - Bogor, gara-gara ketahan lama di pintu masuk Stasiun Manggarai, tapi kalau ditemani sama suara duo maut dari Norway ini mah, langsung berasa bisa liat aurora borealis di langit Stasiun Cilebut!
4. iKON - Love Scenario
Nah, inget motto once you kpop, you'll never stop kan ya??? Pokoknya mah se-indie-indie-nya playlist music di HP saya, tapi selalu akan ada lagu kipop teranyar nyempil di sana. Sekarang giliran lagu iKON yang punya kesempatan untuk buat saya dengerin sampai bosan, sampai ada lagu kipop lain yang menggantikannya.
Hmmm, kira-kira teman-teman kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) ada saran nggak lagu apa lagi yang harus saya tambahin di playlist acara #coolturead nanti?
Nggak kerasa aja nih, udah 23 hari lagi untuk bisa ketemu sama temen-temen semua di acara syukuran kecil-kecilan munculnya buku #commuteheart di antara kita semua.
Selain mempersiapkan diri, agar tampil menawan bak seorang bangsawan, saya juga lagi nyiapin playlist asoy geboy yang bisa temen-temen dengerin while waiting the event begins.
Jadi, meja registrasi itu akan dibuka kira-kira mulai pukul 12.30 WIB, jadi temen-temen kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!), punya waktu sekitar 30 menit untuk mendengarkan suguhan-suguhan lagu kekinian yang bisa juga dijadikan rekomendasi tambahan lagu ketika kalian lagi naik commuterline Jabodetabek sambil menatap nanar titik demi titik dari buliran air hujan menempel di jendela. Uuurgh, udah siap jadi model video klip Payung Teduh nih kayanya!
1. Mocca - Teman Sejati
Aaaah seluruh lagunya Mocca itu bersifat wajib fardhu ain buat saya. Mulai dari backsound patah hati waktu ngecengin senior rohis waktu SMA, peneman ngerjain tugas akhir jam empat pagi waktu masih kuliah di Bandung, playlist resmi di ipod waktu lagi jalan-jalan keliling Sienna, sampai waktu lagi ngerangkum manuscript mencari jejak kondektur bernama Ali sampai jadi sebuah buku berjudul Commuteheart, semuanya ditemani suaranya Teteh Arina yang renyah banget kaya rempeyek kesukaan si Papah.
2. Adhitia Sofyan - Sesuatu di Jogja
Kalau saya yang jadi pencipta lagu ini yah, judulnya bakal jadi; Sesuatu di Jogja….Department Store. Hehehe! Aduuuuh kayanya Adhitia Sofyan disuruh nyanyi mars PERINDO juga, suaranya tetap bakal terdengar aduhay di kupung para pemirsa ya? Kebayang nggak sih, lagi naik kereta kelas ekonomi dari Stasiun Pasar Senen sampai Stasiun, duduk sendiri di kursinya yang 90 derajat, tapi rasa punggung bagai ditusuk paku, menghilang seketika karena ada dia di depanku~ Adeeeeeeeeuh~
3. Kings of Convenience - Misread
Di acara #coolturead nanti kamu jangan sampai #misread kaya lagu ini ya, hehehehe…Aduuuuh, salah satu alasan saya buat srkipsi tentang Pusat Kebudayaan Skandinivia adalah karena mabok ngedengerin suara Erlend Oye sama Eirik Boe. Lagu lama yang nggak pernah bikin bosen! Walaupun lelah karena sudah berdiri dua jam dari Stasiun Jakarta - Bogor, gara-gara ketahan lama di pintu masuk Stasiun Manggarai, tapi kalau ditemani sama suara duo maut dari Norway ini mah, langsung berasa bisa liat aurora borealis di langit Stasiun Cilebut!
4. iKON - Love Scenario
Nah, inget motto once you kpop, you'll never stop kan ya??? Pokoknya mah se-indie-indie-nya playlist music di HP saya, tapi selalu akan ada lagu kipop teranyar nyempil di sana. Sekarang giliran lagu iKON yang punya kesempatan untuk buat saya dengerin sampai bosan, sampai ada lagu kipop lain yang menggantikannya.
Hmmm, kira-kira teman-teman kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) ada saran nggak lagu apa lagi yang harus saya tambahin di playlist acara #coolturead nanti?
Senin, 19 Februari 2018
#coolturead: H - 24
Hai-hai, 24 hari menuju acara #coolturead! Aduh deg-deg-an nya kaya mau ketemu calon mertua nih…By the way, kalian sudah baca buku apa hari ini?
Di postingan kali ini saya mau menjelaskan karakter orang dari jenis buku yang dia baca terakhir kali.
1. Buku komik
Orang yang suka ngomik itu biasanya orangnya kurang sehat, suka batuk. Makanya dia suka ngomik???
"ITU MAH KOMIX! QAQAAAA SUKA BUAT EMOSI YAAAH~"
2. Buku Novel
Sadiissss nih, orang yang suka baca buku Novel, orangnya suka menegakan hukum dan keadilan di Indonesia dan anti korupsi. Selain buku Novel, pasti dia juga suka baca buku Antasari Azhar, buku Abraham Sammad, dan buku-buku yang berhubungan dengan KPK lainnya. Karena orang yang gemar membaca buku Novel ini, sebenernya dia ingin tau siapa sebenarnya yang telah menyiram air keras ke mukanya.
"Wait, wait, wait, itu téh Buku Novel…..Baswedan???"
3. Buku Tulis
Orang yang suka baca buku tulis, biasanya anak sekolah yang sebentar lagi mau ulangan. Selain dibaca, tak jarang, buku tulis pun mereka robek beberapa lembaran, kemudian ditaro di tempat-tempat yang sulit terjangkau mata pengawas, untuk dijadikan bahan contekan.
"Pengalaman pribadi nih eaaaa~"
4. Buku Tabungan
Orang yang suka melihat buku tabungan, bisa dipastikan orang yang tidak punya mobile banking. Hadeeeeuh, hareee geneee masih lihat buku tabungan???? Kalau mau lihat mah, lihat masa depan yang terang benderang! Menuju puncak! Gemilang cahaya! Mengukir citra seindah asa! Menuju puncak impian di hati! Bersatu janji, kawan sejati! Pasti berjaya di…Akademiiii fantasiiiiii~
"You sing, you loose qaqa~"
Nah, kira-kira kamu masuk golongan yang mana nih? Kalau saya sih masuk golongan…..Orang-orang yang beriman, huahahahahahahaaaargh! *Keselek @doakeripik
Eh @doakeripik ???
Apaan tuh?
Bersambung…..
Minggu, 18 Februari 2018
#coolturead: H - 25
"Ngedapetin kamu itu kaya sinetron laga-dubbing Indosiar! Aku harus terbang ke udara, jungkir balik bawa golok, sampe dicaci maki ibu mertua!"
-Viera, 23thn, penggemar sinetron Tutur Tinular versi 2011, baru nonton FTV 'Gadis Manis Supir Pick Up' di SCTV-
*FYI, ini edisi dibuang sayang. Ini adalah salah satu draft postingan, yang saya buat sekitar tujuh tahun yang lalu. Ya Allah, kangen nonton sinetron naga terbang tiga dimensi gagal render~
By the way, ini udah H-25 untuk acara #coolturead, kamu udah ke salon belom???? Kali-kali bisa ketemu calon mertua???
For more information about the event, bisa cek instagram-nya @cooltura_ID ya
atau email aja ke: cooltura.indonesia@gmail.com
Sabtu, 17 Februari 2018
#coolturead: H - 26
Di postingan kali ini saya mau membahas FAQ alias Fertanyaan-fertanyaan Agak Qewl yang membahas acara #coolturead.
Q: "Kenapa sih namanya #coolturead ?"
A: "Sebenernya full name acara ini adalah: A Saturdate with cooltura_ID: #coolturead. So, #coolturead ini adalah acara di Sabtu rutinnya cooltura.id, komunitas kepemudaan yang berfokus pada kegiatan pertukaran wawasan budaya positif di Bogor. Sebagai signature, semua acara yang diadakan oleh cooltura.id akan diawali oleh kata-kata 'cool', seperti 'cooltrip', 'cooltalks'. Kan saya ini pengikut jamaah nama itu doa yah, yah semoga acara ini se-cool judulnya…"
Q: "Emang di #coolturead bakal ada acara tuker-tuker budaya gitu?"
A: "Budaya itu kaya rasa sayang aku sama kamu….LUAAAAAAAAS BANGAD! Salah satunya adalah budaya membaca. Membaca buku, membaca pikiran, membaca hati calon mertua, itu yang terakhir, paling penting lho qaqa~"
Q: "Kapan acara #coolturead akan dilaksanakan?"
A: "Dua puluh enam hari dari sekarang. Ayooo, kamu udah diet keto belom??? Kali-kali aja di acara #coolturead nanti, selain dapat wawasan baru, hadiah melimpah ruah, kamu juga bisa dapetin…ehem-ehem…"
Q: "Lokasi #coolturead itu di mana?"
A: "Di hatiku…Uuuurgh, udah nggak zaman ya ngegombal kaya gini??? Acaranya bakal dilaksanakan di sebuah co working space kewl bingidh di jantung kota Bogor, bernama Kolaborato."
Q: "Kira-kira aku harus ngeluarin biaya berapa untuk bisa jadi orang ter-hitz di Bogor?"
A: "150K aja kak, pengennya sih pakai currency dinar kuwait, tapi apalah daya baru berani pake rupiah."
Q: "Astagfirullah! 150ribu?????? MURAH BANGET! Aku nggak suka ke acara murahan kak…"
A: "Ku pergi mudik, dan tak ingin kukembali. Subhanllah, Dik! Kamu kok congkak sekali!"
Q: "Emang bakal dapetin apa aja sih dengan harga segitu murahnya???"
A: "Buku cetakan pertama Commuteheart yang nggak bisa kamu dapetin di mana-mana dulu. Fresh from the mesin cetak! Buat 20 orang peserta pertama bakal mendapatkan banyak banget one of a kind things dan a free private sessions of creative writing class with me and someone who couldn't be imagined. Dan sisanya bakal mendapatkan personal postcards."
Q: "Personal postcards? Apa itu kak??? Aku yang bergelimang harta ini taunya credit cards….."
A: "Makanya pesen tiketnya sekarang juga, biar tau bentuk dari personal postcards itu gimana."
Q: "Cuma dapet itu aja Kak?"
A: "Masih banyak lagi Dik! Ada goodie bag dan buku-buku dari penulis kenamaan yang ada di bawah naungan Bentang Pustaka, keripik dari @doakeripik, dan yang paling penting, tentu saja ilmu."
Q: "Kalau boleh tau ilmu apa nih Kak? Ilmu hitam?"
A: "Ilmu Pengetahuan Alam Dik! Yang pasti mah ilmu gimana caranya bisa menggaet hati para editor dari publisher kenamaan. Lumayan bisa sekalian PDKT sama editor publisher sekaliber Bentang Pustaka, yang menaungi Dee, Andrea Hirata, Trinity, dan juga Vierachmawati, ihik-ihik~"
Q: "Waaaaah, sebuah acara yang menarique sekali ya Qa!"
A: "InshAllah Dik! Untuk lebih detailnya, para adikku terkasih bisa lihat keterangan secara mendetailnya di instagram-nya cooltura_ID yah…"
Q: "Terimakasih Qa…"
A: "Sama-sama Dik…Acara ini akan hampa, tanpa kehadiranmu!"
Q: "Kenapa sih namanya #coolturead ?"
A: "Sebenernya full name acara ini adalah: A Saturdate with cooltura_ID: #coolturead. So, #coolturead ini adalah acara di Sabtu rutinnya cooltura.id, komunitas kepemudaan yang berfokus pada kegiatan pertukaran wawasan budaya positif di Bogor. Sebagai signature, semua acara yang diadakan oleh cooltura.id akan diawali oleh kata-kata 'cool', seperti 'cooltrip', 'cooltalks'. Kan saya ini pengikut jamaah nama itu doa yah, yah semoga acara ini se-cool judulnya…"
Q: "Emang di #coolturead bakal ada acara tuker-tuker budaya gitu?"
A: "Budaya itu kaya rasa sayang aku sama kamu….LUAAAAAAAAS BANGAD! Salah satunya adalah budaya membaca. Membaca buku, membaca pikiran, membaca hati calon mertua, itu yang terakhir, paling penting lho qaqa~"
Q: "Kapan acara #coolturead akan dilaksanakan?"
A: "Dua puluh enam hari dari sekarang. Ayooo, kamu udah diet keto belom??? Kali-kali aja di acara #coolturead nanti, selain dapat wawasan baru, hadiah melimpah ruah, kamu juga bisa dapetin…ehem-ehem…"
Q: "Lokasi #coolturead itu di mana?"
A: "Di hatiku…Uuuurgh, udah nggak zaman ya ngegombal kaya gini??? Acaranya bakal dilaksanakan di sebuah co working space kewl bingidh di jantung kota Bogor, bernama Kolaborato."
Q: "Kira-kira aku harus ngeluarin biaya berapa untuk bisa jadi orang ter-hitz di Bogor?"
A: "150K aja kak, pengennya sih pakai currency dinar kuwait, tapi apalah daya baru berani pake rupiah."
Q: "Astagfirullah! 150ribu?????? MURAH BANGET! Aku nggak suka ke acara murahan kak…"
A: "Ku pergi mudik, dan tak ingin kukembali. Subhanllah, Dik! Kamu kok congkak sekali!"
Q: "Emang bakal dapetin apa aja sih dengan harga segitu murahnya???"
A: "Buku cetakan pertama Commuteheart yang nggak bisa kamu dapetin di mana-mana dulu. Fresh from the mesin cetak! Buat 20 orang peserta pertama bakal mendapatkan banyak banget one of a kind things dan a free private sessions of creative writing class with me and someone who couldn't be imagined. Dan sisanya bakal mendapatkan personal postcards."
Q: "Personal postcards? Apa itu kak??? Aku yang bergelimang harta ini taunya credit cards….."
A: "Makanya pesen tiketnya sekarang juga, biar tau bentuk dari personal postcards itu gimana."
Q: "Cuma dapet itu aja Kak?"
A: "Masih banyak lagi Dik! Ada goodie bag dan buku-buku dari penulis kenamaan yang ada di bawah naungan Bentang Pustaka, keripik dari @doakeripik, dan yang paling penting, tentu saja ilmu."
Q: "Kalau boleh tau ilmu apa nih Kak? Ilmu hitam?"
A: "Ilmu Pengetahuan Alam Dik! Yang pasti mah ilmu gimana caranya bisa menggaet hati para editor dari publisher kenamaan. Lumayan bisa sekalian PDKT sama editor publisher sekaliber Bentang Pustaka, yang menaungi Dee, Andrea Hirata, Trinity, dan juga Vierachmawati, ihik-ihik~"
Q: "Waaaaah, sebuah acara yang menarique sekali ya Qa!"
A: "InshAllah Dik! Untuk lebih detailnya, para adikku terkasih bisa lihat keterangan secara mendetailnya di instagram-nya cooltura_ID yah…"
Q: "Terimakasih Qa…"
A: "Sama-sama Dik…Acara ini akan hampa, tanpa kehadiranmu!"
Jumat, 16 Februari 2018
#coolturead: H - 27
Let's dig a little bit deeper about #coolturead
Sebenernya füll name dari acara ini adalah, A Saturdate with Cooltura_ID: #coolturead
Yoih, ini bagian acara dwibulanan-nya cooltura_ID, komunitas yang saya dan Ayu buat untuk para dedek-dedek emesh di Bogor yang berfokus pada kegiatan pertukaran kebudayaan positif.
Yang belum kenal Ayu, dia ini wanita solehah dan someah dari Bojong Gede, berdedikasi tinggi, juga tidak suka buang sampah sembarangan. Ayu ini high quality jomblo, kalau ibarat daging mah, dia téh daging wagyu sapi super dari Ostrali. Lulusan unversitas negri ternama di Bandung, pernah menghabiskan waktu di Jepang untuk belajar huruf katagana seraya berharap bisa bertemu Kang Kimura Takuya. Pokoknya mah untuk lebih detail, silahkan check IG-nya sist: @ayusudiantarii
Awalnya #coolturead ini direncanakan pada bulan Februari 2018, tapi ternyata si Mamah kena stroke bulan Desember 2017 kemarin.
Ya, pengennya sih, acara berjalan sukses dan Bu Evie pun bisa berjalan dengan baik secara bersamaan gitu ya?
Tapi, seperti Uwa Oprah Winfrey bilang; "you can't have everything at once babe...", memang harus ada yang saya prioritaskan. Jadilah saya menego ke Ayu untuk memundurkan acara sampai Bu Evie sudah bisa melakukan beberapa aktivitas sehari-hari secara mandiri dan dapat saya tinggal beberapa saat.
Saya juga turut mengucapkan banyak terimakasih kepada Ayu, karena telah memberikan saya waktu untuk ber-me-time dengan si Mamah, sampai si Mamah sekarang sudah bisa jalan, walaupun jadi agak 'merusak' timeline dari apa saja yang harus dilakukan cooltura_ID pada tahun 2018.
HHH buat Ayu!
HHH?
Iyaaaaah, HHH…Alias, 'Hampura. Hatur nuhun. Hamdalah'
Hampura, karena saya sudah membuat acara jadwal cooltura_ID pada tahun 2018 ini agak kacau.
Hatur nuhun (pake pisan), for your consideration for the situation.
Hamdalah, tepat dua puluh tujuh hari dari sekarang, akhirnya #coolturead bisa terlaksana.
Tujuan utama dari acara #coolturead ini sebenarnya ingin menimbulkan rasa senang membaca sebuah buku cetak untuk para pemuda-pemudi yang ada di kawasan Bogor dan sekitarnya.
Ya, saya harap sih, nanti tuh kalau ada Aa lagi PDKT ke cewek, udah nggak nanya; "Neng, kamu udah makan belum?" lagi, tapi; "Neng, kamu udah baca buku belum?"
Terus langsung dijawab sama si Neng; "udah A, Neng udah baca buku…Tabungan." Kemudian Neng dan Aa pun berpelukan erat selayaknya Tinky Winky dan Dipsy-nya Teletubbies.
Di acara #coolturead ini juga, cooltura_ID juga bekerjasama dengan Bentang Pustaka, untuk melakukan acara syukuran dari telah terbitnya, buku Commuteheart. Alhamdulillah yah gaes, ternyata nggak cuma matahari aja yang bisa terbit, curhatan-curhatangalau saya ngejar-ngejar kondektur tampan paripurna mengenai pola tingkah laku pengguna transportasi publik di daerah Jabodetabek juga bisa terbit.
So, what are you waiting for??? Mari kito basuo basamo di acaro kulturo!
Sebenernya füll name dari acara ini adalah, A Saturdate with Cooltura_ID: #coolturead
Yoih, ini bagian acara dwibulanan-nya cooltura_ID, komunitas yang saya dan Ayu buat untuk para dedek-dedek emesh di Bogor yang berfokus pada kegiatan pertukaran kebudayaan positif.
Yang belum kenal Ayu, dia ini wanita solehah dan someah dari Bojong Gede, berdedikasi tinggi, juga tidak suka buang sampah sembarangan. Ayu ini high quality jomblo, kalau ibarat daging mah, dia téh daging wagyu sapi super dari Ostrali. Lulusan unversitas negri ternama di Bandung, pernah menghabiskan waktu di Jepang untuk belajar huruf katagana seraya berharap bisa bertemu Kang Kimura Takuya. Pokoknya mah untuk lebih detail, silahkan check IG-nya sist: @ayusudiantarii
Awalnya #coolturead ini direncanakan pada bulan Februari 2018, tapi ternyata si Mamah kena stroke bulan Desember 2017 kemarin.
Ya, pengennya sih, acara berjalan sukses dan Bu Evie pun bisa berjalan dengan baik secara bersamaan gitu ya?
Tapi, seperti Uwa Oprah Winfrey bilang; "you can't have everything at once babe...", memang harus ada yang saya prioritaskan. Jadilah saya menego ke Ayu untuk memundurkan acara sampai Bu Evie sudah bisa melakukan beberapa aktivitas sehari-hari secara mandiri dan dapat saya tinggal beberapa saat.
Saya juga turut mengucapkan banyak terimakasih kepada Ayu, karena telah memberikan saya waktu untuk ber-me-time dengan si Mamah, sampai si Mamah sekarang sudah bisa jalan, walaupun jadi agak 'merusak' timeline dari apa saja yang harus dilakukan cooltura_ID pada tahun 2018.
HHH buat Ayu!
HHH?
Iyaaaaah, HHH…Alias, 'Hampura. Hatur nuhun. Hamdalah'
Hampura, karena saya sudah membuat acara jadwal cooltura_ID pada tahun 2018 ini agak kacau.
Hatur nuhun (pake pisan), for your consideration for the situation.
Hamdalah, tepat dua puluh tujuh hari dari sekarang, akhirnya #coolturead bisa terlaksana.
Tujuan utama dari acara #coolturead ini sebenarnya ingin menimbulkan rasa senang membaca sebuah buku cetak untuk para pemuda-pemudi yang ada di kawasan Bogor dan sekitarnya.
Ya, saya harap sih, nanti tuh kalau ada Aa lagi PDKT ke cewek, udah nggak nanya; "Neng, kamu udah makan belum?" lagi, tapi; "Neng, kamu udah baca buku belum?"
Terus langsung dijawab sama si Neng; "udah A, Neng udah baca buku…Tabungan." Kemudian Neng dan Aa pun berpelukan erat selayaknya Tinky Winky dan Dipsy-nya Teletubbies.
Di acara #coolturead ini juga, cooltura_ID juga bekerjasama dengan Bentang Pustaka, untuk melakukan acara syukuran dari telah terbitnya, buku Commuteheart. Alhamdulillah yah gaes, ternyata nggak cuma matahari aja yang bisa terbit, curhatan-curhatan
So, what are you waiting for??? Mari kito basuo basamo di acaro kulturo!
#coolturead : H - 28
Hai-hai!
Xin Nian Kuai Le! Buat yang merayakan. Dan selamat menikmati hari libur ditemani kerabat terdekat sambil belanja-belenji penuh diskon, bagi yang tidak merayakan.
Alhamdulillah nih kondisi Ibu Evie sudah membaik luar biasa subhanallah pisan! Terimakasih atas doa-doanya.
Sekarang Bu Evie udah bisa jalan 50 meter, tangan kirinya udah bisa ngangkat botol aqua kosong ukuran 1000 ml, dan ngomongnya juga udah lumayan lancar, walaupun nafasnya masih pendek. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih for all the prayers yaaaah! Konon katanya kalau kita mendoakan seseorang, maka doanya juga akan balik ke kita. Jadi, buat yang udah mendoakan buat Bu Evie, semoga doanya balik lagi ke kalian ya, amiiiin YRA.
Nah, cerita tentang me, my dad, my mom, & her stroke-nya mau saya interrupt dulu nih sama cerita yang inshAllah (semoga oh semoga) nggak kalah read-able sama cerita tentang how we, as a whole family, handle the situation when my mom got the stroke.
Jadi, sebenernya sih harusnya cerita ini dilakukan sebelum si Mamah kena serangan stroke, tapi ya Tuhan punya rencana yang ternyata jauh lebih keren kalau diadainnya sekarang-sekarang ini.
Mungkin beberapa temen kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) udah pada tau ya, kalau saya, dibantu oleh teman-teman di Bentang Pustaka, membuat buku berjudul…
Commuteheart - Why finding you is too hard???
Yang secara singkat isinya mengenai saya ngejar-ngejar kondektur pujaan hati bernama Ali! Ahahahaha! Nggak deng~ Concern utama saya untuk berani berani nulis cerita-cerita ini adalah biar menarik minat orang-orang untuk naik transportasi umum, commuterline Jabodetabek, salah satunya.
Tapi, salah satu tujuan utama saya berani mempublikasikan buku ya karena kali-kali si kondektur bernama Ali ini juga baca, ahahaha! Terakhir kali ketemu beliau pas sehari sebelum saya ke Italia, seharian sama Fakhri, (yang punya nama panggung as Mas Jaki, si jurnalis musik handal yang terperangkap di dalam tubuh seorang PNS berbakat) nyari-nyari si Ali ini, tapi nggak ketemu-ketemu.
Kali-kali dengan diluncurkannya buku ini, saya bisa ketemu sama Ali si kondektur yang suka bikin saya pengen goyang ubur-ubur.
Terus kalau udah ketemu Ali, Teteh Viera mau gimana?
A. Mau kayang, di dalam hati yang kuat ada tubuh yang sehat kak~
B. Mau pupucu a.k.a pura-pura cuek, kan ini modal utama jadi ciwik kekinian kak, modal utama buat patah hati berkepanjangan, hiks~
C. Mau foto terus dicetak dan dilaminating buat ditaro di dompet, aku mah anaknya nineties banget kak~
Nggak kok, hehehe!
Saya cuma mau ngucapin terimakasih aja, sudah jadi inspirasi selama beberapa waktu, sampai akhirnya munculnya sebuah buku ini.
Nah, 28 hari dari sekarang, saya mau siap-siap nih mau dandan buat ke event #coolturead, sebuah acara yang saya dedikasikan biar saya bisa ketemu Ali, si kondektur tamvan paripurna yang pertama kali saya temui 10 tahun yang lalu! Waaaaadaw, udah lama juga yah~
Temen-temen juga ikutan siap-siap ya!
Xin Nian Kuai Le! Buat yang merayakan. Dan selamat menikmati hari libur ditemani kerabat terdekat sambil belanja-belenji penuh diskon, bagi yang tidak merayakan.
Alhamdulillah nih kondisi Ibu Evie sudah membaik luar biasa subhanallah pisan! Terimakasih atas doa-doanya.
Sekarang Bu Evie udah bisa jalan 50 meter, tangan kirinya udah bisa ngangkat botol aqua kosong ukuran 1000 ml, dan ngomongnya juga udah lumayan lancar, walaupun nafasnya masih pendek. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih for all the prayers yaaaah! Konon katanya kalau kita mendoakan seseorang, maka doanya juga akan balik ke kita. Jadi, buat yang udah mendoakan buat Bu Evie, semoga doanya balik lagi ke kalian ya, amiiiin YRA.
Nah, cerita tentang me, my dad, my mom, & her stroke-nya mau saya interrupt dulu nih sama cerita yang inshAllah (semoga oh semoga) nggak kalah read-able sama cerita tentang how we, as a whole family, handle the situation when my mom got the stroke.
Jadi, sebenernya sih harusnya cerita ini dilakukan sebelum si Mamah kena serangan stroke, tapi ya Tuhan punya rencana yang ternyata jauh lebih keren kalau diadainnya sekarang-sekarang ini.
Mungkin beberapa temen kelompok PENCAVIER (PENgamat CeritA-cerita VIERa!) udah pada tau ya, kalau saya, dibantu oleh teman-teman di Bentang Pustaka, membuat buku berjudul…
Commuteheart - Why finding you is too hard???
Yang secara singkat isinya mengenai saya ngejar-ngejar kondektur pujaan hati bernama Ali! Ahahahaha! Nggak deng~ Concern utama saya untuk berani berani nulis cerita-cerita ini adalah biar menarik minat orang-orang untuk naik transportasi umum, commuterline Jabodetabek, salah satunya.
Tapi, salah satu tujuan utama saya berani mempublikasikan buku ya karena kali-kali si kondektur bernama Ali ini juga baca, ahahaha! Terakhir kali ketemu beliau pas sehari sebelum saya ke Italia, seharian sama Fakhri, (yang punya nama panggung as Mas Jaki, si jurnalis musik handal yang terperangkap di dalam tubuh seorang PNS berbakat) nyari-nyari si Ali ini, tapi nggak ketemu-ketemu.
Kali-kali dengan diluncurkannya buku ini, saya bisa ketemu sama Ali si kondektur yang suka bikin saya pengen goyang ubur-ubur.
Terus kalau udah ketemu Ali, Teteh Viera mau gimana?
A. Mau kayang, di dalam hati yang kuat ada tubuh yang sehat kak~
B. Mau pupucu a.k.a pura-pura cuek, kan ini modal utama jadi ciwik kekinian kak, modal utama buat patah hati berkepanjangan, hiks~
C. Mau foto terus dicetak dan dilaminating buat ditaro di dompet, aku mah anaknya nineties banget kak~
Nggak kok, hehehe!
Saya cuma mau ngucapin terimakasih aja, sudah jadi inspirasi selama beberapa waktu, sampai akhirnya munculnya sebuah buku ini.
Nah, 28 hari dari sekarang, saya mau siap-siap nih mau dandan buat ke event #coolturead, sebuah acara yang saya dedikasikan biar saya bisa ketemu Ali, si kondektur tamvan paripurna yang pertama kali saya temui 10 tahun yang lalu! Waaaaadaw, udah lama juga yah~
Temen-temen juga ikutan siap-siap ya!
Langganan:
Postingan (Atom)























